
Setelah tahajud, ngaji bersama dan sholat subuh, mas Abdul pun menawarkan untuk menyiapkan kendaraan yang akan di pakai gus Abi
"Sudah?" Tanya Abi pada Fifin yang baru keluar dari wardrobe dengan memakai gamis nya
Fifin mengangguk lalu mereka berdua keluar dan mengunci pintu kamar dari luar untuk segera turun karena akan berpamitan dengan abah dan umi
"Sudah mau berangkat?" Tanya umi saat punggung tangan nya dicium oleh anak dan menantu nya
"Iya umi, minta do'a nya ya umi" Ucap Fifin agar skripsi nya hari ini mendapat persetujuan dan masuk ke dalam antrian sidang
"Abah sama umi pasti berdo'a yang terbaik untuk Fifin" Ucap abah sambil tersenyum
Abah dan umi lalu mengantar Abizar bersama Fifin sampai menuju gerbang depan, dimana mobil sudah dalam keadaan menyala dan siap pakai karena di siapkan oleh mas Abdul
"Makasih ya mas Abdul" Ucap Abi sambil membuka pintu belakang untuk meletakkan tas ransel yang sudah disiapkan kemarin
"Njih gus, sama sama"
"Umi.. Abah, kalau begitu kami berangkat dulu ya" Ucap Abi pada kedua orang tuanya
"Iya, hati hati di jalan.." Ucap umi
Abizar dan Fifin masuk ke dalam mobil karena mereka juga mengejar waktu, jadi harus berangkat sekarang
"Assalamualaikumm.."
"Waalaikumsalam" Jawab Abah dan umi sambil melambaikan tangan ketika mobil anak mereka keluar gerbang dan terlihat semakin jauh
"Ayo umi" Ajak abah pada umi untuk kembali masuk ke dalam
Sedangkan mas Abdul kembali menutup gerbang utama, untung nya anak anak masih banyak yang mengaji jadi tidak membuat heboh meski ada beberapa santri yang tahu keberangkatan gus Abi bersama istri nya
Di perjalanan~
"Kamu hafal sama jalan nya mas?" Tanya Fifin
"Tidak dek, tolong buka maps ya" Ucap Abi sembari memberikan ponsel nya pada Fifin
"Oke, tapi ini sandi nya apa?" Tanya Fifin ketika ponsel suami nya terkunci
"Dua empat kali" Jawab Abi dengan pandangan nya yang masih fokus ke jalan
"Ha?" Ucap Fifin refleks agak terkejut sekaligus tidak menyangka, ternyata kunci ponsel Abizar adalah tanggal akad nikah mereka
"Aihhh sosweeet nya" Batin Fifin kembali dengan tersipu malu, ternyata sang suami benar benar menganggap ada pernikahan mereka
"Kenapa? Salting?" Tanya Abi saat melirik istri nya yang senyum senyum sendiri, dia sudah tahu jawaban nya sih hanya saja ia ingin menggoda Fifin
"Ha? Enggak gak papa" Jawab Fifin menyangkal lalu segera mengaktifkan GPS agar terhubung dengan layar yang ada di mobil
"Ohh... lumayan ya, makan waktu satu jam setengah" Ucap Abi kala melihat jarak perjalanan mereka menuju kota sebelah
"Iya, kalau lelah boleh gantian nyetir sama aku" Ucap Fifin
"Enggak, udah kamu duduk aja yang tenang" Ucap Abi menolak, ia tidak akan membiarkan Fifin yang memegang kemudi
__ADS_1
"Yaudah, jalan nya masih gelap.. hati hati ya" Ucap Fifin yang mana memang jalanan itu masih gelap sehabis subuh
"Iya" Jawab Abi mengangguk
Fifin memilih untuk menyalakan musik agar tidak mengantuk, tapi kebanyakan File musik di mobil Abizar isi nya sholawatan semua atau lagu religi yang suara nya merdu dan malah membuatnya mengantuk
"Tidur saja tidak apa apa" Ucap Abi
"Yang nemenin kamu?" Tanya Fifin
"Kan ada musik, tidur aja.. nanti aku bangunin kalau kita sudah sampai" Ucap Abizar
"Aku temani mengobrol saja ya" Fifin mematikan musik itu
"Boleh"
Fifin berpikir sebentar untuk mengajukan pertanyaan yang pas, kali ini dia harus tau suami nya itu bagaimana dan apakah Abi pernah menyukai wanita di masa lalu?
"Kalau boleh tahu, kenapa kamu baru menikah di umur dua puluh delapan?" Tanya Fifin
"Ya karena ketemu jodoh nya umur segini" Jawab Abizar apa adanya
"Terus sebelum menikah sama aku, kamu pernah suka sama orang lain kan?" Tanya Fifin yang memberanikan diri bertanya pada suami nya
Abizar sendiri juga kaget, kenapa pula istri nya menanyakan hal seperti itu? Toh masa lalu kan?
"Emh.. ada, tapi dia pergi dan memilih untuk mementingkan pendidikan nya, itu juga sudah lama sekali jadi tidak perlu dipikirkan" Jawab Abizar sejujur nya
"Oh" Ucap Fifin yang mulai bete dengan jawaban suami nya, woman \= kadang suka bikin pertanyaan yang membuat dia sakit hati sendiri
"Kenapa? Toh itu masa lalu nya mas kan?" Tanya Abi
"Astaghfirullahaladzim... kamu ini ngomong apa sih dek?" Ucap Abi heran, kenapa wanita suka sekali mencari permasalahan seperti ini?
"Jawab aja apa susahnya?" Ucap Fifin memaksa
Abizar kemudian menggenggam erat tangan Fifin dengan tangan kiri nya, lalu menatap wanita itu sebentar
Fifin terkejut karena baru kali ini Abizar menggenggam tangan nya dengan erat
"Tidak, aku tidak akan meninggalkan kamu.. kamu istriku jadi kamu yang harus menemani aku selamanya, dia juga hanya masa lalu dan aku juga sudah tidak menyukai nya lagi" Ucap Abizar memang benar bahwa saat dengan perempuan yang dulu itu dia hanya menyukai sesaat saja, itu pun waktu usia nya masih 24 tahun
"Prinsip aku sekali menikah maka tidak akan ada wanita lain lagi, paham kan?" Lanjut Abizar lagi
"Iya" Jawab Fifin sambil memanyunkan bibir nya, memang sih itu hanya masa lalu sedangkan dia dan Abi sedang menuju masa depan
"Ganti aku yang tanya, dulu kamu pernah suka sama cowok lain?" Tanya Abi gantian
"Iya lah" Jawab Fifin, tidak mungkin ada manusia yang tidak pernah menyukai orang lain
Untuk sesaat ganti Abi yang cemberut "Terus kalau dia kembali ke kamu, kamu mau?" Ucap nya membalikkan pertanyaan sang istri tadi
"Ih... astaghfirullahaladzim, naudzubillah amit amit jabang bayi lanang wadon" Ucap Fifin sambil mengelus perut nya sendiri
__ADS_1
Lanang \= cowok
Wadon \= cewek
Abizar mengerutkan alis nya sambil menahan tawa "Kan belum hamil, kok jabang bayi?"
"Eh.. iya ya, lupa haha" Ucap Fifin tertawa
"Kode nih mau punya bayi?" Goda Abi menaik turunkan alisnya, sedangkan muka Fifin langsung merah padam ketika mendengar itu
"Ish.. kamu mah, belum" Jawab Fifin yang belum ada rencana untuk memiliki anak, karena belum ada cinta di antara mereka berdua
Abizar menggelengkan kepala, random sekali istrinya ini "Ayo jawab yang tadi"
"Enggak akan, dia juga udah punya istri sama anak.. aku juga udah gak suka" Jawab Fifin
"Nah yaudah sama aja aku juga gitu" Ucap Abizar lalu mencubit gemas pipi istri nya
"Oke, tapi jujur kamu itu orangnya seperti apa sih?" Tanya Fifin mulai menanyakan sifat suami nya
"Yang bisa menilai sifat aku ya bukan aku sendiri dek, tapi orang lain.. kamu contoh nya" Jawab Abizar karena jika dia menjawab juga belum pasti hal itu sama dengan apa yang dirasakan istri nya
"Ohh... gitu" Ucap Fifin mengangguk angguk
Mereka mengobrol banyak hal, dari menanyakan sifat dan kesukaan atau hobi satu sama lain, kerena jika mereka ingin rumah tangga yang berumur panjang maka mengenal pasangan itu hal yabg wajib
Tapi... baru juga ada setengah jam mereka mengobrol, Fifin sudah tertidur pulas karena ia tidak biasa bangun di jam 3 pagi
Abizar terkekeh, istri nya itu seperti bayi... mudah sekali tertidur, ia lalu menurunkan sandaran kursi istri nya agar badan Fifin bisa tidur dengan nyaman
Abizar kembali fokus menyetir ditemani musik yang dinyalakan kembali
Satu jam kemudian ~
Akhirnya mereka sampai di hotel yang sudah di pesan kemarin, karena jadwal bimbingan Fifin masih jam sembilan nanti jadi ada waktu untuk mereka istirahat sebentar, tangan Abi juga rasanya sudah kebas
"Dek.. dek, bangun" Bisik Abizar lembut karena khawatir istri nya akan kaget
"Emh... ya?" Ucap Fifin baru membuka mata setengah, lalu tersadar jika mobil sudah berhenti di basement hotel
"Ha... aku ketiduran ya? Maaf" Ucap Fifin yang menawari untuk mengobrol, malah dia yang tidur
"Tidak apa apa, ayo turun" Ajak Abi yang mengambil tas mereka di kursi belakang lalu masuk loby dan check in kamar atas nama nya
Kamar 360 lantai 12 menjadi kamar mereka hari ini, Fifin yang tidak biasa tidur di mobil langsung ambruk tengkurap ketika melihat kasur sebesar itu
"Bersih bersih dulu" Ucap Abi pada istri nya
"Males hehe" Ucap Fifin yang malah nyengir
"Bersih bersih sendiri atau aku yang bersihin?" Tanya Abizar lagi
Begitu mendengar ucapan suami nya, Fifin langsung lari ke kamar mandi sebelum Abizar benar benar melakukan hal itu
"Eh.. dek, kamu lupa tidak bawa handuk" Ucap Abizar terlambat karena Fifin sudah masuk ke kamar mandi dan tidak mendengar ucapan nya barusan
__ADS_1
Hanya menggelengkan kepala serta tersenyum lebar yang bisa Abi lakukan, ia kemudian membuka ponsel dimana ada postingan Fifin di instagram, ia menyukai postingan itu juga mengikuti balik akun istri nya
"Aku posting hal yang sama aja kali ya?" Batin Abizar yang mulai memilih foto saat akad nikah mereka