Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
118. Selesai


__ADS_3

Sebenarnya Fifin itu malas bahkan sangat malas sekali kalau harus melihat wajah Nisa, orang yang sengaja mencelakainya


“Sabar ya sayang” Ucap Abi mengelus elus pundak istri nya saat mereka sudah duduk, ia berharap ini sidang terakhir dan nanti bisa melanjutkan hidup dengan aman


“Baik, sidang langsung kita mulai dan dimohon untuk siapapun agar tidak membuat keributan”


Sepanjang sidang dari awal pun Fifin sudah mendapatkan lirikan sinis dari Nisa, ya walaupun ia juga tidak peduli sih toh yang salah memang perempuan sundal itu


“Berarti klien saya bebas dari hukuman kan? Karena tidak ada bukti akurat dan sopir juga tidak menyebutkan nama klien saya sama sekali” Ucap pengacara Nisa


Disini Fifin heran dan langsung menoleh pada supir truk yang menabrak nya, bisa dilihat kalau supir itu juga memakai rompi tahanan tapi yang ia heran adalah kenapa tidak mengaku saja? Toh ending nya juga sama sama akan dihukum


“Mas… aneh kan?” Tanya Fifin pada suami nya


“Dari awal sudah aneh, tapi tidak apa apa… kita percayakan pada pengacara saja, adek yang tenang” Ucap Abizar berkali kali menenangkan istri nya yang sedang gelisah


“Tidak semudah itu, mohon maaf yang mulia hakim, sebelumnya saya sudah izin untuk membawa dua saksi di dalam sidang ini kan? Mohon izin untuk membawa mereka masuk sekarang” Ucap pengacara dari pihak Fifin


“Baik, dipersilahkan”


Satu detik kemudian pandangan orang orang yang hadir tertuju pada dua orang yang baru saja masuk di ruang pengadilan


“Izinkan saya untuk berbicara, hari ini ada dua saksi penting yang sudah berjanji untuk hadir, yaitu pemilik dari usaha rental mobil, sedangkan yang satunya pemilik cctv dari toko yang ada di tempat kejadian”


“Baik, untuk itu saya minta pemilik rental mobil dulu yang berbicara” Ucap hakim tersebut


Bapak Suyitno, melakukan sumpah terlebih dahulu sebelum berbicara hal hal yang dia ketahui


“Bapak Suyitno, benar anda pemilik rental mobil di daerah teras dan mbak Nisa ini salah satu customer anda?” Tanya pengacara Fifin


“Benar”


“Kapan dan apa yang mereka sewa dari bapak?” Tanya nya lagi


“Tanggal delapan belas, mereka berdua yang datang untuk menyewa truk dengan alasan ingin memindahkan beberapa barang rumah” Jawab bapak Suyitno sambil menunjuk Nisa dan supir truk tersebut


“Enak aja main tuduh, emang ada bukti nya?” Tanya Nisa yang tersulut emosi karena bapak itu tidak bisa menjaga rahasia nya


“Tunggu pak wali hakim, sebelumnya tidak ada pemberitahuan kalau akan ada saksi kan? Dan lagian pernyataan dari saksi belum terbukti benar” Ucap pengacara Nisa yang tentu akan membela klien nya


“Wali hakim disini saya kan? Jadi terserah saya mau mengizinkan mereka membawa saksi atau tidak, dan kalau anda juga memiliki bukti bahwa klien tidak bersalah, maka silahkan datang dan tunjukkan kepada saya” Ucap wali hakim tersebut, ia tidak membela salah satu tapi kalau pihak dari Nisa ingin menyangkal juga harus membawa bukti yang akurat

__ADS_1


“Bisa saya lanjut pak?” Tanya Aldi selaku pengacara Fifin


“Silahkan”


“Semua yang menyewa unit di saya itu terekam jelas dengan kartu ktp, juga cctv masih masih terlihat jelas” Jawab pak Suyitno


Sedangkan bapak yang satu nya lagi pun menjelaskan bahwa ia termasuk saksi mata dalam kecelakaan tersebut, dan cctv di toko juga normal dalam keadaan hidup saat terjadi kecelakaan


“Bukti sudah ada pada saya, izin untuk memberikan nya pada pihak monitor” Ucap Aldi sudah memegang flashdisk kecil di tangan nya


“Dipersilahkan”


Aldi memberikan nya pada operator untuk di saksikan dalam layar lebar, agar semua orang tahu kalau bukti yang dia bawa itu akurat, bahkan saat ini sudah terlihat jelas raut wajah Nisa juga pengacara nya yang panik


“Baik, kita saksikan dulu bukti yang dibawa ini” Ucap wali hakim mengode agar semuanya diam dulu


Pertama, cctv dari pemilik rental yang terlihat kalau Nisa dan supir truk memang datang untuk menyewa satu unit, walaupun Nisa memakai masker tapi masih terlihat jelas


“Disitu klien saya memakai masker kan? harusnya tidak bisa dijadikan bukti kalau tidak akurat begini” Ucapnya


Tapi Aldi hanya tersenyum saja, lalu meminta izin pada wali hakim agar mereka melihat bukti kedua


Dan… dari rekaman cctv toko, terlihat ada sebuah truk yang melaju kencang namun lawan arah dengan mobil milik korban, sedangkan di belakang mobil korban itu ada mobil merah yang biasanya Nisa gunakan, terlihat mobil Fifin juga sempat oleng sedikit karena pengemudi alias Silvi panik saat baru tahu bahwa ada yang mengikuti mereka, bahkan plat nomer nya sudah di cek dan memang itu milik Nisa


Disini Fifin langsung memejamkan mata dan refleks bulir bulir keluar dari sela sela bulu mata cantik nya, melihat rekaman ini membuatnya makin sakit hati dan sulit memaafkan Nisa


“Sabar sayang… ya? kuat ya? adek harus bisa bertahan” Ucap Abizar memeluk pundak istri nya dan mengelus sampai Fifin hanya mengangguk angguk saja


Oke selanjutnya adalah cctv dari area jalan pondok depan, sangat nampak jelas kalau Nisa mengikuti Fifin ini dari area pondok, bukan saat di jalan tapi memang dari awal perjalanan


“Sudah?” Tanya wali hakim


“Sudah pak, terimakasih untuk kesempatan nya” Ucap Aldi yang menunduk hormat lalu kembali duduk di kursi nya


Hakim sendiri meminta waktu lima menit untuk memutuskan keputusan, harusnya mudah sih namun supir truk itu tetap tidak mau bicara sedikitpun


“Baik, karena bukti sudah akurat dan sangat jelas, maka kami putuskan bahwa terdakwa bernama Nisa Naina dijatuhi hukuman dua puluh tahun penjara dengan motif pembunuhan berencana, pasal 340 KUHP”


Hukum terkait pembunuhan berencana diatur dalam Pasal 340 KUHP. Adapun bunyi pasal tersebut adalah:


Barangsiapa sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam, karena pembunuhan dengan rencana (moord), dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.

__ADS_1


“Dan untuk supir truk dijatuhi hukuman sepuluh tahun penjara, sebagaimana dalam pasal 56, membantu melakukan disini adalah orang yang mengetahui dan di mintai bantuan untuk memberikan kesempatan suatu tindak kejahatan itu tanpa mencegah”


Duk Duk Duk! Palu keputusan dari hakim sudah terdengar dan tidak dapat diganggu gugat


Fifin langsung menangis lega, ya Allah… akhirnya ada keadilan untuk orang yang sudah melenyapkan putri nya, orang yang sudah berencana membunuh nya, seketika beban pikiran yang ia tanggung itu hilang begitu saja saat pengadilan sudah berakhir


Disini orang tua Nisa juga sampai memohon dengan menangis agar Fifin dan Abi mau membatalkan hukuman Nisa, tapi nasi sudah menjadi bubur, Fifin dan Abi jelas menolak dan enggan berurusan lagi dengan Nisa


“Ah dasar gak becus, gara gara kamu saya jadi di penjara, kamu kira penjara itu enak? ha!” Nisa sendiri juga langsung marah besar pada pengacara yang gagal melindungi nya


Berbeda lagi dengan supir truk dengan tatapan kosong itu, saat petugas ingin membawa nya untuk ke dalam sel, ia sempat berhenti di depan Abizar dan Fifin


“Saya sangat menyesal dan minta maaf yang sebesar besar nya, saya tidak menolak karena ini memang kesalahan saya, tapi saya mohon…. saya ingin minta tolong sekali ini saja, saya tahu kalau saya tidak pantas sama sekali meminta bantuan seperti ini, tapi saya terpaksa” Ucapnya sambil tertunduk lesu


“Minta tolong apa ya?” Tanya Fahri karena Fifin dan Abi masih kaget saat supir itu mendatangi mereka


“Saya hanya ingin ibu saya kembali sehat, saya menerima tawaran ini karena janji mbak nya yang sanggup membayar mahal dan membayar biaya pengobatan ibu saya, saya akan bertanggung jawab dan menerima hukuman, tapi saya juga harus memastikan kalau ibu saya sembuh” Ucap nya


“Gimana Abi?” Tanya Fahri


Disini Abi dan Fifin terdiam cukup lama, ya siapa sih yang begitu mudah nya langsung memberikan bantuan? Kan tidak mungkin bisa langsung percaya


“Di rumah sakit mana?” Tanya Fifin


“Rumah sakit husada, atas nama ibu Siti di kamar rawat inap lima kosong empat” Jawab nya


Kamar 504? Oke, Fifin sudah tahu ruangan itu karena ia juga bekerja di rumah sakit tersebut


“Terimakasih… saya minta maaf yang sebesar besar nya karena telah menyebabkan nyawa putri kalian hilang, dan saya juga ber terimakasih banyak untuk bantuan pada ibu saya” Ucap nya sampai menangis saat mendengar Fifin mau membantu nya, ya Allah… ia benar bener menyesal telah menyakiti hati orang baik seperti Abi dan Fifin


“Insyaf mas… kasihan ibu mas di rumah sakit kepikiran, insya Allah ibu mas bisa sembuh” Ucap Abizar dan supir tadi mengangguk angguk lalu berjalan untuk dipindahkan ke dalam sel penjara


Fifin langsung bisa duduk dengan lega setelah tadi ia deg deg an terus, benar bener puas saat hukuman di dunia berlaku adil pada putri nya


“Mas, pulang yuk… sudah kangen sama Abbad” Ajak Fifin karena telinga nya sudah berdenging akibat tangisan histeris ibu Nisa ketika anaknya di bawa ke dalam sel


“Iya, ayo sayang” Ucap Abizar mengiyakan dan langsung pulang setelah memberikan imbalan terimakasih pada dua saksi mereka tadi


Sedangkan Fahri dan Aldi masih perlu mengurus beberapa hal di sini karena yang membuat laporan adalah mereka, untung nya keluarga tadi tidak ikut karena harus merawat Abbad dan juga putri nya di rumah ndalem, Aina sendiri di rumah umi karena belakangan ini Salma sangat rewel kalau di ajak keluar


“Kompeten nih, berapa bisyaroh nya?” Tanya Fahri menanyakan bayaran untuk jasa Aldi dalam kasus kali ini

__ADS_1


“Ah kayak gak tau aja, biasanya bro” Jawab Aldi yang mana ia memang sudah seperti teman dengan Fahri.



__ADS_2