Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
80. S.Keb


__ADS_3

Selesai acara pun dekor yang semi gardan tadi juga langsung di lepas, butuh waktu yang lama memang walau di pakai hanya sebentar


“Semua makanan yang masih ada biarkan disini saja, sebentar lagi anak anak saya pulang” Ucap umi pada penjaga cathering karena di area prasmanan masih banyak sekali makanan


Sengaja Abi memesan yang banyak karena ia ingin semua santri santri disini bisa menikmati hidangan tersebut walau tidak menyaksikan acara resepsi


“Jamaah dzuhur dulu ayo” Ajak abah


“Iya War, ayo sebelum waktu nya habis” Ajak pak Yahya


Semua anggota keluarga dan para pengurus pun sholat dzuhur bareng di musholla pondok, kecuali Aina yang harus menemani bayi di kamar nya dan Fifin yang harus menghapus make up itu terlebih dahulu


“Hadeh… sudah banget nge hapus nya” Ucap Fifin duduk di depan meja rias sambil mengusap wajah nya beberapa kali memakai kapas yang sudah dibasahi dengan make up remover


“Se susah itu ya?” Tanya Abi, dia juga mau sholat berdua saja karena tau istri nya pasti akan sedikit kesusahan


“Iya, nanti kalau air wudhu nya tidak mengenai kulit kan tidak sah” Jawab Fifin


“Ya sudah, mas wudhu duluan” Ucap Abi setelah melirik baju pengantin yang dikenakan istri nya lalu menarik penuh resleting belakang hingga habis. Sreettt… lancar beud


“Eh… tau aja kalau susah buka nya” Ucap Fifin agak kaget tapi ia sudah biasa seperti itu


“Iya tau lah”


Selesai sholat dzuhur juga mereka berdua melihat kalau di bawah sudah ramai dengan kedatangan anak anak santri yang baru sekolah, terdengar beberapa gerutu ketika mereka tidak bisa melihat momen tadi


🔊 : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, untuk semua santri yang baru pulang sekolah, silahkan bebersih diri lalu langsung ke area acara tadi di bagian prasmanan, makan siang dengan adil dan antri seperti biasa, terimakasih”


Senyum Abi mengembang saat ia melihat anak anak bisa menikmati makanan itu, se bahagia ini ya mereka? Padahal hanya sekedar makan siang saja


Mungkin karena lauk di prasmanan itu sangat sangat banyak, berbeda dengan makanan mereka sehari hari yang mana lauk nya tidak sebanyak itu, karena sekali lagi bahwa pondok pesantren itu juga mengajarkan kesederhanaan, bukan kemewahan


“Besok berangkat jam berapa?” Tanya Abi


“Pagi sih habis subuh seperti bulan kemarin” Jawab Fifin membahas saat ia sidang skripsi


Abizar mengangguk angguk, dia juga harus menjaga kesehatan agar bisa mengantar istri nya kemana mana nanti


Saat malam pun ia juga tidur lebih awal, setelah mengaji kitab dengan anak anak langsung balik ke rumah ndalem dan istirahat


“Tumben cepat sekali?” Tanya Fifin


“Iya, ngantuk mau istirahat” Jawab Abi langsung rebahan setelah berwudhu


“Ohh… ya sudah adek ke bawah dulu, mau ketemu dedek Salma” Ucap Fifin yang gemas sekali dengan putri nya Aina


“Tadi mas lihat sudah tidur, adek temani mas disini saja ya?” Ucap Abi meminta pada istri nya


“Ohh, sudah tidur ya? Yaudah oke” Jawab Fifin mengiyakan dan duduk bersandar di ranjang sambil melepaskan hijab nya


Abi yang awal nya memakai bantal kini beralih menggunakan paha istri nya, jelas lebih enak dan lebih wangi


“Maaf ya kalau adek merepotkan” Ucap Fifin


“Tidak apa apa” Jawab Abi merasa tidak direpotkan, resepsi kali ini kan acara mereka berdua dan bukan kepentingan pribadi masing masing


“Katanya mau istirahat? Ayo” Ajak Fifin

__ADS_1


“Iya, ayo” Ucap Abi


Fifin tersenyum tipis dan mematikan semua lampu kamar hingga hanya tersisa lampu tidur yang tamaram, ia tidur menyamping dengan Abi yang selalu menempel nyaman di dada nya


“Do’a dulu” Ucap Abi mengingatkan


“Sudah”


\~


Keesokan pagi nya setelah sholat subuh dan mengaji bersama, semuanya anggota keluarga pun langsung bersiap untuk ke kota sebelah dimana Fifin akan wisuda


Abi dan istrinya naik mobil bertiga karena kali ini mereka membawa mas Abdul untuk menyetir, sedangkan kedua sedangkan orang tua mereka ada di mobil belakang dengan membawa supir keluarga jika bepergian jauh seperti ini


Aina tidak bisa ikut karena masih belum boleh untuk perjalanan jauh, jadi ia hanya menunggu di rumah ndalem bersama gus Fahri dan putri tercinta mereka


“Cantik sekali sih istrinya mas hari ini” Ucap Abi saat mereka dalam perjalanan, Fifin sudah memakai baju cantik, make up tipis dengan baju toga yang rapi di badan nya


“Terimakasih, memang cantik kok” Ucap Fifin tersenyum


Abizar terkekeh, memang semenjak kejadian sama Nisa tuh istri nya jadi lebih pede dan pemberani


Para orang tua yang di mobil belakang juga tidak sabar untuk segera sampai di gedung kampus tempat wisuda, mereka ingin melihat anak menantu nya mengambil gelar yang selama ini di perjuangkan


Walau agak lelah rasanya ketika kemarin baru selesai acara sedangkan hari ini langsung acara lagi, memang sih Fifin tidak meminta mereka untuk ikut tapi kalau memang mau menemani juga alhamdulillah


Saat sampai di gedung kampus tempat wisuda pun rasa lelah mereka terbayarkan, bahkan terbayarkan sangat tuntas saat melihat Fifin yang di panggil maju ke podium untuk mengambil ijazah nya


🎤”Wisudawan prodi sarjana kebidanan dengan predikat with highest praise, summa cumlaude IPK tiga koma sembilan puluh sembilan, Fifin Zayna ”


Fifin seketika tersenyum haru di antara barisan para wisudawan, ia menoleh ke arah orang tuanya sebentar lalu maju ke panggung untuk menerima gelar juga sebuah penghargaan


“Terimakasih” Ucap Fifin mengatupkan kedua tangan nya pada semua jajaran dewan pengurus universitas tempat ia belajar


Para wisudawan yang mendapat gelar cumlaude dan summa cumlaude kemudian diberikan kesempatan untuk mengucap terimakasih kepada orang tua atau siapapun yang sudah menemani mereka selama ini, juga bunga yang akan di berikan pada ibu atau orang tua masing masing


🎤


“Ehm.. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi dan salam sejahtera untuk semuanya. Untuk kali ini saya hanya mau mengucapkan terimakasih banyak kepada orang tua saya, ibu dan bapak saya yang sudah mendukung dan mengusahakan saya untuk belajar disini, yang rela mencari nafkah agar cita cita saya bisa tercapai, terimakasih banyak sudah menemani saya hingga berhasil. Jasa kalian benar benar tidak akan pernah bisa dilupakan” Ucap Fifin dengan senyum dan air mata yang berlinang di pipi nya


“Untuk suami dan orang tua kedua saya, terimakasih sudah memberi support yang terbaik, sudah membahagiakan saya dan selalu mengusahakan agar hati saya tenang, pun begitu juga untuk sahabat dan teman saya yang selama ini mendukung saya, terimakasih banyak.. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”


Selesai dengan mengucap terimakasih, kemudian ada sesi foto bersama wisudawan sesuai prodi dan mengucap salam perpisahan pada teman teman mereka masing masing


Selesai dengan urusan itu, Fifin turun dengan wajah yang masih penuh senyum. Berjalan pelan dengan memeluk ijazah yang ia terima lalu… bu Risma, orang pertama yang ia hampiri


“Terimakasih ya buk” Ucap Fifin memberikan bunga itu pada ibu nya


“Sama sama nduk” Jawab bu Risma lalu memeluk erat putri kesayangan nya itu


“Bapak juga harus nya di ajak” Ucap pak Yahya main gabung pelukan aja


“Hehe… terimakasih banyak ya pak”


“Sama sama, sudah tugas bapak”


Abi dan kedua orang tuanya yang menyaksikan juga ikut tersenyum haru, akhirnya perjuangan menantu mereka pun terbalaskan juga

__ADS_1


Selesai berpelukan, Fifin ganti menghampiri umi Rida dengan memberikan bunga lagi, sama seperti milik bu Risma tadi


“Loh kok di kasih ke umi?” Tanya nya bingung


“Iya umi, terimakasih ya sudah menerima dan menyayangi Fifin seperti anak umi sendiri” Ucap Fifin


“Iya nak… sama sama, umi juga berterima kasih” Ucap umi Rida langsung memeluk dan mencium lembut kedua pipi menantu nya


“Terimakasih juga untuk abah, yang selalu sabar dalam hal apapun” Ucap Fifin mencium lembut tangan itu


“Iya nak… semoga ilmu kamu bermanfaat untuk banyak orang ya” Ucap nya


“Njih abah, aamiin”


Abizar yang sedari tadi terdiam dengan senyum haru pun jadi iri, semua orang sudah dapat pelukan tapi dia sendiri yang belum


“Mas tidak di peluk?” Tanya Abi


“Haha… ya di peluk dong” Ucap Fifin tertawa sebentar lalu menghambur di pelukan hangat suami nya


“Terimakasih ya… untuk semuanya yang sudah mas berikan” Ucap Fifin agak berbisik karena bibir nya tepat sekali ada di depan telinga Abi


“Sama sama, Insya Allah ilmu yang kamu punya tidak akan sia sia dan bermanfaat bagi masyarakat”


“Aamiin”


“Aduh.. ke colok” Ucap Abi saat mata nya terkena topi toga yang istri nya kenakan


“Hehe… tanda nya tidak boleh pelukan lama lama karena di depan umum” Ucap Fifin menyudahi pelukan itu


“Iya, nanti di lanjut di rumah” Ucap Abi sembari mengedipkan satu mata nya


“Dasar genit” Ucap Fifin sambil memicingkan mata dan para orang tua tertawa melihat tingkah mereka berdua ini


Fifin POV*


Saya enggak pernah menyangka bisa ada di posisi ini, saya kira saya bakal wisuda hanya bersama orang tua saya saja.. tapi ternyata takdir Allah berkata lain


Justru takdir makin indah disini, saya yang awalnya sendiri kini ditemani dengan seorang suami yang sangat mencintai saya, menghargai dan memperlakukan saya seperti ratu di hati nya


Saya sendiri memang masih tidak percaya dan sering bertanya, apa ini hanya mimpi? Namun tetap saja saya merasa tidak pernah bangun dan hari hari indah tampak berlangsung


Sungguh, saat ini saya sangat sangat sangat bahagia meski awal nya saya cukup tertekan dengan sebuah pernikahan, tapi mungkin ini bagian dari ridho orang tua yang selalu menyertai saya juga do’a do’a yang mereka panjatkan agar saya mendapat jodoh yang sholeh dan sebaik mungkin, sehingga terkabul lah sekarang


Fifin POV end*


Saat sampai di rumah, Abi pun gercep memilah milih foto saat resepsi mereka kemarin karena hendak memosting instagram asal tidak memperlihatkan wajah mereka dan juga men tag akun istri nya


abizar_alhafidz كان مقدراً لنا أن نكون معاً. @finzayna 🖤




كان مقدراً لنا أن نكون معاً.


( Kāna muqaddaran lanā ʾan nakūna maʿan. )

__ADS_1


Artinya: Kita ditakdirkan untuk bersama.



__ADS_2