
Beberapa jam mereka perjalanan, akhirnya tepat di pukul 12 malam lebih sedikit mereka sudah sampai di Villa yang akan di tempati selama liburan
Untuk pengurus dan santri putra yang ikut akan tinggal di villa ke 2 karena jumlah mereka cukup banyak, sedangkan pengurus dan santri putri yang ikut hanya beberapa orang pun akan tinggal di villa yang pertama dengan keluarga Abizar
Mereka kemudian memarkirkan mobil tepat di halaman 2 villa yang bersandingan itu, sengaja Abi memesan yang tidak ada jarak antara villa 1 dan 2 agar umi dan abah bisa mengawasi santri putra
Orang yang mengurus villa pun juga langsung menyambut saat rombongan abah datang, ia juga langsung menyerahkan kunci villa pada Abi, selaku nama yang memesan
"Ini kunci nya ya pak" Ucap pria itu
"Terimakasih" Ucap Abi menganggukkan kepala dan ia juga memberi tip sedikit kepada pria itu karena menunggu keluarga nya pada dini hari seperti ini
"Ini kuci nya abah" Ucap Abi menyerahkan pada abah Anwar, karena Fifin masih tidur di dalam mobil jadi ia harus mengurus sang istri terlebih dahulu
"Kalau bisa jangan di bangunkan ya nak, kasihan" Ucap umi pada putra nya
"Njih umi" Jawab Abi patuh
"Ayo umi" Ajak abah pada istri nya
Ada 3 pengurus cewek yang ikut, yaitu mbak Silvi.. mbak Ila dan mbak Nabila yang memang tidak pulang, sedangkan santri putri juga masih ada yang di pondok karena tidak enak jika ikut keluarga abah berlibur
Siapa yang menjaga pondok darussalam jika semua keluarga nya sedang liburan seperti ini? Ada adik dari abah atau paman Abizar yang biasanya menjaga anak anak di pondok sebentar, hanya 2 hari saja karena Abi juga pulang ke rumah lebih awal
"Pelan pelan ning" Ucap Silvi yang menggandeng Aina saat berjalan
"Iya Silvi"
Abah, umi dan pengurus serta santri putri itu langsung masuk ke dalam villa 1 dengan membawa koper mereka dari rumah, karena rasa lelah dan mengantuk yang timbul jadi satu jadi tidak sabar untuk segera istirahat
"Mas Wawan, ini kunci nya... tolong dijaga dengan baik baik anak anak ini, kalau butuh sesuatu atau ada apa apa langsung telfon saya saja" Ucap Abi memberikan kunci villa 2 pada mas Wawan
"Njih gus... njenengan butuh bantuan nopo pripun?" Tanya Wawan sebelum ia masuk ke villa bersama santri putra
"Terimakasih... tapi saya bisa sendiri, lebih baik mas Wawan sama mas Abdul segera masuk saja ke dalam, kasian anak anak yang lain" Ucap Abi
Karena tidak hanya Wawan dan Eko yang ikut, tapi juga 6 orang santri putra berumur 15 - 16 tahun yang tidak pulang
"Njih gus... kalau gitu saya sama yang lain masuk duluan" Ucap Wawan membungkukkan badan nya sedikit lalu berjalan dengan menggiring anak santri yang lain
"Ayo masuk semua, langsung cuci kaki dan istirahat ya" Ucap Abdul dengan membawa tas milik nya sendiri, sedangkan tas anak anak juga mereka yang membawa sendiri
"Njih kang" Ucap santri putra serentak
__ADS_1
Ya... tapi pengurus hanya menyuruh sih, karena setelah memastikan anak anak berbagi kamar masing masing untuk istirahat, mas Wawan justru masih berdiri di depan jendela villa
Sebenarnya dia agak kepo dengan gus Abi, kenapa tidak minta bantuan saja? Karena ning Fifin masih tidur, sedangkan koper mereka saja belum dibawa masuk
"Mas Wawan astaghfirullah... ngintip ngintip" Ucap Abdul melihat Wawan yang menatap Abi dan Fifin dari dalam jendela dengan serius
"Sebentar aja kok mas" Ucap Wawan
"Astaghfirullahaladzim... tidak boleh mas, saru... ayo istirahat saja" Ucap Abdul
"Sebentat aja mas, kepo banget aku"
"Tidak boleh, sudah ayo" Ucap Abdul sambil menarik paksa tangan mas Wawan dengan sekuat tenaga agar teman nya itu tidak mengintip lagi
"Ah mas Abdul nggak asik" Ucap Wawan jengah, aih... padahal baru saja ia melihat gus Abi yang sepertinya akan menggendong sang istri tapi tidak bisa melihat full karena mas Abdul menarik tangan nya, lalu dengan langkah kaki yang malas, ia langsung mencuci kaki di kamar mandi dan istirahat satu kamar dengan mas Abdul
Sedangkan Abi yang baru selesai meletakkan koper nya di depan pintu itu langsung membuka pintu mobil bagian penumpang, yang mana sang istri sedang tertidur pulas
Ia kemudian merapatkan selimut pada tubuh istru nya karena diluar sangat dingin, dan ia tidak mau jika sampai bagian bawah atau rok Fifin terbuka saat ia gendong nanti
"Bissmillahirrahmanirrahim..." Ucap Abi saat mulai mengangkat tubuh istri nya dan terpaksa menutup pintu mobil dengan kaki karena kedua tangan nya sedang membawa beban berat
Abi berjalan masuk ke dalam villa dan langsung menuju kamar lantai atas, memang umi yang menyuruh mereka di kamar atas saja
Setelah merebahkan Fifin di ranjang villa yang serba putih itu, ia juga melepas sepatu dan hijab yang istri nya kenakan agar lebih nyaman ketika tidur
Kali ini mereka istirahat di kamar dengan nuansa modern, tapi ada pemandangan alami yang bagus dan bisa dilihat besok pagi
"Tidur yang nyenyak, mas ke bawah dulu" Ucap Abi
Setelah membawa satu koper yang berisi baju nya dan baju sang istri, Abi juga membersihkan diri tapi tidak mandi karena udara yang dingin disini dan langsung tidur satu selimut dengan istri nya
Abi tersenyum, udara disini memang cukup dingin... tapi sekarang ia bisa leluasa memeluk sang istri sampai tubuh mereka menghantarkan kehangatan satu sama lain
Cup!
Ia mencium kening Fifin dan masuk ke dalam alam mimpi.
~
Jam 3 dini Hari Abi sudah bangun dan membangunkan istri nya untuk sholat tahajud bareng, sebelum itu ia juga membuka ponsel sebentar untuk mengonfirmasi kejutan yang akan ia buat nanti
"Em... mas, ngantuk sekali" Ucap Fifin meregangkan badan nya
__ADS_1
"Nanti kena wudhu juga pasti tidak ngantuk kok" Ucap Abi tersenyum lalu membantu istri nya yang masih setengah sadar itu untuk mengambil air wudhu
"Allahu akbar.."
Selesai sholat tahajud dengan istrinya, karena diluar saat ini masih gelap, Abi berniat untuk mengajar istrinya soal pernikahan dan perceraian dalam bab fiqih
Fifin juga sudah terbiasa, sedang liburan atau tidak... tetap saja Abi akan memberikan materi pelajaran padanya setiap hari saat selesai sholat tahajud maupun sholat subuh
"Adek dengarkan baik baik ya" Ucap Abi pada istrinya yang duduk di atas sajadah dan siap mendengarkan penjelasan suami nya
"Pernikahan itu biasanya sah sah saja asal ada wali kan? Tapi sebenarnya ada juga pernikahan yang dilarang atau tidak sah meskipun ada wali disitu" Ucap Abi mulai menjelaskan
"Oh iya? Kenapa memangnya kok dilarang?" Tanya Fifin penasaran
"Jadi...
Oke disini ada catatan perihal syarat pernikahan dan macam macam pernikahan yang tidak diperbolehkan oleh agama, setelah nya Abi juga menjelaskan soal perceraian melalui talak
Talak hanya bisa di ucapkan oleh pihak suami, jika pihak perempuan mengucap talak pun talak itu tidak sah, kalau dari pihak istri ingin bercerai maka harus menggugat suaminya langsung di pengadilan agama
"Kenapa kok wanita tidak diberikan hak talak?" Tanya Fifin
"Ya karena wanita itu lebih gampang marah dan sensitif, sedangkan talak jika di ucapkan baik serius, bercanda atau tidak sengaja itu sudah terhitung talak sayang... kalau laki laki jika soal cinta masih bisa berpikir dengan logika dan lebih berhati hati soal ucapan talak, tapi kalau perempuan? Lebih sering ngambek karena kebanyakan mereka memakai hati daripada logika, misal ngambek sedikit lalu istri nya mengucap talak dan dihitung sah maka bisa bahaya kan? Bisa sering terjadi perpisahan, maka dari itu talak hanya dihitung sah jika dari pihak suami saja"
"Ohh....gitu" Fifin mengangguk anggukkan kepala nya, memang benar sih... jika talak dihitung sah dari pihak istri, maka ngambek sedikit pun para istri langsung mengucap talak walau hanya perihal yang sepele tanpa memikirkan terlebih dahulu, yang penting emosi nya tersalurkan
"Ada yang mau adek tanyakan?" Tanya Abi sebelum dia mengakhiri belajar hari ini
"Em... kalau hukum talak atau cerai itu makruh kan?" Tanya Fifin dan sang suami menangguk sebagai jawaban nya
"Nah trus kalau memang rumah tangga nya sudah tidak bisa di pertahankan, atau masalah besar lah... itu gimana?" Tanya Fifin
"Memang benar kalau hukum cerai atau talak itu makruh menurut madhab imam syafi'i, boleh dilakukan tapi tindakan itu di benci sama Allah.. dan kalau dalam fiqih hukum bercerai itu bisa terbagi juga sesuai kondisi rumah tangga pasangan itu"
Fifin mendengarkan penjelasan Abi dengan fokus, ia ingin memiliki pengetahuan lebih yang mana juga berguna untuk masyarakat umum
"Gimana? Adek sudah paham kan?" Tanya Abi
"Paham, lalu kalau soal orang orang yang katanya memiliki 4 istri tu sunnah dan mengikuti rasulullah, sumber nya dari mana?" Tanya Fifin lagi, ketika nyambung dengan materi maka ia akan lebih banyak bertanya.
__ADS_1
°