Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
25. Alun alun


__ADS_3

Ting tong!


Bunyi bel kamar yang terdengar itu langsung membuat Fifin bangun, hal pertama yang ia lihat saat membuka mata tentu saja wajah sang suami yang sangat dekat dengan nya


"Hah? Loh kok? Kok dekat banget muka kita?" Ucap Fifin lirih dengan wajah nya yang risih risih salting, tapi... wajah Abi memang ganteng sih wkwk, apalagi hidung nya yang mancung dengan kulit bersih itu


Fifin lebih kaget ketika menyadari posisi kaki nya sendiri naik di paha Abi, lengan nya di pundak Abi, dan Abi juga ikut membalas dengan merangkul punggung nya


"Ya Allah, ini tingkahku waktu tidur tadi?" Batin Fifin kaget, ternyata dia banyak tingkah ketika tidur tidak di dampingi guling


Ting tong! Bel kamar kembali berbunyi karena Fifin yang tidak bergegas membuka pintu


"Astaghfirullah" Ucap nya dan langsung menurunkan kaki nya dari paha Abi, juga perlahan melepas pelukan Abi pada badan nya


Fifin lantas turun dari ranjang dan memakai cardigan dengan hijab instan, mungkin Biba yang datang di siang siang begini


Ceklek!


"Assalamualaikum, lama banget" Gerutu Biba yang capek berdiri di depan pintu kamar hotel itu


"Waalaikumsalam, iya maaf tadi lagi tidur" Ucap Fifin menerima laptop yang Biba kembalikan pada nya


"Pengantin baru bertanam mulu, mana suami nya?" Tanya Biba sambil menggoda teman nya


"Ya enggak lah, masih tidur siang.. udah sana, udah ngambil kunci kamar nya kan?" Ucap Fifin


"Udah, terimakasih ya.. sayang banyak banyak" Ucap Biba tersenyum sambil tangan nya membentuk lope lope


"Iya sama sama" Ucap Fifin ingin menutup pintu, namun segera ditahan oleh Biba


"Ha? Kenapa?" Tanya Fifin yang membuka kembali pintu kamar nya


"Udah suntik ** belum? Antisipasi itu perlu.. kamu kan juga nakes harusnya paham dong" Ucap Biba


Fifin terdiam sejenak, memang sih suntuk ** biasanya dilakukan calon pengantin 2 minggu sebelum menikah, karena berguna untuk mencegah infeksi bakteri clostridium tetani ( bakteri penyebab tetanus) pada daerah inti, Saat melakukan hubungan badan untuk pertama kalinya


"Iya udah kok, makasih ya udah di ingetin" Ucap Fifin berbohong, padahal mah belum... kalau jawab belum suntik **, nanti Biba bisa tahu dong kalau Fifin dan Abi belum pernah berhubungan badan?


"Oalah.. yaudah, aku ke kamar dulu.. jangan lupa kasih aku keponakan yang unyu unyu ya..bayy assalamualaikum" Ucap Biba tersenyum dan kabur ke kamar yang sudah di pesan Fifin tadi


"Waalaikumsalam" Jawab Fifin geleng geleng kepala sambil menutup pintu, bisa bisanya Biba meminta keponakan saat dia sendiri belum memikirkan soal anak 


"Loh sudah bangun?" Tanya Fifin


"Iya" Jawab Abi yang duduk saat sedang mengumpulkan nyawa,

__ADS_1


"Yaudah sholat dzuhur ayuk" Ajak Fifin pada suami nya itu


Abi mengangguk dan mengambil wudhu bergantian dengan Fifin, jika biasanya Abi akan sholat di musholla bareng anak anak baik di sekolah atau di rumah, sekarang ia berjamaah berdua saja dengan sang istri seperti yang pernah mereka lakukan


"Assalamualaikum warahmatullah..."


"Assalamualaikum warahmatullah..."


Abi lalu menoleh ke belakang dan memberikan tangan nya, Fifin juga menyambut tangan itu dengan baik dan mencium nya, tapi... tiba tiba terasa ada benda kenyal yang menempel di dahi nya


"Eh, tumben?" Batin Fifin yang kebingungan


Ya... Abizar tanpa permisi sudah berani mencium dahi sang istri setelah sholat, hanya sebentar lalu lanjut dengan wirid dan do'a


"Eh mas kamu tadi ngambil kesempatan dalam kesempitan ya?" Ucap Fifin menatap curiga sambil memicingkan mata nya


"Kesempatan apa?" Tanya Abi yang sedang menaikkan suhu AC kamar ini karena gerah rasanya


"Tadi peluk peluk aku waktu aku tidur" Ucap Fifin memanyunkan bibir nya


"Enak aja, yang peluk aku duluan sambil naikin kaki nya ke paha aku siapa coba?" Tanya Abi yang mengembalikan pada fakta nya


"Masa aku?" Tanya Fifin menunjuk dirinya sendiri, seolah tidak percaya dengan ucapan suami nya


"Iya, kamu yang tiba tiba naikin kaki ke paha aku.. trus kamu juga peluk peluk aku, emang lagi mimpi apa sampai tidur nya bertingkah gitu?"


"Kasian aja kalau berpeluk sebelah tangan, mending dibalas kan?" Ucap Abizar dengan senyum jahil nya


"Kamu mah!!!" Ucap Fifin kesal


"Hahaha" Abi tertawa, ia justru suka ketika melihat Fifin yang kesal ketika digoda


Mereka kemudian bersiap untuk keluar karena Abi memang mengajak jalan jalan kan tadi? Jadi lah mengganti baju dengan gamis yang cantik,  sedangkan Abi juga memakai celana dengan kaos lengan pendek


"Kita mau kemana?" Tanya Fifin saat sudah duduk cantik di dalam mobil


"Ke alun alun mau kan?" Tawar Abi pada istri nya dengan pandangan fokus ke jalan raya


"Emm.. boleh" Jawab Fifin mengangguk, kemana saja dia juga mau karena tidak ada tempay tertentu yang ingin dia kunjungi sekarang


"Oh iya.. kamu berarti udah sempro ya?" Tanya Abi di sela sela perjalanan


"Udah mas, kan selesai sempro baru skripsi" Jawab Fifin


Abi mengangguk karena dulu ia juga begitu waktu masih kuliah

__ADS_1


Hanya beberapa menit saja mereka sudah sampai di alun alun kota, dimana ada banyak sekali jajanan disana dan Fifin juga menyukai hal itu


"Kalau mau beli, beli aja" Ucap Abi


"Siap" Jawab Fifin tersenyum karena ia memang suka dengan yang namanya jajan, lalu ia membeli beberapa jenis dan duduk di meja bangku yang sudah disiapkan untuk pengunjung umum


Alun alun ini sepeti taman yang sejuk dan asri karena banyak pepohonan, ada juga taman anak anak yang pastinya ramai berlari kesana kemari, melihat hal itu Fifin tersenyum


"Kenapa?" Tanya Abi


"Suka aja liat anak anak, dan akhirnya profesi aku juga membantu seorang ibu yang melahirkan anak nya" Jawab Fifin


"Alhamdulillah" Ucap Abi, ya ikut bahagia juga ketika cita cita Fifin tercapai


"Oh iya ayo foto" Abi mengeluarkan ponsel nya dan membuka kamera depan


"Satu.. dua.. tiga"


"Bagus bagus" Jawab Fifin melihat hasil foto selfie mereka berdua barusan



"Tapi kalau mau post dimanapun tutup muka aku ya, bukannya apa apa tapi aku tidak mau kalau wajahku ada di sosmed walau aku enggak bercadar sekalipun" Ucap Fifin


"Iya, aku mengerti" Jawab Abi paham, ia sudah mendengar cerita Fifin saat dulu ada seorang pria yang menyukai nya bahkan sampai mengambil foto Fifin dari sosial media untuk dijadikan wallpaper


Karena sangat risih, jadilah Fifin menghapus foto foto di sosmed dan tidak menunjukan muka nya lagi, orang orang hanya bisa melihat wajah nya secara langsung


"Iya gak papa, aku juga seperti itu" Ucap Abi sambil mengelus pundak Fifin, memang sih foto wanita itu kebanyakan bisa menciptakan fitnah sekalipun ia berfoto dengan pakaian tertutup


"Dek, nanti malam belajar ya.. aku ajarin" Ucap Abi


Glek! Fifin menelan ludah, beneran ini nanti di ajari Abi soal ilmu agama kan? Tapi materi nya apa? Kok agak agak serem gini


"Belajar apa?" Tanya Fifin


"Yang umum umum aja, soal bacaan tajwid" Jawab Abi karena saat mengaji pun sang istri masih ada beberapa kalimat yang salah pengucapan


"Iya deh" Ucap Fifin pasrah sambil terima nasib saja, toh sudah resiko menikahi seorang gus dan itu juga akan menjadi ilmu yang baik untuk nya


"Aku tidak galak kok, paling kalau ada yang aku ajarin terus tidak bisa ya di pukul pakai rotan saja" Ucap Abi yang bercanda dan menakuti istrinya saja


"Aku bilangin umi nih... anaknya mau kdrt" Ancam Fifin memicingkan mata nya


"Hahaha, bercanda" Ucap Abi tertawa, dalam hal mengajar ia memang sabar menghadapi anak anak

__ADS_1


...


btw ini dari tgl 16 subuh aku udah setor bab tapi sampai sekarang pun belum lulus review, nggak tau ini lulus nya kapan


__ADS_2