
Jam 1 siang Fifin baru bangun setelah perang tadi, ia meregangkan badan dan sontak menoleh ke samping saat melihat suami nya yang hanya menggunakan handuk di pinggang
"Sudah bangun?" Tanya Abi melangkah mendekat
"Sudah lewat dzuhur, sholat dulu ayuk" Ajak Abu
Fifin mengangguk sambil mengucek ucek mata nya dengan kedua tangan, untuk menetralkan dan membiasakan diri dengan cahaya
Setelahnya ia melirik Abi dengan mendongak ke atas dan langsung mengalihkan pandangan nya ke yang lain
Dag dig dug "Ya Allah... malu" Batin Fifin ingin menangis
Abi tersenyum saat melihat istri nya yang sedang salting brutal "Kenapa?"
"Ngantuk" Jawab Fifin yang kembali meletakkan kepala nya di atas bantal
Abi mendekatkan bibir nya ke arah telinga Fifin "Ngantuk atau kecapekan?" Goda nya menaik turunkan alisnya sambil senyum sok ganteng menurut Fifin, padahal mah ya memang ganteng
Mata Fifin langsung melotot saat mendengar godaan Abi tadi, ia lantas menarik selimut putih dengan cepat hingga menutupi seluruh kepala nya
"Hahaha.. kenapa? Kok pakai selimut lagi sih? Ayo bangun" Ucap Abi sembari tertawa dan berusaha membuka selimut istri nya
"Gak, gak mau" Ucap Fifin sangat malu dan kembali menutup wajah nya dengan selimut
"Hahaha, kenapa sih? Udah ayo sholat dulu" Ucap Abi sambil membuka kembali selimut itu
Fifin memegang erat selimutnya sambil berucap "Iya tau waktu nya sholat, tapi kamu jangan godain aku terus ih aku malu"
Abizar merasa sangat gemas sekali dengan istri nya sampai sampai ingin menggigit pipi itu sekarang "Enggak, cuman... tadi" Ucap nya terhenti sambil senyum senyum salting saat mengingat kegiatan mereka beberapa jam yang lalu
Fifin kembali menutup wajah nya dengan selimut "Kan... jangan ledekin aku terus ih kamu mah" Ucap nya kesal
"Hahaha..." Abi kembali tertawa melihat betapa lucu nya sang istri siang ini, ia kembali membuka paksa selimut tersebut
"Udah... mas mau bilang makasih sama kamu, udah memberi izin mas untuk... melakukan kewajiban seorang suami" Ucap Abi tersenyum dengan pandangan penuh cinta terhadap istri nya
Fifin tersenyum lalu mengangguk sambil menatap mata Abi dimana ia melihat rasa tulus dan kasih sayang yang dalam
"Udah, adek mandi dulu" Ucap Abi
"Iya" Jawab Fifin ingin bangun, tapi dia masih dalam keadaan naked jadi bingung harus bagaimana, mas iya jalan ke kamar mandi ga pakai apa apa?
"Bisa bangun sendiri?" Tanya Abi
"Bisa lah" Jawab Fifin enggan dinilai sebagai wanita lemah, ia kemudian bangun untuk duduk dengan mengeratkan selimut di dada agar tidak kelihatan
Tapi.... Bruk! Pinggang nya seakan tidak bertulang dan lemas hingga ia kembali terbaring saat ingin duduk
"Astaghfirullahaladzim... separah apa sih kita tadi?" Batin Fifin heran
"Tadi katanya bisa?" Ucap Abi terkekeh lalu kembali mendekat pada istri nya
"Jangan aneh aneh" Ucap Fifin memperingatkan
"Toh kalau beneran aneh aneh juga sudah halal" Ucap Abi enteng, ia kemudian menutupi seluruh tubuh istri nya dengan selimut lalu menggendong Fifin untuk ke kamar mandi
__ADS_1
"Kuat juga ya tenaga nya, ini orang apa kuda coba?" Batin Fifin agak heran saat dalam gendongan Abi, ia merasa bahwa Abi seperti orang yang tidak mempunyai lelah sama sekali dan berbeda dengan diri nya
Abi menurunkan Fifin tepat di depan pintu kamar mandi "Baju adek sudah mas siapkan di dalam"
"Oke, terimakasih" Ucap Fifin yang dengan cepat langsung menutup pintu kamar mandi
"Mandi nya perlu bantuan atau tidak?" Tanya Abi sengaja ingin menggoda istri nya
"Tidak, terimakasih" Jawab Fifin dari dalam dengan suara agak keras
Abi terkekeh, beuh... galak betul istri nya ini wkwk, ia kemudian memakai baju dan menyiapkan alat sholat mereka agar istri nya tidak perlu repot repot
"Assalamualaikum warahmatullah... Assalamualaikum warahmatullah..."
Abi memberikam tangan nya pada Fifin lalu mereka berdua berdo'a sambil berdzikir sebentar
"Ya Allah... jaga lah dan lindungi rumah tangga kami dalam kuasa mu ya Allah, berkahi dan ridhoi agar kami menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah" Do'a yanh Abi panjatkan dalam hati nya
Fifin pun sama "Ya Allah, maafkan hamba yang sempat menyalahkan takdirmu, tapi hamba mohon... berkahi dan lindungi keluarga kami ya Allah, lunakkan juga hati yang menyukai suami hamba dan berikan ia jodoh yang baik pula"
"Aamiin"
"Biar mas saja yang membereskan ini, adek duduk saja" Ucap Abi saat mencegah Fifin yang ingin mengembalikan peralatan sholat mereka ke tempat semula
Alis Fifin bertaut, tumben sekali? Ia kemudian melirik ke arah ranjang yang bentuk nya sudah tidak karuan, sprei kusut hingga ada noda darah disana
"Gimana cara ku bersihin nya coba?" Fifin bertanya tanya dalam hati, ia kemudian mencoba berdiri dan berjalan, tapi...
"Aww... sshhh" Ringis nya saat merasakan daerah inti yang masih sangat teramat perih
"Iya" Jawab Fifin yang mana ia juga tahu kalau setelah wanita berhubungan untuk pertama kali pasti rasa sakit itu masih tertinggal hingga beberapa waktu
"Udah adek istirahat saja" Ucap Abi mendudukkan kembali istri nya di sofa dengan perlahan
"Itu gimana? Kotor dan kalau orang lain yang bersihin juga adek pasti malu" Ucap Fifin menunjuk sprei kasur yang lecek itu
"Jangan khawatir, biar mas yang bersihin" Ucap Abi
"Kamu nggak keberatan? Enggak merasa jijik?" Tanya Fifin tidak enak hati
"Tidak, kenapa? Toh kamu istri ku kan? Kenapa harus jijik?" Ucap Abi seakan bodo amat dan dia mulai membersihkan semua area kasur tersebut juga mencuci sprei nya di kamar mandi hingga bersih sebersih mungkin
Setelah mencuci dan mengeringkan sprei itu, ia meletakkan di wadah lalu membantu istri nya untuk tiduran di kasur yang sprei nya sudah ia ganti tadi
"Adek disini saja, mas turun sebentar" Ucap Abi
"Tapi adek lapar, mau makan di bawah" Ucap Fifin kala merasa perut nya keroncongan karena belum makan siang
"Iya, biar mas ambilkan dan makan berdua disini" Ucap Abi mengelus sebentar kepala sang istri dan turun ke bawah sambil membawa wadah berisi sprei yang sudah dicuci itu
Tap tap tap!
"Mau kemana Abi? Sudah makan siang atau belum?" Tanya umi melihat putra nya baru turun
"Mau jemur ini karena sprei nya bikin gatal umi, habis ini Abi akan makan sama Fifin" Jawab Abi berusaha tidak salting dan bersikap biasa saja di depan ibu nya
__ADS_1
"Tadi waktu makan siang sudah mas Eko panggil dan ketok pintu kamar kamu beberapa kali, tapi kamu tidak kunjung keluar juga" Ucap abah menyahuti
Fahri yang sedang duduk di ruang keluarga bersama Aina juga putri mereka pun ikut menoleh ke Abi, karena tumben pria itu sulit di bangunkan
Sedangkan mbak mbak pengurus, mas mas pengurus juga beberapa santri sedang jalan jalan di dekat area villa, ada juga yang sedang bermain di halaman depan
"Iya, tumben banget kamu susah di bangunkan" Ucap Aina menyahuti
"Hehe.. njih bah ngapunten, tadi memang ngantuk sekali karena habis mengobrol banyak sama Fifin" Ucap Abi terkekeh sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal
Abizar merasa kikuk saat kedua orang tuanya tiba tiba terdiam sambil senyum senyum dan menatap nya, ia pun juga langsung mengalihkan perhatian
"Eh... kak Aina sudah boleh jalan?" Tanya Abi karena tadi pagi kakak nya itu masih bedrest saja
"Iya, kata Fifin boleh kok latihan jalan asal pelan pelan dan hati hati" Jawab Aina
"Oh..." Ucap Abi mengangguk anggukkan kepala lalu permisi ke belakang sebentar untuk menjemur sprei tadi
Aina menatap kedua orang tuanya "Tumben sekali wajah nya berseri seri dan beda dari biasanya, iya kan abah? Umi?" Ucap nya meminta pendapat
"Ya... entah apa yang terjadi" Ucap umi mengedikkan bahu sambil senyum senyum sendiri
"Kita ikut senang saja karena hubungan mereka sepertinya membaik" Ucap abah yang tersenyum tapi dengan perasaan nya juga ikut gembira, alhamdulillah... sepertinya cucu kedua insya Allah bakal launching ini mah
"Oh iya, untuk namanya putri kalian bagaimana nak?" Tanya umi
"Nama nya boleh di umumkan saat mengadakan aqiqah di rumah kan umi?" Tanya Aina karena ia dan suami masih memilah milih nama yang bagus
"Boleh kalau memang mau memberi kejutan" Jawab umi
Klontang! Tiba tiba ada suara tutup panci yang jatuh, umi kemudian melihat ke arah dapur dan ternyata ada Abi yang sedang memegang dua piring
"Kenapa Abi?" Tanya umi
"Mau ngambil makan untuk Abi dan Fifin umi" Jawab Abi agak malu karena menunjukkan suara bising saat tidak sengaja menyenggol tutup panci
"Hati hati nak, ada bayi yang gampang kaget disini" Ucap abah mengingatkan dan untung cucu nya tidak menangis
"Njih bah... ngapunten"
"Kenapa makan di atas nak? Fifin tidak apa apa kan?" Tanya umi panik dan khawatir pada menantu nya
"Mboten umi, Fifin baik baik saja kok... cuman memang badan nya agak demam, mungkin efek samping" Jawab Abi
"Efek samping apa?" Tanya umi bingung
"Eh... anu umi, tadi Fifin minum pereda sakit kepala jadi memang badan nya sudah hangat sebelum minum obat" Jawab Abi yang agak mumet, alasan apa lagi yang harus ia buat saat menerima pertanyaan seperti ini?
"Ya sudah... kalau ada apa apa, bilang sama umi" Ucap umi
"Njih umi" Ucap Abi patuh dan bergegas ke atas dengan membawa makanan dua porsi untuk mereka
"Akhirnya... bebas dari pertanyaan yang bikin aku bingung" Batin Abi merasa lega seketika apalagi melihat senyum cantik Fifin saat ia sampai kamar, malah tambah lega lagi batin itu.
°
__ADS_1