
Setelah selesai makan, Fifin juga membelikan oleh oleh sesuai yang ia janjikan di pasar dekat warteg tadi
"Mau beli berapa?" Tanya penjual itu
Fifin agak bingung sih, tapi ya ia juga akhirnya memilih untuk membeli banyak oleh oleh. Itung itung berbagi pada teman nya meski habis nya juga lumayan banyak
"Sudah?" Tanya Abi dengan tangan kanan kiri nya yang penuh dengan oleh oleh
"Sudah" Jawab Fifin mengangguk dan mereka bergegas ke tempat parkir agar mas Wawan tidak menunggu terlalu lama
Dalam perjalanan, tangan Abi yang satunya iru ia gunakan untuk menggenggam tangan Fifin dengan erat sampai sampai enggan melepaskan
"Kenapa dari tadi gandengan terus sih?" Tanya Fifin karena tangan nya mulai pegal
"Ya biar tidak lari, daripada gandeng wanita lain, lebih baik gandeng istri sendiri kan?" Ucap Abi yang memang sangat sangat benar
Fifin langsung kicep ketika di ulti, ia lalu membuka kaca mobil agar angin segar dan dingin di daerah ini bisa masuk menerpa wajah nya
"Cantik sekali sih" Ucap Abi melirik istri nya sebentar
"Gombal" Jawab Fifin
"Cantik hijab nya maksud mas" Ucap Abi bercanda, memang benar kok istri nya sangat cantik ketika memakai gamis dan hijab yang dia belikan
"Dih yaudah nikah aja sama hijab" Ucap Fifin
"Kan sudah" Ucap Abi
"Beneran? Mana?" Tanya Fifin bingung ketika suami nya mengaku sudah menikah dengan hijab
"Hijab qobul sama kamu" Jawab Abi
"Eh... bisa bisanya" Ucap Fifin tersipu saat Abi membuat lelucon yang mampu menggetarkan hati nya, alhasil ia memeluk lengan suami nya dengan erat agar tidak kelihatan kalai sedang salting
Abi tertawa, gemas loh dia ini dengan Fifin seakan 24 jam rasanya pengen bareng terus kemana mana
"Kalau kita ditakdirkan punya anak dan kalau dia perempuan, mas berharap dia mirip kamu" Ucap Abi
__ADS_1
"Ya adek juga sama sih, kalau punya anak laki laki mau nya mirip mas Abi. Cuman ada satu yang jangan ditiru yaitu jahil nya, sudah cukup mas saja yang jahil, anak kita jangan" Ucap Fifin terkekeh
"Mas kan jahil hanya sama kamu" Ucap Abi yang mana ia diluar itu ramah namun tidak suka bergurau berlebihan apalagi sampai jahil
"Ohhh... gitu toh"
"Ehem...nanti di rumah hanya ada kita berdua sih, enaknya ngapain ya?" Ucap Abi bertanya
"Ishh jangan mesum" Ucap Fifin seketika tepok jidat, belum juga sampai di rumah udah mau rencana
"Itu adek duluan namanya yang mesum, orang mas lagi mikir enaknya nanti masak apa berdua di dapur biar romantis. Ih astaghfirullahaladzim.. adek itu pikiran nya kemana mana" Ucap Abi
Fifin seketika terdiam, kebanyakan digoda Abi sih jadinya ia ikut berpikir kemana mana padahal yang dimaksud suami nya bukan itu
~
Dua jam kemudian mereka sampai di rumah ndalem, dimana ada anak anak santri yang tidak pulang dan sedang bermain sepak bola di halaman, begitu pula pengurus lain yang ikut bergabung karena mereka belum pergi liburan
"Selamat datang kembali gus"
Kebiasaan, Fifin kalau habis perjalanan jauh itu selalu tertidur di dalam mobil dan ketika sudah sampai juga Abizar tidak tega membangunkan
"Ini kunci mobil nya gus" Ucap mas Wawan menyerahkan kunci mobil Fifin sambil membawa tas milik nya
"Iya mas, sekarang mas istirahat saja dulu... tidur biar capek nya hilang" Ucap Abi
"Njih gus, saya permisi dulu"
Abi kemudian menggendong tubuh istri nya pelan pelan agar tidak terbangun dan masuk ke dalam rumah, ia mengistirahatkan sang istri di kasur mereka juga melepaskan sepatu, hijab serta rompi gamis yang istri nya kenakan agar lebih nyaman ketika tidur
"Mas bebersih dulu ya..." Ucap Abi langsung pergi ke kamar mandi setelah mengecup sebentar bibir mungil itu, untuk koper dan oleh oleh gampang lah... nanti bisa ia keluarkan karena yang penting sekarang mereka istirahat terlebih dahulu
Sejujurnya perihal Nisa itu Abi sangat marah, dulu dia yang dicampakkan tapi ketika ia sudah menemukan kebahagiaan bersama sang istri, perempuan masa lalu yang sempat ia kagumi kini kembali lagi bahkan terang terangan ingin merusak rumah tangga nya
"Saya bisa sabar atas semua hal, tapi tidak apabila kamu mengganggu keluarga apalagi merusak rumah tangga saya" Gumam Abizar sambil memejamkan mata di bawah shower air hangat itu
Kepala nya seakan mau meledak dan sudah berasap mengingat soal Nisa, ia sendiri mengepalkan tangan sampai kemerahan dan urat nya terlihat
__ADS_1
"Ya Allah... sabarkan hamba atas cobaan ini, hamba yakin bisa melewati batu rumah tangga ini ya Allah"
Selesai mandi ia langsung mengeringkan badan dan memakai piyama, ketika balik ke kasur ternyata Fifin masih tidur pulas cuman posisi nya udah gak beraturan, kaki di mana badan dimana dan kepala nya dimana
"Kadang mas mikir kok bisa mas menikah dengan perempuan yang tidur nya banyak tingkah gini? Mana ngiler lagi" Ucap Abi terkekeh sambil tertawa lirih, walaupun kalau tidur malangkadak, ngiler dan lain lain tapi dia tetap cinta kok
Abizar mengaku kalau dia memang mencintai Fifin dengan apa adanya wanita tersebut, wanita yang tidak berlebihan dalam apapun
Note: karena Abizar orang nya kalem, jadi cocok lah ya punya istri kayak Fifin yang cukup aktif dan banyak tingkah. Biar saling melengkapi
Abi membenarkan posisi tidur istri nya agar badan itu tidak sakit kalau bangun, lalu ia berbaring di samping wanita tersebut, memeluk dengan gemas dan terbang ke dalam mimpi bersama
~
Dua jam Fifin tidur pulas, ia bangun dengan perasaan gelisah karena mimpi yang ia alami tadi, nafas nya seakan sesak dan bingung harus bagaimana
"Hah... hah... ya Allah, tenangkan hamba" Ucap Fifin dengan wajah nya yang sudah penuh keringat dan nafas ngos ngos an
Abi perlahan juga membuka mata karena terganggu dengan suara panik dari istri nya, saat menoleh ke kanan ternyata Fifin sedang duduk sambil memegang dada nya sendiri yang naik turun
Abi tentu saja kaget dan langsung duduk lalu memeriksa keadaan istri nya "Sayang, adek kenapa? Hmm? Kenapa?" Ia menangkup kedua sisi wajah istri nya dengan lembut
"Mas, adek bermimpi kalau mas di tabrak truk di jalan raya" Ucap Fifin panik dan bingung dengan mimpi buruk tersebut
"Istighfar sayang... ayo istighfar dulu" Ucap Abi
"Astaghfirullahaladzim.... astaghfirullahaladzim... " Kalimat istighfar itu terus menerus Fifin ucapkan sampai ia kembali tenang
"Mas, itu terasa nyata sekali. Adek takut" Ucap Fifin yang langsung memeluk suami nya dengan sangat erat
"Istighfar dek, itu hanya bunga mimpi saja... tetap berprasangka baik sama Allah, mas akan baik baik saja dalam perlindungan nya" Ucap Abi membalas pelukan sang istri dan mengelus elus punggung itu
"Mas... mulai sekarang harus hati hati kalau nyetir mobil, kalau bisa bawa supir saja, adek beneran takut" Ucap Fifin sedikit memaksa
"Iya, nanti kita bicarakan lagi ya... sekarang adek mandi dulu biar badan sama pikiran nya segar lagi, mungkin adek di ganggu jin karena pulang tidak cuci kaki langsung tidur" Ucap Abi
Fifin mengangguk lemah, ia kemudian berjalan gontai menuju kamar mandi karena dan Abi pun memilih untuk cuci muka karena ia sudah tidak bisa tidur lagi.
__ADS_1