
"Kok diam saja?"
Fifin yang ingin segera terlepas itu berusaha sekuat mungkin untuk mendorong pelan dada Abi dan langsung naik ke ranjang dengan menutupi seluruh tubuh nya
"Adek capek, ngantuk mau tidur" Ucap Fifin
Abi hanya menggelengkan kepala sambil mengelus dada nya sendiri "Sabar Abi... sabar" Batin nya
Ia lalu ikut tidur di samping istri nya, tapi ada yang aneh dan tidak biasa ketika Fifin di dekati namun justru membalikkan badan untuk membelakangi nya
"Mas normal dek, beneran... cuman memang mas tidak meminta hal itu karena ada alasan nya" Ucap Abi yang memeluk istri nya dari belakang
Fifin bisa mendengar ucapan Abi dengan jelas karena ia belum tidur, jika Abi berucap demikian... apa besok dia suntik T1 saja? Untuk jaga jaga apabila hal itu sungguh terjadi padanya
"Mas, adek besok harus bangun pagi.. jangan gigit pipi adek terus" Ucap Fifin ketika pipi nya yang mulus di uyel uyel terus oleh Abizar
"Loh... adek besok pagi mau kemana memang nya? Kan besok adek shift sore lagi" Tanya Abi
"Adek besok mau ke dokter" Jawab Fifib
"Adek sakit apa? Mana yang sakit? Kenapa tidak bilang sama mas?" Tanya Abi panik ketika istri nya menjawab demikian
"Adek mau vaksin mas, udah yuk tidur.. ngantuk" Jawab Fifin, ia tidak berbohong dan memang benar bahwa vaksin yang ia maksud adalah suntik T1 khusus wanita
"Oh... iya, mas kira kamu sakit apa" Ucap Abi yang kemudian menyuruh Fifin berdo'a sebelum tidur dan terlelap dalam mimpi bersama
~
Belakangan ini setelah mengaji subuh, Abi pasti akan mengajar nya beberapa soal ilmu agama, kenapa pagi pagi? Karena Fifin itu cepat mengantuk jika belajar di malam hari
"Mas, ini kitab warna kuning kok tidak pernah mas ajarkan ke adek?" Tanya Fifin saat mengembalikan kitab di rak dan ia melihat kitab yang belum pernah ia pelajari
"Ehh... itu memang belum mas ajarkan, kapan kapan saja" Ucap Abi menyimpan kembali kitab yang tadi Fifin pegang
"Emang nya kenapa sih mas? Kan semua kitab disini sudah mas tunjukkan dan mas jelaskan sama adek, cuman itu yang belum" Ucap Fifin makin penasaran dengan kitab yang bertuliskan fathul izar tadi
"Ya ada, nanti langsung praktek saja kalau ini" Ucap Abi yang seketika senyum penuh arti ke arah istri nya
Fifin membalas tatapan itu dengan penuh curiga, kitab apa sih yang enggan Abi tunjukkan padanya? Padahal ia kan penasaran
__ADS_1
"Eh mas, satu lagi yang mau adek tanyakan sama mas" Ucap Fifin
"Boleh, tanya apa? Soal kemarin lagi?" Tebak Abizar dengan tubuh nya yang tiba tiba menghimpit Fifin di depan lemari, persis seperti kemarin malam
"Kok aku di giniin terus sih dari kemarin?" Batin Fifin kaget dan ingin teriak saja rasanya
"Hmm... Adek mau nanya apa lagi? Kenapa dari kemarin mancing mas terus sih?" Tanya Abi lagi, kali ini ia bahkan mendekatkan wajah nya pada wajah sang istri, bahkan nafas nya saja bisa menyapu wajah Fifin
"E... adek cuman nanya aja, karena kebanyakan laki laki susah menahan itu.. jadi adek nanya, mas nggak bernaf*u sama adek?" Fifin memberanikan diri bertanya walau ia sambil memejamkan mata karea saking malu nya dengan posisi mereka berdua
"Mas juga laki laki normal dek, memang kalau mas meminta hal itu.. adek sudah siap?" Tanya Abi balik
Fifin menjawab dengan menggeleng keras, karena ia saja tidak pernah mendengar ungkapan Abi yang mencintai nya.. begitu pula dengan dia yang tidak pernah mengutarakan cinta pada Abi, bagaimana bisa ia menyerahkan tubuh nya pada sang suami saat mereka belum pernah mengakui soal cinta satu sama lain?
"Tuh... mas memang sengaja menunggu sampai adek siap dan ketika sudah ada cinta di antara kita" Ucap Abi walau jujur dalam lubuk hati ia sudah mencintai istri nya, tapi bibir itu masih terlalu kalu untuk berucap soal cinta
"Adek jangan mikir macam macam soal mas, mas menghargai kamu... jadi mas memikirkan soal perasaanmu juga" Ucap Abi yang semakin mendekatkan wajah nya hingga hidung mereka bersatu
Tubuh Fifin saja sampai tegang ketika ia merasa bahwa mereka benar benar menempel tanpa ada jarak sedikit pun
Tiba tiba Abi memegang pipi kanan istri nya, Fifin tersentak.. sambil masih terpejam ia bertanya "Mau ngapain?" Fifin menjadi semakin panik saat Abi menatap bibir nya dengan intens dan semakin mendekat
Akhirnya... runtuh juga pertahanan Abizar yang mati matian menahan agar tidak mencium istri nya, hari ini.. detik ini... untuk pertama kali ia mencium bibir Fifin dengan keadaan mereka yang sama sama sadar
"Hah?" Batin Fifin kaget dengan mata terbelalak ketika sebuah benda kenyal tanpa permisi itu menabrak bibir nya, tubuh nya juga seakan tersengat listrik
Readers : Ya Allah gus Abi... akhirnya
Author : Jangan nyenyir dan yang jomblo harap minggir, mari mendekat pada Allah saja yaðŸ˜ðŸ˜‚
Tubuh Fifin makin kaku rasanya ketika Abi belum melepas tautan itu, sesaat setelah sadar dari kaget nya... dengan cepat Fifin memukul pelan lengan suami nya
"Mas!!" Ucap Fifin kesal dengan rona merah yang mulai tampak di pipi itu
Abi hanya tertawa ringan sambil menjawil dagu istri nya "Dalem sayang? Kenapa?"
Fifin tidak menjawab namun ia justru mendorong pelan suami nya dan langsung berlari menuju kamar mandi
Setelah melihat istri nya berlari, Abi sendiri juga terdiam sambil memegang bibir nya, ini dia tidak halusinasi kan? Hari ini runtuh juga pertahanan nya, ia tidak menyangka dan entah darimana keberanian nya untuk mencium Fifin itu muncul
__ADS_1
Sedangkan di kamar mandi, Fifin sedang duduk di balik pintu dengan tatapan yang bingung
"Ini beneran? Tadi mas Abi nyium aku?" Batin Fifin bertanya tanya dan ia baru tahu, ternyata seperti ini rasanya dicium oleh pasangan, memang sudah sering tapi biasanya hanya di dahi dan pipi saja... untuk bibir malah pertama kali ini ia merasakan nya
"Sayang? Aaa....." Ucap Fifin girang sendiri mengingat Abi yang memanggil nya dengan sebutan sayang tadi
Beberapa menit salting sendiri di dalam kamar mandi, Fifin pun keluar dan melihat Abi yang sedang rebahan santai di atas kasur
"Kenapa? Mau lagi?" Tanya Abi sambil tersenyum dan bangun untuk menghampiri istri nya
Fifin menggeleng, sebelum Abi berbuat lebih jauh.. ia menyambar hijab instan lalu memakai nya dan berlari untuk keluar kamar, tapi... ternyata Abi memang mengikuti nya di belakang
Langsung saja ia mencari perlindungan, yaitu umi yang kebetulan berada di dapur untuk menyiapkan sarapan bersama bulek
"Umi... putra umi nakal" Ucap Fifin memeluk umi Rida dari belakang
Sedangkan Abi berjalan menuruni anak tangga dan menghampiri mereka di dapur dengan sangat santai seolah tidak terjadi apa apa tadi
"Abi... kamu apain anak umi?" Tanya umi Rida dengan membalas pelukan menantu nya
"Tidak Abi apa apakan kok umi" Jawab Abi sambil tersenyum melirik istri nya
"Sini"
"Enggak mau" Usaha Fifin sia sia karena Abi berhasil menarik tubuh nya hingga kembali berhadapan
Umi menggelengkan kepala sembari terkekeh, memang berkat Fifin lah rumah ini menjadi lebih banyak canda dan tertawa
"Kok bilang mas nakal? Emang kamu mas apain?" Tanya Abi dengan tangan itu yang bergerak langsung menggelitiki pinggang istri nya
Detik kemudian Fifin tertawa, ia tidak kuat menahan gelitikan itu sampai tubuh nya lunglai dan Abi menopang badan istri nya agar tidak jatuh
"Abi... sudah, kasihan" Ucap umi, ia tahu kalau putra nya itu sangat gemas dengan sang istri, tapi kasihan juga kalau di gelitiki terlalu lama
"Bercanda kok umi, hehe.. maaf" Ucap Abi menggaruk tengkuk nya sendiri
"Kan.. rasain tuh di marahin umi" Ledek Fifin menjulurkan lidah nya dan kembali memeluk umi Rida seperti tadi.
~
__ADS_1
Huaaa... mana ini pendukungnya gus Abi sama Fifin?