Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
69. Bareng anak anak


__ADS_3

Sembari menunggu waktu sholat dzuhur, ia akan mengabari pegawai butik dan membicarakan soal inovasi baru juga apa saja yang orang orang permasalahan atau yang dirasa kurang dari butik mereka, dari metode pelayanan, servis dan yang lain nya


"Mungkin kita bisa juga mengeluarkan gamis yang di dominasi batik, cukup menarik dan bernilai kan?" Ucap Abi yang sedang meeting online dengan beberapa karyawan nya


"Iya pak, apalagi batik di luar negeri juga memiliki nilai yang tinggi"


"Tapi kita harus mendesain sebaik mungkin untuk memadukan batik dengan gamis kan?"


"Iya, tapi kalau berhasil dan laku justru butik akan semakin berkembang. Apalagi batik juga kebanggaan indonesia"


"Iya, saya setuju saja soal dominasi batik kali ini" Ucap Abi setelah mendengar beberapa argumen para karyawan


"Tapi pak, harga kain batik itu cukup mahal kan? Apa tidak masalah jika menggunakan uang butik untuk membeli banyak kain batik?"


"Iya, tapi saya akan mengusahakan untuk mencari suplier kain batik yang bagus dan soal biaya insya Allah saya bisa menangani nya" Ucap Abi karena jika produk mereka jadi maka keuntungan yang di dapat juga berlipat lipat


"Mas Abi..." Ucap Fifin keluar dari walk in closet dan masih memakai bathrobe saja


Abi mengernyit ketika melihat istri nya seperti itu, tumben? Biasanya kalau ke kamar juga langsung rapi pakai baju


"Ehem.. dalem sayang" Abi berdehem dan menunjuk laptop nya, memberi kode bahwa ia masih meeting jadi jangan sampai istri nya muncul dengan aurora terbuka seperti itu


"Iya adek tau kok, tapi adek mau makan sesuatu" Ucap Fifin mengelus elus perut nya


"Iya sayang, habis ini ya... sebentar" Ucap Abi lalu kembali beralih pada laptop yang menampakkan muka aneh para karyawan nya, kenapa aneh? Ya karena mereka baru melihat bos yang hari ini menunjukkan kebucinan pada istri nya


"Kenapa? Ada yang perlu di tanyakan?" Tanya abi


"Eh... anu"


"Tidak kok pak"


"Iya pak, silahkan dilanjut kegiatan nya"


"Ya sudah, pembahasan sampai disini saja ya... kalau kurang jelas bisa tanyakan lewat whatsapp saja, assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" Jawab mereka serentak dan tit! Abi mematikan mengakhiri meeting online itu

__ADS_1


"Pripun sayang?" Tanya Abi pada istri nya


Fifin langsung menghampiri suami nya yang sedang duduk di meja kerja, awalnya ia hanya berdiri tapi Abizar langsung menarik pinggang nya hingga ia terduduk di pangkuan paha kokoh itu dengan membelakangi Abi


"Pripun? Tadi mau apa?" Tanya Abi lagi


Fifin sebenarnya menahan geli dan canggung saat ia duduk di pangkuan sang suami, tapi untuk apa canggung? Toh ia juga sudah melihat semua bagian tubuh suami nya tanpa terkecuali, begitu pun sebalik nya


"Adek mau makan yang berkuah dan rasanya pedas" Ucap Fifin


"Boleh tapi tidak boleh sering sering, makanan sepeti itu tidak sehat sayang..." Ucap Abi


"Iya kan adek sudah lama tidak makan itu, bakso cuanki campur chili oil" Ucap Fifin sambil membayangkan betapa nikmat nya saat menyantap makanan itu


"Iya boleh sayang, tapi pesan antar saja... sekalian mas tanyakan sama anak anak mereka mau atau tidak" Ucap Abi membuka handphone nya dan menelfon salah satu pengurus di bawah, ia meminta tolong agar memberi tahu anak anak


Anak anak santri tenyata banyak juga yang minat, mereka sudah lama tidak jajan seperti itu dan memilih mie pedas. Tapi... Abi memberi peraturan jika mereka ingin makan mie itu maka level kepedasan tidak boleh di atas 2, karena itu sangat penting dan untuk menjaga kesehatan lambung anak anak


"Sudah? Jadi pesan apa saja?" Tanya Fifin ketika ia akan mengirim pesan pada tempat makan tersebut yang menyediakan layanan pesan antar


"Ini, nanti transfer saja karena mas tidak punya uang cash" Ucap Abi karena ia jarang membawa cash, bawa pun hanya sedikit dan habis saat mereka di puncak kemarin


Selesai memesan sambil menunggu makanan mereka datang, Abi mengajak istri nya untuk melihat konsep dekor resepsi mereka sekali lagi, mungkin ada yang kurang atau apa pun jadi masih bisa di tambahkan dari sekarang


"Bagus ya ini" Ucap Fifin melihat lihat dekor yang wedding organizer kirimkan lewat email Abizar


"Iya... kalau ada yang kurang bilang saja" Ucap Abi karena biaya dekor cukup mahal jadi ia mau memaksimalkan acara resepsi ini.


"Konsep nya garden dan tertutup, em... gimana kalau atap nya di tambahkan dengan aksen kaca? Pakai akrilik saja agar tidak mudah pecah" Ucap Fifin meminta persetujuan suami nya


"Boleh, nanti mas sampaikan ke pihak WO nya" Ucap Abi tersenyum sambil mengelus elus rambut halus istri nya


"Kenapa?" Tanya Fifin malu karena di pandangi terus menerus


"Sudah tenang sayang?" Tanya Abi balik


"Sudah. Tapi... mas janji ya hati hati kalau pergi kemanapun, bawa kang Wawan atau yang lain nya biar lebih aman" Jawab Fifin

__ADS_1


"Injih sayang... nanti mas pikirkan lagi ya, adek tenang saja dan terus berdo'a yang baik sama Allah" Ucap Abi tidak ambil pusing dengan mimpi sang istri yang menurutnya hanya bunga tidur saja


"Njih mas" Ucap Fifin mengangguk, ia yang awalnya membelakangi Abi kini memutar badan dan duduk ala koala sambil bersandar di dada suami nya


"Tumben adek manja sekali hari ini?" Tanya Abi yang mengeratkan pelukan nya pada sang istri, semoga kursi nya gak rusak karena menampung bobot tubuh mereka berdua


"Adek habis baca baca di internet katanya suami tuh suka kalau istri nya agak manja" Ucap Fifin walau dia ini tipe independent woman alias tidak suka bermanja manja, tapi ia akan mencoba untuk bersikap manja pada suami nya agar tidak kecantol wanita lain juga


"Iya memang benar, tapi kalau suami nya sudah cinta meski istri nya manja atau tidak tetap saja cinta. Juga apapun cobaan yang dilalui kalau memang tipe nya setia ya tetap saja setia dek" Ucap Abi


Ya... meski laki laki ini kerja nya jauh atau LDR sama istri nya, kalau dia memang setia juga kerja dimanapun bakal setia, walau kebanyakan mendua ya😭 tapi tetap do'a sama Allah untuk dapat jodoh yang baik ya gess ya😙🖤


"Sudah ayo adek ganti baju dulu, kita makan bareng bareng sama anak anak di bawah" Ucap Abi


"Oke mas" Jawab Fifin, tapi sebelum berdiri ia terlebih dahulu mengecup sebentar bibir sang suami dan langsung lari ke dalam untuk ganti baju


"Eh... udah berani ya sayang? Iya?" Ucap Abi sambil tertawa dan sedikit mengeraskan suara nya, ia tersenyum dan menggelengkan kepala karena gemas dengan sikap istri nya


~


Fifin yang sudah cantik memakai hijab serta gamis dan Abi juga sudah duduk manis di teras bawah bersama anak anak dan pengurus yang masih disini, karena makanan dan jajanan sudah sampai jadilah mereka langsung makan bersama


"Wah alhamdulillah..."


"Alhamdulillah, nikmat sekali"


Abizar dan Fifin sama sama tersenyum melihat anak anak yang sudah bahagia ketika dibelikan makanan


"Terimakasih ya gus Abi" Ucap mas Wawan mewakili anak anak santri semuanya


"Sama sama" Jawab Abi


"Oh iya mas, nanti ngobrol sama saya sebentar bisa ya?" Tanya Abi


"Njih gus, saget" Jawab mas Wawan ( saget : bisa )


Fifin yang mendengar sepertinya tahu arah pembicaraan suami nya dan kang Wawan ini kemana, ehem... sepertinya Lia akan segera mendapat jawaban

__ADS_1


Ia lalu menikmati bakso cuanki pedas yang sudah di idamkan, sesekali juga menyuapi suami nya yang memesan menu berbeda.


__ADS_2