
"Mbak, Fifin keluar dulu ya... bebersih dulu, nanti Fifin kesini lagi untuk membantu proses pengeluaran asi"
"Iya Fin, terimakasih ya" Ucap Aina tersenyum
"Njih mbak, sama sama"
Fifin kemudian keluar kamar setelah menjahit dan membereskan alat alat milik nya, dan begitu keluar juga ada sekeluarga yang masih menunggu
Abah langsung berjalan pelan menuju menantu nya dan menggenggam tangan itu dengan erat seraya berucap "Terimakasih banyak ya nak Fifin"
"Njih abah sami sami,Fifin ke atas dulu bersih bersih" Ucap Fifin
Abah dan umi juga masuk ke dalam kamar putri nya, karena Aina tadi sudah di pakaikan baju bersih, untung nya tadi Fahri membawa perlengkapan melahirkan jadi Fifin bisa memasangkan pembalut untuk masa nifas dan di beri selimut bersih, jadi tidak masalah jika keluarga nya ingin masuk
"Dek" Panggil Abi mengikuti istri nya masuk ke kamar
Fifin tidak menjawab, ia melepas hijab dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tangan dan baju nya yang terkena noda darah
Tok tok tok!
"Dek, mas minta maaf ya.. ayo bicara sebentar" Ucap Abi mengetuk pintu kamar mandi
Tapi Fifin enggan menjawab, setelah mengganti baju ia masih sibuk mencuci alat alat yang dia pakai tadi
Ceklek!
Abi mundur ke belakang saat pintu kamar mandi dibuka, tapi Fifin tetap diam dan malah melewati nya hingga berdiri di depan meja
Tit, tit
Fifin memasukkan semua alat alat yang sudah dipakai tadi ke dalam mesin sterilisasi mini yang dia punya, ia memencet tombol on dan meninggalkan nya dengan duduk di ranjang karena sterilisasi butuh waktu
Abizar menghela nafas saat istri nya tidak menghiraukan nya sama sekali, kali ini Fifin memang benar benar ngambek
"Sayang, dek.. mas perlu bicara" Ucap Abi menghampiri dan menatap wanita nya
Fifin mengalihkan muka, jujur ia masih kesal dan sangat malas melihat wajah suami nya, ia lebih memilih untuk membuka ponsel untuk mengalihkan pikiran nya
"Sayang"
Merasa masih tidak dihiraukan, Abi langsung merebut handphone sang istri dan meletakkan di saku nya
"Apa sih? Jangan ganggu adek" Ucap Fifin kesal berusaha mengambil handphone nya kembali tapi dihalangi oleh Abi
"Mas perlu bicara sebentar" Abi menggenggam paksa tangan istri nya
"Gak mau" Fifin langsung melepaskan genggaman Abi pada tangan nya, cepat cepat memakai hijab instan dan turun ke bawah karena kesal dengan Abi
__ADS_1
Tapi... bukan Abizar namanya kalau gampang menyerah, ia juga ikut turun menyusul sang istri yang kelihatan nya pergi ke arah dapur
Fifin mengeluarkan buah semangka yang tinggal setengah dari kulkas, tanpa mengiris nya lagi... ia duduk di depan meja dapur, mengambil sendok dan langsung memakan semangka dingin itu
Abi gemas pada istri nya yang nampak kesal dengan pipi menggembung berisi semangka, hihi... imut nya
"Mas minta maaf, cium dulu dikit" Ucap Abi mendekat pada pipi istri nya
Plak!
Fifin memukul pelan tangan Abi dengan sendok sebelum bibir itu berhasil mendarat di pipi nya
"Aduh... KDRT ini namanya dek" Ucap Abi mengelus elus tangan nya
Fifin tidak peduli, ia hanya fokus makan dan dengan sekejap semangka separuh itu sudah habis masuk ke perut nya
"Loh... nak Fifin lapar? Mau umi buatkan makanan?" Tanya umi baru keluar kamar Aina dan kaget melihat Fifin makan banyak semangka
"Eh... mboten umi, memang sedang ingin makan semangka saja" Jawab Fifin nyengir
"Menantu umi kalau makan buah ini memang suka habis banyak, iya kan sayang?" Ucap Abi mendekat pada wajah istri nya dan cup! Mengecup singkat pipi itu juga
"Hehe... iya umi" Ucap Fifin senyum dan terpaksa bersandiwara seolah ia dan suami baik baik saja
"Oh... yasudah, umi ke kamar dulu ya sebentar" Ucap umi
"Iya mas minta maaf" Ucap Abi
Fifin melepas tangan Abi yang nangkring di pundak nya, ia lalu membuang kulit semangka itu dan menuju kamar Aina
Tok tok tok!
"Iya Fin, masuk saja" Ucap Aina
Fifin membuka pintu dan langsung masuk dengan di ikuti sang suami di belakang nya, selain mengikuti Fifin yang masih ngambek.. tapi dia juga ingin melihat wajah keponakan nya
"Masya Allah, cantik nya" Ucap Abi melihat wajah bayi itu di gendongan Fahri
"Mbak, Fifin bimbing untuk asi ya?" Tanya Fifin
Aina mengangguk sambil tersenyum, kemudian abah dan Abi keluar kamar jadi hanya tinggal Fifin, Aina dan gus Fahri
Aina membuka kancing baju bagian atas, ia gendong dengan pelan putri pertama nya itu
"Jangan langsung dikasih ya mbak, dekatkan saja..." Ucap Fifin karena ini proses perlekatan Asi, jadi tidak langsung di susui
"Iya" Ucap Fifin menurut, perlahan kepala putri nya itu bergerak dengan mulut seolah mencari sumber asi nya
__ADS_1
Dan... berhasil, mulut bayi itu seketika mengecap dan menghisap sumber makanan nya sendiri
"Alhamdulillah" Ucap Fifin tersenyum
Aina juga tersenyum sambil terus memandangi putri nya, memang ketika memberi asi pertama kali itu rasanya sedikit nyeri, tapi tidak apa apa... rasa itu tergantikan saat melihat putri nya menyusu dengan baik
"Biasanya bayi nol bulan menyusu sekitar dua puluh sampai tiga puluh menit mbak" Ucap Fifin
"Iya Fin, akan mbak ingat"
"Deras kan mbak asi nya?" Tanya Fifin
"Tidak terlalu Fin, tapi tidak jadi masalah kan?" Tanya Aina balik
"Oh iya? Kalau gitu untuk melancarkan asi bisa pakai pijat oksitosin, nanti Fifin kirim cara nya saja dan biar suami mbak Aina yang membantu" Ucap Fifin karena ya tidak etis saja kalau dia yang memijat pay*dara Aina
"Terimakasih banyak ya Fin" Ucap Aina
"Iya Mbak sama sama, Fifin tinggal dulu ya" Ucap Fifin karena sudah ada gus Fahri juga yang menemani
"Iya Fin" Ucap Aina mengangguk
Fifin keluar kamar dan mengambil handphone nya yang diletakkan di meja ruang keluarga oleh Abi
"Mau kemana?" Tanya Abi
"Ada deh" Jawab Fifin secuek mungkin karena mbak pengurus juga sudah masuk kamar sedangkan abah pun menyusul umi
Fifin yang sudah di kamar atas pun mematikan alat sterilisasi tadi dan mengubah menjadi proses dry, sambil menunggu ia juga mengirim cara pijat oksitoksin pada Aina
"Hah? Itu buat apa?" Tanya Abi yang lagi lagi sudah berdiri di samping istri nya secara tiba tiba, betul betul kayak setan dah
"Melancarkan asi" Jawab Fifin tetap cuek karena Abi kalau tidak dijawab itu malah makin menjadi
"Ya udah, sudah selesai kan? Ayo istirahat dulu" Ajak Abi
"Duluan aja" Jawab Fifin karena ia masih menunggu alat itu kering
Abi menghela nafas, ia kemudian rebahan di ranjang dan membiarkan istri nya yang masih sibuk sendiri
"Kan.. emang ya laki laki tuh gak peka, bukan nya di bujuk malah ditinggal tidur" Batin Fifin makin kesal (biasalah ya.. cewek)
Setelah melihat Abi tidur pulas, ia melepas hijab dan ikut tidur satu ranjang tapi membelakangi suami nya.. karena sekarang sudah jam 2 malam jadi dia ngantuk berat.
°
2 kali enggak update kemarin karena tiba tiba sakit, mohon dimengertiš¤
__ADS_1