Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
51. Berangkat liburan


__ADS_3

Walau ada drama ngambek dari Fifin pada suami nya, tapi tetap saja perjalanan Abi dalam mengantar istrinya bekerja pun sukses dan kembali ke rumah dengan selamat


"Abi" Panggil Aina yang berada di teras sambil menunggu gus Fahri mengeluarkan koper 


dari mobil nya


"Assalamualaikum" Ucap Abi yang baru turun dari mobil nya


"Waalaikumsalam" Jawab Aina beserta suami


"Kenapa tidak langsung masuk saja?" Tanya Abi mengalami Aina dan tersenyum ketika melirik perut buncit itu


"Nungguin mas Fahri selesai" Jawab Aina


Fahri yang beru selesai mengeluarkan koper milik istri nya kemudian menutup bagasi, dan menyalami Abi.. selaku adik ipar nya


"Gimana kabarnya?" Tanya Fahri dengan ramah seolah melupakan pesan yang adik ipar kirim padanya


"Alhamdulilah, baik baik" Jawab Abi yang juga melupakan rasa kesalnya pad Fahri, ah... mungkin memang dia saja yang suudzon dan Fahri memang benar memiliki pekerjaan penting


"Ayo masuk masuk" Ajak Abi pada Aina dan suaminya untuk masuk ke dalam ruang keluarga


"Fifin mana?" Tanya Aina celingukan


"Baru berangkat kerja kak" Jawab Abi


"Ohh..."


Kemudian datanglah umi dari arah belakang yang tadi sedang mengobrol dengan bulek perihal menu makan siang anak anak nanti


"Putri umi ternyata sudah datang ya?" Ucap umi tersenyum dan mengelus sebentar perut Aina


"Mbah uti... habis ini aku lahir loh, jangan lupa sering sering gendong aku ya" Ucap Fifin menirukan suara anak kecil sambil tersenyum juga


"Insya Allah ya sayang" Ucap umi ikut bahagia ketika cucu pertama nya akan lahir, ia kemudian menoleh juga pada menantu nya yaitu Fahri


"Gimana nak Fahri? Sehat dan semua baik baik saja kan?" Tanya umi saat punggung tangan nya dicium dengan takzim oleh Fahri


"Alhamdulilah, semua nya baik baik saja umi" Jawab Fahri seperti biasa, dengan senyum nya dan adab pada orang tua yang tidak pernah dilupakan


"Abah dimana umi?" Tanya Aina


"Wah abah sedang ada urusan sama teman nya dan mas Abdul, jadi belum pulang nak" Jawab umi


Mereka kemudian mengobrol kesana kesini termasuk soal bayi Aina yang belum dibuat nama nya, sengaja nanti di umumkan ketika sudah lahir saja


"Umi... Fahri sebentar lagi harus kerja, jadi pamit dulu ya umi.." Ucap Fahri dengan tidak enak hati karena ia kesini hanya untuk mengantar Aina saja


"Loh kok buru buru nak?" Tanya umi


"Njih umi... ngapunten, Aina saya titipkan sama umi, abh dan mas Abi ya... maaf tidak bisa ikut" Ucap Fahri mulai berdiri dari duduk nya


"Ya sudah... iya tidak apa apa" Ucap Umi sedangkan Abi hanya menganggukkan kelala sambil menyimak


"Mas, Aina sama keluarga dulu ya" Pamit Aina pada suaminya sambil memberikan senyum yang ia punya


"Njih sayang... maaf mas tidak bisa menanami kamu" Ucap Fahri lalu mencium dahi dan pipi istri nya, terakhir ia juga mencium singkat perut buncit itu sambil mengelus nya


Melihat hal itu Alis Abi langsung terangkat, kakak nya dan Fahri itu sedang romantis kan sekarang? Berarti rumah tangga mereka memang sedang baik baik saja tanpa masalah, tapi... kenapa bisa istrinya alias Fifin itu khawatir pada Aina tanpa alasan?


"Lancar ya untuk pekerjaan nya mas" Ucap Abi lalu mengantar Fahri sampai mobil kakak ipar nya keluar dari gerbang


"Mas Wawan... sudah merundingkan nanti yang ikut siapa saja?" Tanya Abi pada Wawan yang terlihat masih sibuk dengan buku perizinan pulang

__ADS_1


"Insya Allah setelah ini gus, nunggu mas Abdul pulang juga" Jawab Wawan


"Oke, mas Eko... tolong dibantu ini mas Wawan nya" Ucap Abi pada Eko yang baru saja selesai buang hajat


"Njih gus.."


Jadwal apa yang dimaksud Abi? Maksudnya adalah jadwal liburan para pengurus, mereka tidak mendapat liburan sebanyak santriwan santriwati karena harus mengurus pondok ketika santri santriwati tidak ada


Seperti adzan dan jamaah di musholla pondok  seperti biasa, nanti yang tidak bisa pulang juga akan ikut liburan bersama keluarga abah.. namun tidak full satu minggu karena bergantian dengan pengurus yang lain


~


Jam 2 siang Fifin sudah pulang dan Abi juga sigap menjemput nya, dari 15 menit yang lalu ia sudah parkir di rumah sakit karena tidak mau istrinya menunggu lama lama


"Assalamualaikum... wah, tumben cepat sekali" Ucap Fifin membuka pintu mobil bagian depan ketika jam kerja nya sudah selesai dan turun ke bawah


"Waalaikumsalam.. iya, sengaja biar kamu tidak menunggu lama lama" Ucap Abi


Soal Fifin ngambek tadi bagaimana? Entahlah... masalahnya tiba tiba terselesaikan saja, karena Fifin kalau ngambek juga sebentar apalagi alasan nya adalah perihal yang sepele


"Mas" Panggil Fifin saat mereka sedang dalam perjalanan dan ia tiba tiba kepikiran soal satu hal


"Nggeh, kenapa?" Tanya Abi balik tanpa mengalihkan pandangan nya dari jalan raya


"Mas menyesal tidak? Karena mas tidak bisa menikah dengan orng yang mas cintai" Tanya Fifin mulai aneh aneh saja pikiran nya


"Tidak" Jawab Abi tegas


"Kenapa?" Tanya Fifin


Abi lantas tersenyum dan berucap "Menikahi yang dicintai itu bonus, tapi mencintai yang dinikahi itu harus"


Fifin mengangguk angguk "Berarti mas menikah sama adek tidak dapat bonus nya dong?"


"Ya dapat dong, bonus nya mas bisa belajar mencintai apa yang ditetapkan Allah untuk mas" Ucap Abi


"Enggeh sayang" Jawab Abi membenarkan sambil menarik tangan kanan istri nya dan mencium lembut tangan yang halus itu


"Tuh kan... sikapnya bikin salting, tapi gak pernah confess" Batin Fifin dalam hati sambil membiarkan saja tangan nya yang berada dalam genggaman Abi


Saat sampai di rumah, Fifin terbelalak saat melewati halaman gerbang pondok putri yang mana sudah banyak sekali kendaraan orang tua para santriwati hingga mas Eko turun tangan untuk menertibkan


Sedangkan saat mau memasukkan mobil ke carpot juga agak susah, karena halaman depan rumah alias gerbang utama yang menuju pondok putra pun juga banyak sekali kendaraan para wali santri yang ingin menjemput putra mereka dan mas Wawan bagian menertibkan disini


"Mas, bukannya anak anak pulang masih sore nanti?" Tanya Fifin terkejut melihat wali santri yang sudah datang dari jam 2 siang


"Biasanya yang datang lebih awal karena ingin sowan dulu ke abah sebelum membawa pulang putra putri mereka" Jawab Abi


"Jam segini abah biasanya masih istirahat kan?" Tanya Fifin


"Enggeh, tapi kalau sekarang Abah pasti bangun agar bisa menemui mereka semua" Jawab Abi


Kedua gerbang baik putra maupun putri juga dibuka lebar, agar wali santri bisa sowan atau bertemu dengan abah...


"Sudah gus" Ucap mas Wawan setelag menepikan kendaraan yang menutupi gerbang hingga mobil Abi tadi tidak bisa lewat


"Terimakasih mas" Ucap Abi


Saat baru turun dari mobil, banyak para wali santri yang langsung menyapa Abi dan Fifin dengan senyum mereka yang ramah


Abi dan Fifin juga memelas dengan ramah lalu mengobrol sebentar, mereka juga kemudian masuk ke rumah untuk menyiapkan barang yang akan dibawa ketika liburan nanti


"Assalamualaikum"

__ADS_1


"Waalaikumsalam.. wahh akhirnya yang aku tunggu" Ucap Aina yang berantai di ruang keluarga itu tersenyum saat melihat adik iparnya


"Sehat mbak?" Tanya Fifin


"Alhamdulilah.. sehat sehat" Jawab Aina, ia kemudian agak iseng dengan mencolek perut Fifin yang tertutup baju itu


"Eh... kenapa mbak?" Tanya Fifin kaget saja


"Semoga cepat tertular punya momongan" Jawab Aina


"Aamiin" Malah Abi yang mengaminkan duluan dan itu membuat Alis Fifin terangkat, memang sih dia juga mengaminkan namun tidak seheboh suara suami nya


"Umi sama abah di depan mbak?" Tanya Fifin sambil menunjuk ruang tamu yang terlihat ramai dengan beberapa wali santri


"Iya Fin, memang biasanya waktu pulang serentak ya seperti ini suasana nya" Jawab Aina membenarkan


"Oh... iya" Ucap Fifin, ia kemudian naik ke atas bersama suami nya untuk membersihkan diri


"Mau kemana?" Tanya Abi saat melihat istri nya memakai hijab instan, perasaan baru pulang kerja kok malah mau turun lagi?


"Bantuin bulek, adek tidak capek kok" Ucal Fidin kekeh lalu kembali turun ke bawah karena ingin membantu bulek dan pengurus putri yang sibuk menyiapkan suguhan atau camilan untuk para wali santri


"Loh... ning Fifin kenapa tidak istirahat saja sama ning Aina?" Tanya Silvi ketika Fifin menghampiri nya yang sedang menuangkan camilan di dalam wadah


"Saya tidak capek kok, kalau mbak Aina memang harus istirahat karena lagi hamil" Ucap Fifin lalu melakukan seperti yang Silvi sedang lakukan


~


Akhirnya.... jam 5 sore, semua santriwan santriwati sudah di jemput oleh kelurga masih masing hingga terlihat lah pondok darussalam yang hening, hanya tersisa beberapa santri dan pengurus yang memang tidak pulang


"Adek" Panggil Abi yang baru kembali dari ruang tamu karena ia ikut menemui paea wali santri tadi


"Masuk saja mas" Jawab Fifin dengan lemas, meski ia mengaku tidak capek... tapi sekarang ia justru super duper capek sampai hanya bisa rebahan di kasur dengan nafas yang ngos ngos an


Tadi tidak ada henti henti nya para wali santri yang datang untuk sowan ke abah, jadilah ia ikut sibuk di dapur bersama bulek dan pengurus putri


"Mas tadi sudah bilang kan? Adek pasti capek jadi tidak perlu membantu" Ucap Abi geleng geleng kepala lalu menyusul rebahan di samping istri nya


"Ya adek tidak enak kalau tidak membantu, lagian walau capek tapi adek juga suka" Ucap Fifin


Abi tersenyum, ia lantas memiringkan badan dan memeluk badan atau lebih tepat nya tangan kekar itu nangkring di atas perut Fifin


"Geli ih"


"Nanti lama lama juga adek terbiasa" Ucap Abi, bukan tanpa alasan... ia memegang perut itu karena sedang berdo'a agar Allah mengijabah do'a yang Aina panjatkan untuk mereka tadi


~


Setelah sholat isya' , Abi sekeluarga mulai bersiap untuk liburan di kota sebelah yang terkenal dengan pemandangan indah


Fifin sudah siap dengan pakaian cantik  pemberian suami nya, sedangkan Abi pun memakai kemeja juga bawahan nya seperti biasa yaitu sarung




Umi, Abah , Aina dan mas Abdul ada di mobil paling depan yang memimpin. Kemana supir pribadi keluarga abah? Dia sedang izin jadi mas Abdul yang menggantikan


Di tengah pun ada mobil besar untuk para santriwan santriwati yang tidak pulang dan ikut liburan bersama mereka dengan mas Wawan yang menyetir


Sedangkan di bagian belakang sendiri, ada mobil Abi yang jelas ia hanya berduaan saja dengan sang istri


Mas Eko? Mas Eko mendapat jadwal menjaga pondok dua hari ini, setelah dua hari nanti... ganti mas Wawan yang akan kembali ke pondok dan digantikan dengan mas Eko yang liburan dengan keluarga abah

__ADS_1


"Mas.. adek ngantuk banget" Ucap Fifin karena tahu sendiri sejak pulang kerja tadi ia tidak bisa tidur sama sekali karena sibuk membantu, dan rumah yang terdengar ramai dengan obrolan para wali santri


"Iya... adek tidur saja" Ucap Abi dengan sebelah tangan nya membenahi selimut Fifin yang memang sengaja dipakai di dalam mobil, karena biasanya semakin malam maka di dalam mobil pun akan semakin dingin.


__ADS_2