Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
21. Sepiring berdua


__ADS_3

Refleks Fifin melebarkan matanya, tubuh pun serasa terpaku ketika untuk kedua kali nya bibir itu menyentuh dahi lembut nya


"Udah mau adzan maghrib" Ucap Fifin mendorong pelan pundak Abizar hingga kecupan itu berakhir


"Oh, aku ambil wudhu dulu" Ucap Abi yang tersadar dengan pipi memerah, ia berjalan cepat menuju kamar mandi karena rasa kikuk setelah mengecup tanpa izin pemilik nya


Sedangkan Fifin menangkup kedua pipi nya sendiri, masih terasa aneh ketika sang suami barusaha mendekati nya secara fisik


Plak plak! Ia menampar pelan pipi nya sendiri


"gak papa Fifin, dia memang suami mu bahkan sangat halal memiliki semua tubuhmu" Batin Fifin yang bermonolog sendiri sampai tidak sadar bahwa suami nya sudah keluar dari kamar mandi


"Kamu wudhu gih, tapi kalau masih sibuk ya gak papa sholat disini saja" Ucap Abizar


"O-oke" Jawab Fifin sampai gagap karena kaget dengan Abizar


"Aku agak pusing sih, tolong sampai in terimakasih ya buat yg ngasih mawar ini, aku suka" Ucap Fifin sebelum suami nya keluar kamar


"Iya" Jawab Abizar keluar kamar dan turun ke bawah menuju mesholla


Setelah sholat maghrib, semua anak santri akan makan malam terlebih dahulu begitu juga dengan anggota keluarga Abi


"Biar Fifin bantu umi" Ucap Fifin meletakkan beberapa lauk masakan bulek ke meja makan


"Loh udah selesai ta?" Tanya umi


"Belum umi, tinggal sedikit nanti bisa Fifin lanjutkan" Ucap Fifin sambil membenahi jilbab nya ketika abah dan Abizar masuk ke ruang makan


"Gimana nak Fifin? Sudah betah disini?" Tanya abah saat sudah duduk di kursi makan, bersamaan juga dengan putra nya


"Alhamdulillah.. masih adaptasi abah" Jawab Fifin belum bisa menjawab betah atau tidak karena untuk nya yang tidak pernah masuk pondok pesantren pasti masih asing dengan lingkungan seperti ini


"Semoga betah ya, jangan sungkan kalau mau cerita sama abah atau umi" Ucap abah tersenyum


Fifin juga ikut tersenyum, senang saja rasanya ketika keluarga sang suami bisa menerima nya dengan baik


Ia kemudian melihat umi yang mengisi piring milik abah, tentu saja ia melakukan hal yang sama yakni mengambilkan makanan untuk suami nya


"Segini?" Tanya Fifin soal nasi yang dia ambilkan itu cukup atau tidak


"Cukup cukup, aku tidak suka pedas juga jadi tidak perlu sambal" Ucap Abizar kemudian menerima piring dari istri nya


"Terimakasih"


"Sama sama"

__ADS_1


"Fifin tidak makan nak?" Tanya umi melihat Fifin belum mengambil apa apa sedangkan umi sendiri piring nya sudah penuh


"Makan kok umi" Jawab Fifin lalu tangan nya bergerak mengambil nasi dengan porsi sangat sedikit, Abizar tahu bahwa istri nya masih kenyang karena makan sore tadi


"Tidak apa apa.. kamu bisa makan denganku saja" Ucap Abi


Fifin menoleh, dia tidak salah dengar kan? Suami nya ini mengajak untuk makan satu piring berdua? Serius?


"Boleh?" Tanya Fifin balik, mau saja sih karena jika mengambil sendiri maka takut tidak habis, kalau tidak makan juga ia takut tidak menghargai masakan ini


"Boleh" Ucap Abizar memberikan satu sendok pada istri nya


Fifin mengangguk dan berdo'a sebelum makan, hal ini memang menguntungkan karena jika makan satu piring berdua maka Fifin bisa menyuap beberapa sendok saja


"Uluh uluh... romantis nya anak umi" Ucap umi menggoda pasutri yang makan sepiring berdua tersebut


"Kenapa? Umi mau juga? Nih abah suapin" Ucap abah yang membalas godaan istri nya


"Abah..." Tegur umi yang malu jika bersikap romantis di hadapan anak mereka


Fifin sedikit tertawa, ternyata keluarga Abizar yang dikenal agamis juga tidak selalu serius seperti yang ia bayangkan, banyak bercanda nya juga disini


"Sudah kenyang?" Tanya Abi melihat Fifin berhenti menyuap setelah empat sendok makan


"Iya, hehe.. maaf ya menganggu makan kamu" Jawab Fifin tidak enak hati


Setelah itu abah pergi karena ada undangan tausiyah yang harus dihadiri, sedangkan Abizar juga kembali ke pondok untuk mengajar anak anak santri lagi


"Bagaimana Fin? Sikap putra umi membuat kamu kewalahan atau tidak?" Tanya umi saat mereka selesai membereskan makanan


"Memang benar yang umi bilang, mas Abi memang keras kepala.. tapi alhamdulillah walaupun cerewet, dia juga tidak kasar dalam berbicara umi" Jawab Fifin mengingat soal transferan tadi


"Alhamdulillah, umi bersyukur kalau kamu bisa bersabar menghadapi Abizar" Ucap umi lega


"Sejujurnya mas Abi memang cukup perhatian sama Fifin umi, memang sih kami bersama juga masih satu hari jadi belum mengenal jauh masing masing, tapi Insya Allah dengan berjalan nya waktu juga kami akan terbiasa satu sama lain" Ucap Fifin yang di angguki oleh umi karena umi sendiri juga dulu begitu ketika menikah dengan abah


Selepas mengobrol dengan umi, Fifin kembali ke atas.. sholat isya' dan melanjutkan tugas kuliah nya tadi


Akibat terlalu fokus, Fifin tidak sadar bahwa sekarang sudah jam setengah sepuluh malam dan Abizar belum kembali ke kamar


"Apa memang sepadat itu ya jadwal anak anak?" Ucap Fifin yang mana ia memang belum tahu soal jadwal kegiatan santri disini


Beberapa menit kemudian


Ceklek!

__ADS_1


"Belum tidur? Kenapa?" Tanya Abi saat baru masuk kamar dan istri nya juga baru mematikan laptop


"Baru selesai mas" Jawab Fifin sambil memasukkan laptop nya di tas untuk dibawa besok


"Ya sudah, aku bersihin badan dulu" Ucap Abi menuju kamar mandi untuk mandi air hangat dan berganti dengan baju tidur


"Dek, ini tas nya untuk besok ya?" Tanya Abi dari wardrobe saat melihat tas ransel berisi beberapa pakaian mereka


"Iya mas, memang sudah aku siapkan tadi" Jawab Fifin sedikit mengeraskan suara nya, dia sudah mengantuk dan tidak kuat berjalan


Abi yang sudah berganti dengan piyama kemudian masuk di satu selimut yang sama dengan istri nya yang menghadap arah lain alias memunggungi nya


Hening. Sampai kemudian


"Dek, kamu suka gak sama aku? Apa kamu sudah ada rasa denganku? Kalau iya dan walau hanya sedikit saja.. aku pasti sudah senang" Ucap Abizar


Merasa tidak ada jawaban, ia lantas menoleh ke samping dan ternyata Fifin sudah tidur memunggungi nya dengan memeluk guling


"Ahaha... tadi aku ngomong sendiri ya" Ucap Abizar menggaruk rambut nya


"Permisi, maaf ya dek" Ia kemudian membenahi posisi tidur sang istri agar menghadap nya saja


"Emhh..." Gumam Fifin ketika tubuh nya bergerak ke samping


"Sst... sst..." Abizar menepuk pelan lengan Fifin agar kembali nyenyak dalam tidur nya


"Entah kenapa, nyata nya aku justru mulai tertarik denganmu" Batin Abizar dengan tangan yang terus menepuk nepuk pelan


Cup cup cup cup


Abizar lalu menatap sang istri dan mengecup dahi serta kedua pipi istri nya


"Semoga Allah segera menghadirkan perasaan sayang untuk kita berdua" Ucap nya pelan sambil tersenyum, lalu menyelimuti tubuh nya dan tubuh sang istri


~


Keesokan hari nya tepat nya di jam 3 dini hari, Fifin terbangun karena alarm yang sudah ia pasang kemarin, dapat dilihat bahwa Abizar juga baru bangun


"Eh.. kemarin aku mimpi atau apa ya?" Ucap Fifin berbicara pada dirinya sendiri


"Mimpi apa memangnya?" Tanya Abi yang bangun dan duduk bersandar unruk mengumpulkan nyawa nya


"Aku ngerasa kalau kamu cium cium dahi sama pipi aku" Jawab Fifin yang tidak tahu itu mimpi atau bukan


"Em... udah ayo kita wudhu dulu, habis subuh juga langsung berangkat kan?" Ucap Abi mengalihkan topik karena dia masih malu jika harus mengakui perbuatan nya kemarin malam

__ADS_1


Fifin mengerutkan alis, tumben sekali Abizar langsung mengakhiri topik? Biasanya saat ia bertanya soal apapun juga pasti di jawab


"Ayo dek, jangan ngelamun" Ucap Abi yang membuat Fifin ikut bergegas mengambil wudhu


__ADS_2