Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
55. Uhibbuki & Uhibbuka


__ADS_3

Sesaat kemudian Fifin sangat kagum dengan apa yang sedang ia lihat




Ternyata Abi memang menyiapkan sebuah kejutan untuk nya, dimana ada tenda yang sangat cukup untuk mereka berdua dengan alas empuk dan di sekeliling mereka juga ada lampu lampu cantik


"Mas, dalam rangka apa ini?" Tanya Fifin


"Kejutan untuk adek" Jawab Abi tersenyum


Abizar lantas mengajak istrinya untuk masuk ke tenda itu, dimana sudah ada kasur mini hingga bantal dan buket mawar juga menu makan malam di meja itu


Perlahan, Abi mendudukkan Fifin di depan nya yang juga sudah duduk


"Fin..." Panggil Abi


"Iya? Kenapa?" Tanya Fifin dengan hati yang dag dig dug ser ketika sang suami pelan pelan meraih tangan nya dan mengelus jari jari itu


"Memang dulu mas belum ingin menikah, bahkan abah sempat marah ketika mas berusaha menolak perjodohan kita.. karena kamu, maaf dulu mas memang memandang kamu sebelah mata... mas memang hanya memandang kamu dari penampilan saja" Ucap Abi


"Lalu?" Tanya Fifin, ia tidak sakit hati dengan perlakuan Abi karena ia juga tahu jika Abi dulu menyukai seorang wanita yang berpenampilan agamis


"Lalu seiring berjalan nya waktu, ternyata kamu berbeda dari yang mas lihat.. kamu cantik baik fisik maupun hati mu, bahkan kamu juga merawat mas dengan baik.. meluangkan waktu kamu untuk belajar pego diam diam" Ucap Abi agak terkekeh di akhir kalimat karena dulu ia sempat memergoki Fifin yang sedang belajar huruf pego sendirian, agar tidak malu malu in ketika ngaji kitab bersama suami nya


"Trus?" Tanya Fifin, ia sepertinya tahu pembicaraan ini berujung kemana, bahkan dia sudah ingin menangis namun ditahan sekuat mungkin


"Ternyata kamu lebih baik dari yang mas duga, akhlak kamu... perhatian yang kamu berikan, dan entah sejak kapan... tapi memang perlahan hati mas yang dulu kosong merasa bahagia ketika ada kamu, hati yang sudah tidak memikirkan pasangan ini lalu berubah ketika ada kamu" Ucap Abi


"Berubah bagaimana mas?" Tanya Fifin


Abi menghirup napas sedalam dalam nya dan seperti mengambil ancang ancang untuk mengucapkan sebuah kalimat "Hati mas berubah.. dan mulai menyadari bahwa mas mencintai kamu, uhibbuki ya zaujati"


Tes! Fifin yang sudah menahan air mata sedari tadi langsung menangis haru


"Mas, aaa..." Ucap Fifin menangis lalu langsung berhambur di pelukan suami nya, akhirnya... akhirnya, hari ini ucapan yang ia tunggu tunggu pun diungkapkan juga oleh suami nya


"Mas cinta sekali sama kamu, mas bersyukur soal takdir Allah yang menyatukan kita" Ucap Abi ikut menangis karena rasa lega yang ada di dalam hati nya


Mereka berdua sama sama menangis haru, awalnya Fifin bingung ingin dibawa kemana rumah tangga ini jika Abi tidak mencintai nya? Namun... sekarang ia tidak perlu bingung lagi, karena Abi sudah jujur soal perasaan nya


"Sini, coba mas liat muka nya" Ucap Abi merenggangkan pelukan itu lalu menatap wajah istri nya


"Kenapa?" Tanta Fifin yang masih sedikit sesegukan


Abi mengusap air mata istrinya dengan kedua ibu jari itu sambil mengucap "Adek sendiri gimana? Cinta sama mas atau tidak?"


Fifin terkekeh sambil tersenyum, ia juga memegang kedua sisi wajah sang suami sambil mengucap pula "Kok masih ditanya? Jelas, adek cinta sama mas.. bahkan mungkin adek duluan yang suka, uhibbuka ya zauji.. hehe"


"Oh iya? Suka karena apa?" Tanya Abi senang ketika perasaan cinta nya juga terbalas

__ADS_1


"Ya... apa ya, cinta kan tidak butuh alasan" Jawab Fifin agak songong kali ini, sengaja saja ia ingin menggoda suami


Abizar mengernyit lalu langsung menggelitiki pinggang Fifin sampai istri nya itu tertawa lepas, dan tubuh nya rebahan di kasur kecil itu karena tidak kuat menopang tubuh nya sebab menahan geli


"Hahaha.. iya iya, udah nih adek mau bilang alasan nya" Ucap Fifin menyerah


Abi menghentikan gelitikan itu dan ikut rebahan di samping istri nya


"Ya gimana adek tidak jatuh cinta atuh? Orang suami ku ganteng, baik, penyabar lagi... perhatian juga sama adek, sayang sama keluarga adek.. trus bagian mana yang harus adek sesali?" Ucap Fifin menaik turunkan alisnya


"Yang pasti, adek mencintai mas karena Allah juga menggerakkan hati adek dan menghendaki rumah tangga kita" Lanjut Fifin sambil tersenyum manis


"Terimakasih, karena sudah membalas perasaan mas" Ucap Abi sambil terus menatap wajah sang istri dan mengelus kepala yang tertutup hijab itu


"Ya... walau adek kadang capek karena mas yang memaksa belajar banyak hal, tapi tidak apa apa sih karena itu untuk kebaikan adek juga" Ucap Fifin terkekeh


Abi tertawa ringan, ia menoel hidung pesek Fifin karena gemas dengan tingkah nya yang lucu, lalu.... dari mata turun ke bibir


Fifin seketika berhenti terkekeh ketika menyadari bahwa sang suami sedang menatap bibir nya, ia yakin kalau akan ada kejadian romantis setelah ini


"Cium saja kalau mau" Ucap Fifin makin berani


Abi tersenyum setelah mendengar ucapan istri nya, perlahan... ia mendekatkan wajah ke arah Fifin, memiringkan kepala nya sedikit dan cup!


Fifin refleks memejamkan mata saat dirasa bibir nya bertabrakan dengan benda kenyal, wangi, dan kemudian mereka beradu dalam kejadian romantis kali ini


Abizar kala melihat respon istri nya pun juga memperdalam ciuman itu, ia memegang dan agak sedikit menekan tengkung sang istri


Setelah dirasa nafas mereka akan habis, Abizar langsung melepas tautan itu dan mengambil oksigen sebanyak banyak nya


Ia juga tersenyum ketika mendapati wajah Fifin bersemu merah, Fifin pun sama... ia membalas senyuman suami nya


Kruyuk kruyuk! Abizar seketika mengangkat alis nya ketika mendengar bunyi sesuatu


"Gak asik ah... dahlah bubar bubar, kenapa juga perutku bunyi sekarang?" Batin Fifin kesal sekaligus malu, seharusnya sekarang adalah momen romantis tapi ada saja yang mengganggu


"Hahaha..." Abi tertawa keras ketika melihat istri nya yang kikuk karena malu


"Jangan ketawa" Ucap Fifin kesal sambil menutup muka nya dengan bantal


"Tidak apa apa, lapar itu wajar.. udah ayo kita makan dulu" Ucap Abi menarik bantal yang menutupi wajah istri nya, lalu mereka bangun dan bergeser ke pojok tenda dimana sudah ada menu makan malam mereka hari ini



Mata Fifin berbinar kembali ketika melihat makanan, ia lantas langsung berdo'a dan mulai menyuapkan pada mulut nya sendiri


Abi juga sama, sesekali ia menyuapi Fifin dan Fifin juga membalas dengan menyuapi balik suami nya


"Maaf ya... kali ini sederhana" Ucap Abi di sela sela makan mereka


Orang lain ketika confess itu sangat romantis, pakai tuxedo sedangkan cewek nya pakai gaun.. dengan tempat yang romantis juga, tapi Abi tidak... ia confess juga dengan pakaian yang sehari hari mereka gunakan, seperti sarung, kemeja dan peci, lalu istri nya yang memakai gamis dengan hijab

__ADS_1


"Kenapa harus minta maaf? Orang adek suka kejutan dari mas, entah sederhana atau tidak tapi ketika adek suka maka tidak akan jadi masalah" Ucap Fifin tidak mempermasalahkan


Toh ia juga lebih suka suasana romantis berdua seperti ini, daripada terlalu megah dan menghabiskan duit, mending ditabung untuk keperluan anak mereka di masa depan kan?


"Eh... jauh nya aku mikir" Batin Fifin menggelengkan kepala ketika otak nya sudah memikirkan soal biaya anak. Padahal bikin juga belum, ups!!!


"Ini juga untuk adek" Ucap Abi memberikan buket bunga mawar palsu, tidak... bukannya ia tidak mau memberi bunga asli, tapi bunga asli itu tidak bisa di simpan karena mudah layu dan rusak, jadilah ia meminta tolong pada santri putri sebelum mereka pulang untuk membuatkan buket bunga mawar lagi


Kapan Abi membawanya? Sengaja Abi titipkan pada mobil milik abah agar tidak ketahuan istri nya


"Terimakasih ya mas... adek suka sama semua yang mas berikan hari ini" Ucap Fifin yang tak henti henti nya tersenyum walau ia sendiri seperti merasa kurang karena belum pernah memberikan apa apa pada suami nya


"Nggih sayang, sama sama" Ucap Abi


Setelah makan, mereka kembali melakukan kegiatan berdua.. yaitu menonton film lewat proyektor yang sudah Abi siapkan, dari mana listrik nya? Tentu saja ada genset sendiri yang sudah disiapkan oleh orang suruhan Abi


Sengaja juga Abi melakukan hal yang Fifin inginkan namun belum pernah ia turuti dan baru kali ini menonton film berdua di dalam tenda



"Serasa bioskop pribadi ya" Ucap Fifin tergelak


"Haha... iya" Ucap Abi tertawa ringan, ia mengambil selimut dan menutupi tubuh mereka berdua yang rebahan sambil menonton film, tak lupa Abi juga menutup resleting tenda agar film nya nampak semakin jelas dan tidak terlalu dingin


"Mau bermalam disini?" Tanya Abi


"Ih ngeri lah mas, hutan ini" Jawab Fifin dengan pandanga yang fokus menatap film dan memakan camilan nya


"Hehe... bercanda" Ucap Abi lalu memeluk erat tubuh Fifin dari samping


"Jangan sampai ketiduran loh mas" Ucap Abi


"Nggih sayang"


Abizar sebenarnya ingin meminta izin untuk mengambil hak nya sebagai seorang suami, apalagi mereka juga sudah saling mencintai dan memiliki tujuan yang sama kan?


Tapi masa iya dia mau melakukan hal itu di tenda ini? Tahu tempat lah... lebih baik ia menahan sedikit lagi sampai mereka benar benar kembali ke villa


"Mas, geli" Ucap Fifin ketika Abi ndusel ke leher nya


Abi hanya diam dan meletakkan kepala nya di bahu Fifin saja sambil menikmati film yang terus berputar


"Sayang" Panggil Abi


"Enggeh, kenapa mas?"


"Boleh tidak?" Tanya Abi


Hanya dua kata tapi otak Fifin langsung bisa menangkap nya dengan cepat, yang tak lain dan tak bukan adalah suami nya menanyakan perihal hubungan suami istri


"Insya Allah iya, nanti" Jawab Fifin agak malu, seketika Abi menambah senyuman dan memeluk kembali istri nya dengan sangat erat.

__ADS_1


__ADS_2