Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
38. Kencan sederhana


__ADS_3

Fifin yang duduk manis di ruang panitia itu agak canggung, bahkan sangat canggung sih karena orang orang bersikap terlalu sopan pada nya, padahal dia hanya orang biasa yang memang kebetulan ditakdirkan menjadi jodoh gus Abi


"Oh iya kenapa gus Abi tidak bilang dari awal kalau istri nya ikut ya ning?" Tanya salah seorang panitia perempuan yang di dalam karena yang mengatur kondisi datang nya jamaah hanya para panitia laki laki


"Iya, soalnya saya baru sampai di sini waktu gus Abi mau tausiyah" Jawab Fifin yang ikut memanggil suami nya dengan sebutan gus karena agak malu kalau menyebut mas Abi


"Oh.. njih"


15 menit kemudian, Abi menyudahi tausiyah nya.. ia mengucap salam karena harus pamit duluan sebelum acara pengajian selesai, yang penting ia sudah mengisi tausiyah sesuai waktu dan mengembalikan susunan acara pada panitia yang bertugas sebagai MC


"Dek" Panggil Abi yang berada di tengah pintu ruang panitia


"Iya mas" Ucap Fifin yang menyampirkan tas nya di pundak dan berdiri hendak menghampiri suami nya


"Saya pamit duluan, maaf tidak bisa mengikuti acara nya sampai selesai" Ucap Abi sambil mengatupkan kedua tangan nya


"Njih gus tidak apa apa, gus Abi sudah menyempatkan datang untuk tausiyah saja sudah menjadi kebahagiaan bagi kami" Ucap salah seorang panitia perempuan


"Saya juga senang, kalau begitu kami pamit dulu, assalamualaikum" Ucap Abi


Fifin juga mengucap salam sambil tangan nya menyalami para panitia perempuan satu satu


"Ayo dek" Ajak Abi, ia menggandeng tangan istri nya tanpa permisi meskipun dilihat banyak orang


Saat Abi dan Fifin berjalan hendak keluar dari masjid, banyak sekali para jamaah yang melihat ke samping... dimana pasangan yang menurut mereka harmonis dan serasi itu lewat


"Mas.. kok banyak yang lihatin kita?" Tanya Fifin berbisik pada suami nya


"Ya mereka kan juga punya mata dek, wajar dong" Jawab Abi sengena nya yang mana itu membuat Fifin langsung manyun 5 centi


"Kamu mah..."


Abi hanya tertawa kecil karena ia suka melihat istri nya saat sedang kesal namun sangat menggemaskan


Mereka sampai di parkiran dimana mobil Fifin ada disana, dan beberapa panitia laki laki juga gercep langsung menghampiri mereka


"Gus Abi, terimakasih sudah menyempatkan untuk datang kesini, maaf juga apabila masih banyak kekurangan dari kami"


"Saya juga senang bisa datang kesini dan berkesempatan memberikan tausiyah... jadi saya juga berterimakasih" Ucap Abi menyalami semua panitia yang mengondisikan area luar masjid


Fifin hanya mengatupkan tangan dan mengangguk pada para pria itu karena Abi sudah memberitahu nya kalau ia tidak boleh bersalaman dengan lawan jenis selain suami dan keluarga nya


Para panitia juga memberikan sebuah bingkisan yang sudah disiapkan, lalu Abi menerima itu dengan baik dan meletakkan nya di bagasi mobil Fifin


"Kalau begitu kami pamit dulu ya, assalamualaikum" Ucap Abi yang masuk ke dalam mobil setelah istri nya masuk


"Njih gus... Waalaikumsalam, hati hati di jalan gus"


Abi tersenyum, ia menyetir mobil untuk keluar dari parkiran dan memencet klakson sebagai sapaan untuk panitia


~

__ADS_1


"Hah...."


Abi terkekeh melihat istri nya yang menghela nafas panjang seperti merasakan lega akan sesuatu


"Jangan ketawa" Ucap Fifin sambil memicingkan mata nya


"Mana berani" Ucap Abi menggelengkan kepala nya


"Kok bisa sih kamu terang terangan di depan orang banyak mas?" Tanya Fifin heran


"Mas mau menunjukkan saja kalau mas sudah menikah" Ucap Abi yang tidak mau mendapat lamaran dari bapak bapak lagi


"Ya kongkalikong dulu dong sama adek, kamu yang ngucap tapi aku yang tegang" Ucap Fifin


"Kenapa harus tegang? Toh memang benar kan kalau kita sudah menikah?" Tanya Abi


"Ya benar" Fifin menunduk sebelum meneruskan ucapan nya dengan ragu "Tapi adek malu kalau nanti ditanya lulusan mana, kok bisa menikah sama mas"


Ya... Abi paham sih perasaan istri nya, mungkin orang orang akan penasaran, Fifin ini lulusan pondok mana atau putri dari kyai siapa sehingga bisa menikah dan berjodoh dengan nya


"Kenapa harus malu? Mas saja bangga kan punya istri seperti adek, kalau ada yang bertanya maka jawab saja... mas tidak mau kamu merasa malu hanya karena alasan itu" Ucap Abi, ia meraih tangan istri nya untuk di genggam dan memberikan sentuhan lembut


"I-iya" Jawab Fifin, ia kemudian memandang jendela luar yang menunjukkan jalan raya saja... entah kejutan apa saja yang akan menghampiri nya nanti


Beberapa menit perjalanan, Fifin agak terharu... ternyata Abi membawa nya ke tempat yang mirip taman, banyak kursi meja yang bersih juga lampu lampu bergelantungan indah dan penjual makanan yang buka 24 jam


"Tempat nongkrong kamu?" Tanya Fifin


"Dulu kesini sama cewek juga?" Tanya Fifin agak sewot


"Astaghfirullahaladzim... enggak" Jawab Abi geleng geleng kepala, ia harus banyak banyak bersabar jika menghadapi istri nya


"Oh.. kirain, yaudah ayo" Ajak Fifin yang menggandeng erat lengan suami nya untuk duduk di salah satu tempat yang kosong



"Bagus ya?" Tanya Abi


Fifin mengangguk, ia suka dengan tempat yang seperti ini, halaman luas tanpa penutup dan ada beberapa pepohonan yang terang karena lampu gantung, banyak juga makanan yang dijual seperti foodcurt jadi tidak bosan


Dan yang paling penting adalah, mereka berdua bisa makan di bawah hamparan bulan dan bintang yang muncul bersinar sangat jelas malam ini



"Mau makan apa?" Tanya Abi


"Adek mau... sate ayam, jus jeruk sama roti bakar" Jawab Fifin menunjuk beberapa penjual makanan di sekitar mereka


"Oke, biar mas yang pesan dan adek duduk disini saja" Ucap Abi tersenyum sambil berdiri dan menghampiri beberapa penjual yang istri nya tunjuk tadi


Fifin memandang suami nya dengan tersenyum, beneran deh... hal hal seperti ini yang membuat Fifin meleleh, saat Abi selalu memperhatikan nya dan enggan melihat istri nya kelelahan

__ADS_1


Segala perhatian dan apapun yang Fifin inginkan akan Abi penuhi jika ia mampu, walau Fifin hanya meminta hal hal sederhana saja... tapi jika Abi memenuhi nya maka Fifin pun sudah senang dan bersyukur


Abi juga seorang yang pekerja keras, ia tidak mengandalkan pendapatan hanya dari mengajar saja... tapi Abi juga berusaha mengembangkan butik atau memproduksi baju untuk didistribusikan ke beberapa daerah bahkan mengimpor keluar negeri juga


"Kok bengong dek?"


Lamunan Fifin seketika buyar ketika Abi sudah kembali dan menyentuh pundak nya


"Tidak apa apa, hanya saja adek bersyukur karena keadaan sekarang, apalagi mas juga memperhatikan adek" Jawab Fifin tersenyum


Abi juga ikut tersenyum


"Lalu adek sudah cinta sama mas?"


"Em... gimana ya?" Ucap Fifin yang enggan menjawab langsung, gengsi lah... harusnya Abi duluan yang menyatakan cinta padanya


"Ini silahkan dimakan" Ucap penjual yang tiba tiba mengantarkan makanan pesanan mereka


"Iya, terimakasih" Ucap Abi, penjual tadi mengangguk dan langsung kembali


"Banyak juga ya porsi nya" Ucap Fifin melihat sate ayam satu piring yang berisi banyak, roti bakar beberapa potong, satu jus jeruk dan kopi kesukaan Abi


"Iya, mas tadi sudah makan.. adek juga pasti sudah makan di rumah sakit kan? Jadi mas pesan satu saja karena kita tidak boleh mubadzir" Ucap Abi


"Iya mas" Ucap Fifin paham


Abi mengambil satu tusuk sate ayam, meniup nya pelan sampai agak hangat dan hendak menyuapkan nya untuk Fifin


"Sudah hangat, adek coba duluan" Ucap Abi memegangi sate itu


Fifin menurut, ia membuka mulut dan mencoba sate yang Abi suapkan untuk nya


"Em... enak ya" Ucap Fifin sambil menutup mulut dengan tangan nya, ia berbinar karena rasa sate yang memang enak


"Iya, enak kan? Mas juga suka" Ucap Abi kemudian memakan sate yang awal nya dimakan sang istri alias ia makan satu tusuk


"Mas.... kalau senggang nanti ajak adek kesini lagi ya" Ucap Fifin


"Insya Allah" Jawab Abi


Fifin tersenyum dan melanjutkan makan dengan tangan nya sendiri, ia memang sangat menikmati kencan sederhana kali ini, namun... semakin terbawa dengan suasana hati, ia kembali teringat dengan hal yang akan ia tanyakan pada Abi


"Mas, adek mau nanya sesuatu" Ucap Fifin menaruh kembali roti bakar yang hendak ia makan


"Mau nanya apa sama mas?" Tanya Abi yang juga menaruh makanan nya


"E... anu" Ucap Fifin yang masih ragu, sekarang ia harus menanyakan pada Abi atau tidak perihal suami nya yang tidak pernah meminta hal itu padanya?


"E apa sih dek?" Tanya Abi penasaran


~

__ADS_1


Masya Allah, akhirnya sudah sampai eps 38 tapi tetep belum ada yang komen dari eps awal sampai sekarang, wah...😂


__ADS_2