PERNIKAHAN BERUJUNG LUKA.

PERNIKAHAN BERUJUNG LUKA.
Penyergapan.


__ADS_3

Melati bergetar ketakutan karena Alex semakin mendekat. "Jangan takut sayang... jangan takut, tadi loe bilang kita sahabat kan?!" Ahahaha, Alex meremas dagu Melati. Tidak Alex sangka Melati menendang kakinya sekuat tenaga hingga Alex terhuyung kebelakang membuat Alex semakin murka.


Diluar rumah tua.


Buk buk buk.


Tampak seorang pemuda gagah dia tak lain Abimanyu, menangkis setiap serangan yang diluncurkan penjahat.


"Ahahaha... kita tidak perlu mencari susah-usah ternyata dia menyerahkan diri kemari kawan!" kata salah satu penjahat lalu ketiganya tertawa.


"Jangan banyak bicara! mana Melati?!" bentak pria gagah dan tampan sambil terus menyerang.


"Ahahaha... dia sedang senang-senang didalam, jangan khawatir bos akan membahagiakannya."


Buk.


Tinju dengan tangan kanan melayang ke bibir musuh hingga tersungkur, darah pun menetes.


"Brengsek!" sarkas salah satu pria mengusap darah di bibirnya, kemudian menyerang membabi buta dua teman yang lain tidak terima kemudian mengeroyok. Pria tampan tampak kewalahan sebab, tangan kirinya belum sembuh benar.


Datang pria jangkung hanya satu gebrakan membuat mereka kewalahan.


"Abim, cepat selamatkan Melati" pekik Rony sambil melawan musuh.


Tidak pikir-pikir lagi Abim kemudian berlari cepat kearah pintu mendorong pintu dengan kaki. Namun sepertinya dikunci dari dalam.


Sementara didalam. "Alex sadar, Alex..." Melati mencoba melawan semampunya untuk menghindari Alex yang sudah berambisi ingin menggagahi tubuh Melati.


"Praaaang..." melati memukul bahu Alex dengan botol yang ia pungut dari bawah.


"Ahahaha... berani kamu?! hah?!" Alex menarik kerudung Melati hingga terlepas, kemudian melemparnya. Alex menangkap kedua tangan Melati membuka paksa jaket yang iya kenakan dan kembali melemparnya.


"Ahahaha... siap-siap cantik... kita akan bersenang-senang!" Alex tampak menelan sesuatu entah apa itu hanya Alex yang tahu. Kesempatan itu digunakan Melati mengambil botol kembali ingin memukul kepala Alex.


Namun sebelum mendarat tangan Melati ditangkap Alex yang sudah semakin garang. Ia kemudian menarik kaos panjang Melati hingga robek menampilkan kaos lengan pendek yang ia masukan didalam celana jins membuat Alex semakin bernafsu. Rupanya Mela, menggunakan kaos berlapis-lapis.


Buk


Melati kembali menendang kaki Alex yang kedua kali kemudian mencoba lolos lalu berlari kearah pintu. Melati berdiri didepan pintu rupanya ada yang ingin mendobrak.


"Tolooong... toloooong" Melati berteriak kencang pasalnya Alex sudah ada di belakangannya dan merengkuh tubuh Melanti.


BRAK.


Bersamaan dengan itu, pintu sudah berhasil didobrak Abimanyu.


"Kak Abiiiim..." jerit Melati. Secepat kilat Alex menghunus pisau menodongkan ke leher Melati.


"Lepaskan Melati!" bentak Abim. Berjalan mendekat.

__ADS_1


"Apa duda! gw akan bunuh wanita loe! jika gw nggak bisa menikmati tubuh gadis ini, loe pun tidak akan bisa," ucap Alex menatap Abim horor.


"Kakak... tolong kak..." rengek Melati.


Bluk.


Abim melempar batu kedalam mengenahi tembok, mengalihkan perhatian Alex.


Konsetrasi Alex pun spontan buyar, lantas menoleh kebelakang.


Buk.


Tinju Abim melayang di pelipis kiri Alex hingga terpelanting.


"Kakaaaak..." reflek Melati memeluk tubuh kekar Abim dari belakang.


"Tenang Mel, ayo ikut aku" Abim segera membawa lari Melati keluar melewati Rony yang masih membongkar pertahanan lawan.


Alex berlari hendak mengejar namun ditahan Rony. Rony pun menghadapi empat orang sekaligus.


Melati yang hanya mengenakkan kaos pendek dan rambut dikuncir kuda tampak rambutnya kopat kapit kekanan dan kekiri ngos ngosan mengimbangi langkah Abim yang lebih panjang dan cepat.


Kira-kira dua ratus meter, tampak mobil diparkir disana.


Tok tok tok


"Pak, tolong Melati antar pulang dulu ya" titah Abim sambil mendorong Melati agar cepat masuk khawatir mereka mengejar.


"Baik Tuan, nanti saya kembali lagi menjemput Tuan?" tanya supir.


"Tidak usah pak, cepat bawa Melati pergi," Abim mengulangi.


Tidak menjawab lagi supir tancap gas lalu mobil pun meluncur jauh meninggalkan tempat itu.


Sementara Abim segera berlari ketempat semua ingin segera membantu Rony pasti sudah kewalahan. Benar saja saat sampai Rony sudah ditodong pistol oleh Alex.


Buk.


Abim menendang lengan Alex dari belakang hingga pistol terpental. Adu jotos terjadi, dua lawan empat.


Tanpa Abim dan Rony sadari, salah satu anak buah Alex, menodongkan pistol kearah Abim.


Rony menjadi panik lantas konsentrasinya hilang kesempatan itu digunakan Alex memukuli Rony bertubi-tubi.


Abim pun ikut panik disatu sisi ingin menolong Rony namun disisi lain, pistol pun menodong kearahnya.


Door!


Tembakan keatas dari arah lain.

__ADS_1


"Jangan bergerak! kalian sudah terkepung," pekik polisi menodongkan pistol kearah Alex.


Alex dan gengnya kocar kacir ingin menyelamatkan diri. Namun benar saja polisi sudah mengepung mereka.


"Ringkus dia" instruksi polisi kepada kawanya.


Sementara mata Alex mengerling mencari celah berniat kabur. Bernar saja dia berlari cepat melompati pagar. Waktu sudah dini hari gang yang hanya muat satu mobil, tampak gelap.


Doorr!


Peluru bersarang di betis Alex ia ambruk seketika. Polisi langsung memborgol tangan Alex rupanya tempat itu pun polisi sudah siaga. Alex digelandang dengan kaki pincang, mendorong masuk kedalam mobil polisi.


Dari arah lain ketiga kawanan Alex pun sudah digiring dijadikan satu mobil.


Polisi yang lain masuk kedalam rumah kosong entah milik siapa, menggeledah TKP. Beliau menemukan barang haram yang mereka simpan didalam kursi sofa yang sudah bolong-bolong karena lapuk dimakan waktu.


Abim tampak memberi pertolongan pertama kepada Rony yang sudah terluka parah.


"Terimakasih dek, kalian sudah membantu kami meringkus mereka" kata salah satu polisi setengah baya. "Mereka gembong pengedar barang terlarang, yang sudah menjadi incaran kami, sejak dua tahun yang lalu," polisi menambahkan.


"Sama-sama Pak, kami juga terimakasih telah menolong kami," Abim menjawab sambil membersihkan luka Rony dengan alkohol.


"Sebaiknya temanya segera dibawa kerumah sakit" titah polisi.


"Baik Pak," Abim segera membantu Rony berdiri.


"Besok pagi saja, kalian datang kekantor kami untuk menjadi saksi." imbuh polisi. Polisi segera meninggalkan tempat itu, setelah dijawab Abim.


"Ayo kita kerumah sakit, Bang, khawatir luka abang infeksi," Rony hanya mengangguk kemudian meninggalkan tempat itu. Abim kerumah sakit terdekat mengendarai mobil Rony.


*******


"Bapak... anak kita kemana Pak..." bu Riska menangis dari jam sebelas hingga dini hari.


"Bapak juga bingung Bu, apa yang bisa kita lakukan? tadi kita sudah mencari ke pameran tapi sudah sepi kan," jawab pak Sutisna, sebenarnya tak kalah khwatir, tapi menghibur istrinya.


"Kita tunggu kabar Abim ya, dia kan sedang mencarinya," kata pak Sutisna.


Semenjak kepergian Melati, bu Riska tampak gelisah. Rupanya kontak batin antara ibu dan anak cukup kuat.


Sangking bingunganya bu Riska sebab sudah jam 11 malam, Melati belum pulang lalu menghubungi Intan.


Intan segera menghubungi, kakaknya saat itu Abim sedang diluar, Intan mengabarkan bahwa Melati pergi dengan Alex hingga jam tersebut belum pulang.


.


Maaf, budhe telat up. Rupanya nyali budhe menulis bab ini belum kuat. Dari sore sampai sore lagi baru kelar.🙈🙈🙈.


.

__ADS_1


__ADS_2