
Rindy mendorong tubuh tuan Efendi hingga keluar, kemudian menutup pintu. Ia halangi dengan tubuhnya bersandar di pintu. Tuan Efendi pun mengalah lebih baik minggir dulu, daripada kena amukan.
Wajar jika Nindy ketakutan dan berbuat begitu, mereka berdua seorang wanita terlebih dia tidak mengenalnya sudah pasti akan curiga.
Tuan Efendi masuk lift, tidak ada satu orangpun di dalam kecuali dirinya. Sampai di bawah beliau berjalan menuju masjid rumah sakit, melaksanakan shalat isya.
Selesai shalat ia merenung, begitu melihat wajah putrinya dari jarak dekat tadi, menjadi ingat Reny ketika remaja, mirip sekali dengan putrinya.
Flashback on.
"Mas Andi, mau kopi?" tanya Reny ketika di ruangan personalia, mereka bekerja satu perusahan denganya. Reny bekerja sebagai offis girl, dan saat ini sedang di suruh mengantar dokumen ke ruangan Efendi.
"Boleh" jawab Efendy yang selalu Reny panggil Andi. Saat ini Efendi sedang berkutat di depan komputer.
"Saya buatkan ya Mas" Reny mengulangi. Ia berjalan cepat ingin membuat kopi. Reny sangat mengaggumi sosok Andi pria tampan berkumis tipis, selalu rapi jika berpakaian. Tidak hanya itu, siapa yang tidak ingin di cintai Andi, terlebih dia adalah seorang personalia.
"Terimakasih ya Reny" Efendi tersenyum. Saat Reny sudah meletakkan kopi di meja kerja Efendi.
"Sama-sama, kalau begitu saya kembali berkerja ya Mas," Reny melanjutkan pekerjaannya. Setelah di angguki oleh Andi.
Selama satu tahun Renyta selalu pdkt. Walaupun awalnya Andi tidak menaruh rasa. Namun Renyta tidak pernah menyerah.
Sebagai laki-laki normal Andy pun luluh pada akhirnya menerima cinta Reny.
Hubungan berlanjut, Reny sebagai perantau dan tinggal di kos. Andi sering mengunjungi, bahkan tidak jarang Andy menginap di situ.
Andi penduduk asli Jakarta dia tinggal bersama ibu kandungnya.
Dimana pria dan wanita tidur satu atap walaupun Andi pria yang taat beribadah. Yang ketiganya adalah setan. Tidak jarang Renyta menggoda Andi. Hanya memakai pakaian mini, membuat Andi lupa daratan terjadilah hubungan terlarang di antara mereka.
Andi berencana menikahi Reny. Namun mujur tak dapat diraih malang tak dapat ditolak.
Andi melanggar aturan perusahan. Aturan yang tidak mengizinkan menikah dengan sesama karyawan di perusahaan tersebut. Karena Andi melawan, harus menerima konsekuensinya ahirnya Andy di berhentikan.
Tidak hanya itu, mendengar Andi di keluarkan dari perusahaan. Sang ibu mulai sakit-sakitan. Tabungan Andi habis untuk berobat, bahkan tempat tinggal Andi peninggalan babeh dijual untuk berobat. Pada akhirnya ibu Andi menghembuskan nafas terakhir.
Begitulah perjalanan manusia tidak sedikit yang melanggar norma dalam hidup. Tetap menabrak rambu-rambu walaupun sudah nyata tidak boleh dilewati. Namun justeru di terobos oleh Andi dan Reny. Dan Andi telah memetik karma atas perbuatanya hanya demi setitik kenikmatan dunia, bisa menghancurkan masa depanya.
Itu belum seberapa, tiga bulan kemudian Renyta hamil dan minta pertanggungan jawaban. Namun Renyta menghadapi kenyataan bahwa pria yang dicintainya bukan Efendi yang banyak uang. Dia hanya tinggal di kontrakan sempit dan bekerja sebagai kuli bangunan. Wajah Andi pun tidak sekeren dulu. Bahkan kulitnya menjadi hitam terbakar sengatan matahari.
"Sebaiknya kita batalkan pernikahan ini! aku tidak sudi punya suami yang hanya kuli bangunan, dan melarat sepertimu!" Reny marah besar.
__ADS_1
"Reny! masalah rezeki aku akan berusaha mencarinya untuk menghidupi kamu dan anak kita. Ayo Ren... sebaiknya kita menikah. Kasihan bayi yang kamu kandung." Andi bersimpuh di depan Reny.
"Tidak! mulai detik ini jangan cari aku, aku bisa menghidupi anakku. Setidaknya, keluargaku lebih berada daripada kere sepertimu!" Reny pergi membanting pintu kontrakan Andi kemudian pergi.
"Andi memukul-mukul lantai, mengapa semua menjadi seperti ini?
Reny kembali ke kampung halaman. Namun, bukan tabungan yang ia dapat selama ia merantau. Melainkan anak dalam kandungan. Reny di benci keluarganya dikucilkan warga.
Andy sebenarnya selalu mencari tahu tentang Reny dan anak dalam kandungannya. Usut boleh usut, tiga bulan kemudian setelah Renyta melahirkan. Reny menikah dengan Renggono. Jelas Reny mau, walaupun Renggono duda mempunyai anak satu. Tetapi Renggono orang berada di kampungnya. Di tambah lagi Renggono tidak kalah tampan dengan Efendi.
Mengetahui Reny sudah menikah dan suaminya adalah Renggono orang baik. Andi pun iklas dan bertekat akan bekerja keras ingin membuktikan bahwa dia bukan kere seperti yang Reny tuduhkan, dan akan membahagiakan anaknya kelak.
Flashback off.
Tulilung... tulilung...
Telepon masuk. Tuan Efendi merogoh handphone di kantong, dan membuka siapa yang telepon.
"Hallo (....)
"Ya aku pulang,"
Tuan Efendi pun memutuskan pulang karena sudah dini hari.Tidak ada yang bisa dilakukan disini. Besok saja ia akan kembali.
Di negara Swiss saat ini dosen sudah selesai membahas materi pertama. Melati kemudian, keluar bersama Dinda ingin sekedar makan cemilan di Cafe Restaurant samping kampus.
"Mau kemana nih, ikut dong?" tanya Uiby mengejar keduanya.
"Saya mau ke Cafe sebelah" Dinda yang menjawab.
Sedangkan Melati chat Abim mengajak nya ke Cafe tersebut.
"Bang, ke Cafe sebelah yuk"
"Maaf Yank, lagi ada tugas nih" Abim lalu mengirimkan foto dia sedang di depan laptop.
Tertangkap dalam foto ketiga wanita cantik yang sedang duduk berhadapan dengan Abim dan Faisal.
"Bang ayo... bukanya lagi isrirahat? aku mau nyobain masakan Fondoei."
"Nanti pulanya ya,"
__ADS_1
"Eh ngapain tuh cewek deket-deket sama Abang begitu?!" 👊👊👊.
Rupanya pertanyaan Melati sudah tidak di jawab. Melati kesal kemudian menutup handphone dan memasukkan kedalam tas.
"Melati... aku ikut ya?" tanya Uiby. Mengejutkan Melati.
"Silahkan saja" jawab Melati pendek. Kemudian menarik Dinda pelan berjalan lebih dulu. Uiby mengikuti di belakang mereka berjalan dalam diam.
"Aku traktir kalian ya, sebagai tanda persahabatan kita" kata Uiby.
"Boleh" Dinda yang menjawab antusias. Dinda senang bisa beteman dengan pria sekeren Uiby yang banyak di idolakan para wanita.
"Saya bayar sendiri saja" ucap Melati. Melati kemudian memesan Fonduie. Fondue adalah hidangan keju leleh kas Swiss.
Dinda dan Uiby memesan pancake. Yang terbuat dari kentang.
Menunggu pesanan datang mereka ngobrol.
"Laki-laki yang sama kamu kemarin siapa Mel?" Uiby sebenarnya ingin tanya sejak tadi.
"Oh, itu suami saya?" jawabnya tanpa menatap lawan bicaranya.
Deg.
"Suami?" tanya Uiby dan Dinda bersamaan.
"Iya, kenapa gitu? kaget banget" Melati menatap mereka bergantian.
"Kamu sudah punya suami Mel? kamu menikah muda ya?" tanya Dinda lagi.
"Muda apaan? umur aku sudah 25 tahun"
"Masa sih Mel, kirain seumuran sama aku. Aku baru 22 tahun." terang Dinda teman Melati memang rata-rata berumur 21 sampai 23 tahun.
"Tapi mukanya tuaan kamu" celetuk Uiby. Memang benar adanya.
"Aku kan nggak langsung kuliah Din, kerja dulu ngumpulin uang baru bisa kuliah"
"Mel, pasti suami kamu ganteng ya, soalnya kamu cantik sih" celoteh Dinda. Ingat suami ganteng Melati kembali membuka handphone. Barang kali chat nya sudah di balas oleh Abim. Tetapi ternyata belum dibuka.
Melati lagi-lagi kesal. Ngerjain apa sih? jam istirahat juga!"
__ADS_1
Pesanan mereka pun sudah tersaji kemudian mereka menyantap hidangan yang mereka pesan. Namun Melati sudah tidak nafsu makan, hanya mengaduk-aduk saja.
.