Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Dalam Keadaan Baik-baik Saja


__ADS_3

Selama Nyonya Edelmar dan Efrain diculik, orang-orang yang dikerahkan untuk mencari mereka masih sibuk saat ini. Mereka akhirnya bisa menemukan di mana lokasi Nyonya Edelmar berada melalui GPS. Ponsel Nyonya Edelmar dilengkapi dengan pelacak khusus. Jika ada sesuatu yang menimpanya, hanya tinggal melacak keberadaan ponsel.


Miley dan Cade bergegas ke lokasi yang cukup sepi. Ada rumah kosong tak jauh dari keberadaan mereka saat ini dan sebuah mobil Jeep yang ditebak sebagai milik penculik.


Mereka memegang senjata api dan siap untuk mengepung lokasi. Para penculik sama sekali belum menelepon keluarga Edelmar saat ini. Entah apa yang terjadi.


Tapi saat mereka mengendap-endap untuk mengepung, terdengar teriakan ketakutan dari dua pria berbeda serta tawa seorang wanita yang memarahinya karena tidak patuh.


Cade mengerutkan kening, mengenali suara itu. “Ini suara ibuku,” katanya.


“Apa?” Miley sedikit tidak percaya. “Ibumu yang disandera atau penculik yang disandera?” tanyanya bingung.


"Penculik amatiran itu bukan lawan ibuku,” jawabnya sudut mulut berkedut.


"..." Kenapa ibumu tidak menjadi polisi sejak awal? Batin Miley.


Mereka tidak menurunkan kewaspadaan. Ketika mendobrak pintu sambil menodongkan senjata, pemandangan di dalam bahkan lebih mencengangkan.


Nyonya Edelmar baik-baik saja sambil bermain dengan Efrain yang bermain game di ponselnya. Sedangkan kedua penculik yang berteriak minta ampun tadi kini gemetar, celananya basah hingga pasukan keamanan kerajaan mencibir.


Mereka takut hingga kencing di celana? Di mana harga diri seorang pria?


Melihat pihak lain datang untuk menyelamatkan Nyonya Edelmar, dua penculik yang masih sadarkan diri itu akhirnya melolong.


"Polisi, cepat tangkap aku dan bawa aku ke rumah sakit untuk diperiksa. Tolong jauhkan kami dari wanita ini. Wanita ini gila, sungguh!" Salah satu dari keduanya bicara tidak karuan.


Cade tidak peduli dengan mereka dan melihat ibunya baik-baik saja. "Bu, apakah kamu tidak terluka?"

__ADS_1


"Tidak."


"Lalu kenapa mereka meminta ampun sekarang? Bukankah Ibu diculik?" Cade menyipitkan mata.


"Itu karena mereka terlalu kurus dan kurang gizi. Ibu hanya memberinya suntikan vitamin. Siapa tahu mereka ternyata takut disuntik. Yang satunya lagi pingsan setelah disuntik olehku."


"..." Cade merasa getir di hatinya.


Untung saja ibunya tidak bekerja di rumah sakit umum. Dia khawatir jika ibunya pergi ke rumah sakit umum, para pasien akan kritis dan meninggal karena serangan jantung.


Miley sendiri segera menghubungi Dallas dan mengatakan beberapa patah kata tentang kondisi Nyonya Edelmar saat ini. Tidak ada luka sama sekali. Efrain juga tampaknya senang dengan game ponselnya.


Setelah itu, ketiga penculik segera dibawa ke kantor polisi untuk membuat laporan lebih lanjut. Nyonya Edelmar tak terkecuali, pergi ke kantor polisi lebih dulu untuk membuat laporan secara rinci.


Cade membawa Efrain pulang untuk menenangkan Chezy yang saat ini gelisah tidak menentu.


"Mommy!" Efrain melihat Chezy dan langsung merentangkan tangan, minta dipeluk.


Wanita itu membawanya ke dalam pelukan dan mencium pipi Efrain kiri dan kanan. "Sayang, apakah kamu tidak terluka? Apakah takut? Apakah orang jahat melakukan sesuatu?" tanyanya penasaran.


Efrain tidak terlalu mengerti apa yang ditanyakan ibunya. Terlalu banyak dan dia hanya menatapnya dengan polos. Dia baik-baik saja. Untungnya Chezy tidak melihat ada memar atau lecet apapun di tubuh putra pertamanya.


"Lalu di mana ibu?" tanya Chezy pada Cade.


"Ibu masih di kantor polisi untuk mengurus laporan penculikan. Jangan khawatir, ibu baik-baik saja. Penculik itu memohon ampun padanya untuk tidak disuntik vitamin."


Tuan Edelmar berdeham tak jauh dari mereka. "Ayah kan sudah bilang, ibumu bukan wanita biasa."

__ADS_1


"..." Chezy tersenyum masam.


Siapa yang membiarkannya memasuki Organisasi Agen Rahasia sejak kecil jika bukan karena keluarga nya? Dia jarang berkumpul dengan kedua orang tuanya di masa lalu.


Sekarang semuanya baik-baik saja. Chezy segera membawa kembali Efrain ke kamar untuk menemui Dallas.


Dallas yang alergi bawang putih masih memiliki ruam di tubuhnya, belum mereda sama sekali. Hanya saja sensasi panas sudah mulai mereda karena salep dingin.


Putranya baik-baik saja sekarang tapi dia tidak bisa memeluknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tiga hari kemudian, Dallas sembuh dari alerginya dan mulai menjalankan aktivitas harian. Selama hari-hari itu, dia menghabiskan waktu di Negara K.


Pada hari berikutnya, dia membawa Chezy dan ketiga putranya kembali ke Negara A untuk pulang. Miley menyusul tapi tidak satu pesawat dengannya.


Setibanya di rumah, hari sudah malam. Tapi Dallas sedikit tidak bersemangat dan sesekali akan menyentuh lengan kirinya yang sedikit pegal.


"Ada apa denganmu?" tanya Chezy.


"Tidak apa-apa, hanya sedikit nyaman."


"Apakah ibuku menyuntikmu lagi?"


"Ya. Dia bilang itu bagus untuk kesuburan ku," jawabnya langsung tersenyum.


Chezy menyipitkan mata. "Kamu ingin aku punya anak lagi?"

__ADS_1


"Beri aku anak perempuan?" Dallas sepertinya memiliki keinginan kuat untuk memiliki anak perempuan saat ini.


__ADS_2