Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Berinisiatif Menjadi Wanita Malam


__ADS_3

Chezy sedikit malu. Dia bisa menghindari pihak lain saat gaunnya tak sengaja terinjak. Tapi dengan begitu dia juga akan menunjukkan kepekaan nya terhadap sekitar. Pihak lain pasti akan berpikir dia bisa bela diri.


Jadi Chezy sengaja berpura-pura tidak berhati-hati. Dia yakin Dallas tidak akan membuatnya malu. Ini juga akan menjadi wajahnya.


"Aku baik-baik saja." Dia sedikit canggung di pelukan Dallas tapi pria itu tidak merasa kesal sama sekali.


Dallas justru menatap wanita yang baru saja membuat Chezy terjatuh. "Lain kali itu tidak akan menjadi sekadar kata-kata. Jaga kakimu," tegurnya.


Wanita bergaun merah yang bukan termasuk dalam antek Sonya itu pun berwajah pucat, menggelengkan kepala dan meminta maaf dengan tulus.


Untungnya Dallas tidak mengejar masalah ini dan acara makan malam keluarga bangsawan berjalan dengan lancar.


Dallas memiliki pemikiran yang dalam setelah menyaksikan pertunjukan Chezy yang memukau. Baik berdansa, cara membedakan jenis anggur, bermain piano atau biola, semuanya tidak ada yang salah. Seolah-olah ada darah bangsawan yang mengalir di tubuh wanita itu.


Secara alami, Dallas juga bersantai. Tapi kali ini hatinya tidak santai sama sekali. Ada banyak pertarungan di hatinya. Dia akui bahwa hatinya tergerak oleh wanita di depannya.


Acara makan malam keluarga bangsawan berakhir sebelum tengah malam. Para tamu mulai meninggalkan rumah keluarga Alston, tak terkecuali Chezy dan Dallas.


Kakek Alston hanya memberikan beberapa patah kata sebelum membiarkan mereka kembali. Lalu meminta putranya untuk mendidik Nyonya Alston tentang etika lagi.


Nyonya Alston yang marah merajuk pada suaminya dan kembali ke kamar lebih awal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Chezy dan Dallas pulang ke rumah saat lewat tengah malam. Wanita itu merasa lelah dan ingin istirahat. Dia juga minum sedikit anggur. Malam ini dia sangat puas.


Dallas tidak banyak bicara. Dia melepaskan dasi dan jasnya saat kembali ke kamar. Melihat wanita itu sudah berbaring di tempat tidur tanpa melepaskan gaun, dia mengerutkan kening.


"Kamu sangat senang malam ini?" tanyanya.

__ADS_1


"Tentu saja." Chezy membuka matanya sedikit, enggan bergerak. "Tapi aku juga sangat lelah."


Pria itu duduk di sampingnya. "Kamu selalu tertuju pada Gaines akhir-akhir ini. Apakah kamu menyukai kakakku?" tanyanya agak dingin.


Dallas selalu memperhatikan wanita ini di setiap kesempatan. Untuk pergi ke suatu tempat, pasti selalu ada Gaines di tempat yang sama. Meski keduanya tidak mengobrol secara pribadi atau berkomunikasi diam-diam, tapi Dallas merasa tidak senang.


Setelah insiden Sonya yang diam-diam bercinta dengan kakak nya, Dallas semakin malas dengan wanita.


Dallas awalnya acuh tak acuh tentang ini. Dia tidak peduli dengan pria mana pun yang dikencani wanita itu. Kehidupan pribadi tidak bisa diikut campuri sesuai dengan perjanjian kontrak.


Namun entah kenapa, Dallas tetap tidak suka. Dia selalu merasa jika Chezy adalah miliknya. Wanita itu istrinya dan tidak dibenarkan untuk dekat dengan lawan jenis lainnya.


"Kenapa kamu bertanya tentang ini? Apa pedulimu?" Chezy menatapnya dengan senyum genit.


Tiba-tiba saja Chezy bangun dan melingkarkan kedua tangannya di leher pria itu. Dia ingin menggodanya malam ini.


Hanya saja Chezy ingin berbeda malam ini. Dia sedikit mabuk namun tidak benar-benar kehilangan pikirannya.


Wajah Dallas mengeras. Dia sedikit meremas pinggang wanita itu dengan sedikit kekuatan. "Apakah kamu menyembunyikan sesuatu dariku? Siapa kamu sebenarnya?"


"Suamiku, bukankah aku yang harusnya bertanya ini padamu?" tanyanya kembali.


Ada sedikit keheningan di kamar. Dallas tidak mengatakan apa-apa lagi selain memalingkan wajahnya.


"Ingat, kamu hanyalah istri kontrakku. Tugasmu hanyalah menghangatkan ranjang ku dan aku akan memberikanmu kemudahan sebagai nyonya rumah di sini. Urusan pribadiku, kamu tidak perlu tahu."


Chezy terdiam untuk waktu yang cukup lama, memperhatikan Dallas yang sepertinya serius tentang hal ini. Selain menjadi seorang CEO, apa lagi yang disembunyikannya?


"Kalau begitu, sebagai istri kontrakmu, aku akan memberikanmu pelayanan malam ini. Bagaimana?" Chezy sudah berdiri dan selidiki sempoyongan.

__ADS_1


"Oh? Tumben kamu mengajukan diri?"


"Besok aku akan pindah ke apartemen selama sebulan. Sesuai perjanjian kita, apakah kamu lupa?" cibirnya.


Dallas tersenyum dingin. Dia hampir lupa tentang ini jika tidak diingatkan. "Tentu saja, itu benar. Kamu harus melayaniku malam ini dengan baik. Jika itu memuaskan, aku akan memberikan waktu satu bulan lagi di luar."


Chezy tidak keberatan. "Itu bagus!" Dia tersenyum senang.


Tiba-tiba saja Dallas merasakan firasat buruk yang akan menghampirinya. Wanita Licik ini memiliki ide lain?


"Dallas, aku akan menjadi wanita malammu kali ini." Chezy melepaskan gaun hitam yang membungkus tubuhnya tanpa ragu. "Kali ini, kamu akan mengetahui kehebatanku," katanya penuh godaan.


Dallas tertegun saat melihat Chezy yang telah melepaskan gaun, memperlihatkan lekukan tubuhnya yang sempurna. Tenggorokannya tiba-tiba saja kering. Namun dia segera menyesuaikan suasana hatinya.


Saat ini, Chezy tidak ragu untuk menghampiri Dallas dan duduk di pangkuannya seraya melepaskan kancing kemeja satu persatu. Lalu lepaskan sabuknya tanpa hambatan.


"Suami kontrak ku, kamu memiliki tubuh yang bagus. Mohon kerja samanya," bisik Chezy di telinganya.


"Chezy, kamu benar-benar rubah." Dallas menggertakkan giginya.


"Kamu suka rubah bukan? Tunggu sebentar."


Chezy tiba-tiba saja teringat sesuatu dan turun dari pangkuan Dallas. Dia menemukan sesuatu di lemari, sebuah bando bertelinga rubah. Lalu dia kembali lagi untuk menggodanya.


Melihat sosok ramping itu berjalan dengan telinga rubah di kepalanya, Dallas benar-benar mencoba bertahan agar tidak meledak. Sebagai pria normal, dia sangat ingin menelan wanita di depannya ini ke perutnya


Sebelum Chezy duduk di pangkuan, Dallas sudah meraih pinggangnya hingga wanita itu jatuh ke pelukannya. Dallas menyentuh bando telinga rubah di kepala wanita itu.


"Ini benar-benar cocok untukmu," katanya. Jika itu telinga sungguhan, Dallas sangat ingin memelintirnya.

__ADS_1


Chezy yang duduk di pangkuannya tersenyum dan senyumnya itu sedikit kaku saat merasakan sesuatu yang keras di bawah tubuhnya. Pertahankan diri Dallas sungguh luar biasa.


"Sepertinya Tuan Dallas sudah tidak sabar. Jangan khawatir, Chezy pasti akan memuaskan Tuan malam ini," bisiknya segera menyesuaikan diri.


__ADS_2