
"Kenapa kamu tidak bisa menghentikan mulutmu untuk berkomentar jelek sepanjang waktu?"
Dallas patuh. Dia berhasil berbaring di tempat tidur yang nyaman dan membuka kemejanya.
"Apa yang kamu lakukan?"
"Aku kepanasan. Bantu aku membuka baju," jawab Dallas malas.
Chezy mengembuskan napas tidak berdaya. "Alangkah lebih baik jika kamu tidak sakit saja. Membuat repot orang," gumamnya.
Dia membantu Dallas membuka kemeja dan menggantinya dengan t-shirt yang lebih longgar dan nyaman dikenakan.
"Istirahatlah. Jika nanti kamu masih demam, minumlah obat." Chezy segera keluar setelah memastikan jika pria itu tidak meminta hal lain.
Dia pergi ke ruangan lain untuk menelepon Kallen bahwa siang ini dia tidak bisa pergi bekerja karena suaminya jatuh sakit. Kallen tentu saja menyetujuinya. Kallen masih sibuk di rumah dengan sepupu yang baru saja datang sehingga tidak perlu membuka toko. Karena Chezy juga sibuk, Kallen bisa tenang.
Hingga telepon rumah berdering beberapa kali. Butler Sun mengangkat telepon rumah dan ternyata panggilan dari Kakek Alston.
"Ya, tunggu sebentar," kata Butler Sun sopan saat berbicara di telepon. Dia memanggil Chezy.
"Ada apa?" tanya wanita itu.
"Nyonya, Kakek Alston menelepon dan ingin berbicara dengan nyonya," jawabnya.
"Baiklah." Chezy mengambil alih telepon.
Butler Sun pergi untuk menyelesaikan pekerjaannya. Saat itulah Chezy mulai berbicara dengan Kakek Alston tentang maksud dari memanggilnya.
"Kamu dan Dallas datanglah ke rumah Minggu depan. Ada acara makan malam bangsawan di rumah kami. Ini rutin dilakukan setiap beberapa bulan sekali untuk mempererat hubungan antar keluarga bangsawan. Apakah tidak apa-apa jika kamu datang?"
Nada bicara Kakek Alston tidak tajam atau tidak suka, tapi tampak berbicara seperti bawahan dan atasan. Namun masih tidak menyembunyikan nada bicara yang berwibawa.
"Ya, sepertinya tidak apa-apa. Apakah Dallas sering menghadiri acara seperti ini?"
"Tidak, jarang sekali." Kakek Alston menghela napas. "Kamu bertugas meyakinkannya. Dia pasti akan datang karena kamu isterinya."
"Tapi ..." Chezy mengerutkan kening.
"Apakah kamu sibuk Minggu depan?"
__ADS_1
"Seharusnya tidak. Bahkan jika aku sibuk, Bukankah harus datang?"
"Tentu saja."
Chezy tidak memiliki waktu untuk membuat alasan.
"Kakek tidak bisa menghubungi nomor telepon Dallas, apakah dia tidak ada di rumah?" Pihak lain bertanya lagi.
"Dia demam."
"Demam? Dia sakit? Tumben ..." Kakek Alston tertawa, sepertinya senang. "Dia jarang sekali sakit. Batuk sedikit saja pasti sudah cepat memanggil dokter keluarga. Apakah dokter keluarga sudah datang?"
"Tidak, dia tidak bilang itu dan tidak mau minum obat." Chezy merasa jika Dallas sedang bermain dengannya.
"Oh, anak ini ingin diurus olehmu. Tidak apa-apa. Jarang dia bersikap manja. Kalau begitu urusan Dallas dengan baik dan bicarakan tentang acara ini. Kakek bergantung padamu."
Setelah itu, Kakek Alston memutuskan sambungan telepon.
Chezy yang masih menempelkan telepon rumah ke telinganya agak tidak berdaya.
Kenapa dia harus bertemu Kakek Alston yang jelas mengenal ayah dan kakeknya?
Chezy kembali ke lantai dua setelah selesai menelepon. Karena Dallas sedang demam, dia tidak bisa pergi ke mana-mana. Jika tidak, para pelayan akan berpikir dia tidak peduli pada suaminya.
......................
Pada siang harinya, Chezy pergi ke dapur, membuat minuman herbal yang manis dan bisa diterima dengan mudah oleh anak-anak sekalipun.
Lalu dia bertanya pada Butler Sun tentang dokter keluarga yang sering merawat Dallas saat sakit. Ekspresi Butler Sun sedikit salah. Sepertinya sengaja menutup-nutupi ini sejak awal. Jika bukan karena perintah Dallas, siapa lagi?
"Nyonya, tuan mungkin tidak ingin memanggil dokter keluarga karena nyonya yang mengurus. Dulu tuan sendirian di rumah. Saat sakit, tuan tidak mengizinkan siapapun untuk mengurusnya. Pada akhirnya selalu memanggil dokter keluarga." Butler Sun mencari alasan yang tepat untuk ini.
"Benarkah?"
"Ya." Butler Sun yakin.
"Tidak heran pak tua itu bilang hal yang sama. Dallas ternyata gengsi untuk mengakuinya padaku." Wanita itu tertawa ringan, bertingkah seperti istri yang pemalu.
Tak lama setelahnya, Chezy seperti mendengar suara Dallas terbatuk dan memanggil namanya berulang kali. Dia segera menyelesaikan membuat minuman herbal.
__ADS_1
"Dallas sepertinya sudah bangun dan memanggilku. Kalau begitu aku akan ke atas dulu untuk menanyakan apakah dia ingin makan sesuatu," kata Chezy seraya membawa nampan berusia segelas minuman herbal yang masih hangat.
"Ya."
Butler Sun kebingungan. Seperti dia tidak mendengar suara apapun saat ini. Bagaimana Chezy bisa tahu bahwa Dallas sudah bangun? Namun dia meminta salah satu pelayan untuk mengecek apakah Dallas sudah bangun atau belum. Dan ternyata benar.
Dallas sudah bangun dan memanggil Chezy berulang kali. Wanita itu datang sambil membawa nampan dan menyahut dari luar kamar.
"Nyonya rumah ini sepertinya tidak biasa," gumam Butler Sun merasa takjub.
Pendengaran Chezy sangat tajam karena telah berlatih sejak kecil. Suara jarum yang jatuh saja bisa terdengar. Inilah namanya kemampuan seni bela diri dan ilmu tenaga dalam yang harus dimiliki oleh setiap anggota organisasi agen rahasia.
......................
Di kamar.
Dallas duduk bersandar di kepala ranjang setelah bangun tidur. Kepalanya masih sakit dan sepertinya tidak banyak berubah. Dia masih demam. Tapi kali ini tidak separah sebelumnya.
Chezy datang sambil membawa nampan. Aroma minuman herbal membuatnya mengerutkan kening.
"Apa yang kamu buat?"
"Obat herbal. Minumlah selagi hangat." Chezy meletakkan nampan di meja nakas.
"Aku tidak akan meminumnya. Minuman berantakan macam apa yang kamu buat? Kenapa baunya seperti ini?"
"Ini mengandung beberapa herbal yang bagus untuk meredakan demam. Kamu bilang tidak mau minum obat, jadi minum saja ini. Lagi pula ini manis seperti minuman pada umumnya. Jangan cari alasan lain jika tidak ingin memanggil dokter keluarga!" Chezy sama sekali tidak menyembunyikan kekesalannya.
Dallas bungkam. Wanita itu tahu tentang dokter keluarga. Entah dari Butler Sun atau orang lain yang memberitahunya. Saat dia menghidupkan smartphone, ada banyak panggil tak terjawab serta pesan dari kakeknya.
"Apakah kakek menelepon ke rumah ini?"
"Ya." Chezy mengangguk.
"Apa yang dikatakannya?" Dallas khawatir kakeknya mengatakan sesuatu yang tidak-tidak.
"Minggu depan, dia meminta kita untuk datang ke acara makan malam bangsawan."
"Kamu mau pergi?"
__ADS_1
"Pergi saja, kenapa tidak. Maukah kamu?"