
Dallas tentu saja awalnya hanya menggoda Chezy. Tapi jawaban wanita itu selalu membuatnya mati rasa dan menyinggung. Jika dia mati, Kallen pasti memiliki kesempatan untuk menatap wanita ini.
Tentu saja Dallas tidak mudah untuk dibunuh seperti itu. Apa lagi hanya dengan alasan kecelakaan.
"Kakekmu tahu?" tanya wanita itu lagi.
"Dia sudah tahu ini. Jangan khawatir."
"Lalu Gaines?"
"Kenapa dengan dia?" Dallas mengerutkan kening. Dia hampir lupa dengan kakaknya ini sejak sibuk mengurusi masalah senjata api militer baru.
Sekarang Chezy menanyakannya lagi. Dia mulai curiga seratus persen jika Chezy tahu sesuatu tentang Gaines. Sudah beberapa bulan ini dia ingin tahu alasannya, tapi Chezy tidak pernah memberi tahunya.
Chezy tidak langsung menjawab. "Dia mungkin akan datang untuk melihat keadaanmu. Lebih baik kamu berpura-pura mengalami luka parah sementara waktu," sarannya.
"Beri aku alasan!" Dallas menggertakkan gigi. Jika tangan kanannya baik-baik saja, dia pasti menarik wanita itu ke pelukannya.
"Kemungkinan besar dia akan datang untuk melihat keadaanmu. Kecelakaan ini pasti tidak kan lepas dari idenya juga."
"Chezy, apa yang kamu sembunyikan dariku?" Dallas menatapnya seolah-olah ingin menembus pikirannya.
Chezy menunduk dan duduk di kursi yang ada di dekat ranjang. "Cobalah cari tahu. Ini sudah berbulan-bulan tapi kamu belum mencari tahu? Pernikahan kontrak kita saja akan segera berakhir."
__ADS_1
Kali ini giliran Dallas yang terdiam. Benar, pernikahan kontrak mereka akan segera berakhir. Meski keduanya tinggal satu atap, tapi Dallas belum melihat apakah Chezy ini menyukainya atau tidak.
"Lupakan saja saat ini. Yang penting kamu berpura-pura sakit parah dan butuh perawatan di rumah sakit. Pada saat ini, kamu bisa meminta orang mu untuk menyelidikinya." Kemudian Chezy mencibir. "Kemampuanmu tidak selemah itu kan?"
Dallas tersenyum tapi senyumnya sedikit dingin. Ini bukan jenis kemarahan, tapi merasa lebih tertantang. "Kalau begitu, tunggu saja."
Mengikuti apa yang dikatakan Chezy, Dallas kini berpenampilan seperti orang yang telah mengalami kecelakaan parah. Tapi masih memiliki kesadaran. Dokter awalnya merasa aneh, namun setelah diberi pemahaman selama beberapa waktu, akhirnya bersantai.
Arran juga datang untuk melihat kondisinya. Lalu satu persatu anggota keluarga Alston datang untuk menjenguknya.
Nyonya Alston tidak suka dengan Chezy dan menyalahkan semuanya di kepala wanita itu. Tapi Kakek Alston dan suaminya menegur. Lalu membawa Nyonya Alston pulang agar tidak mengganggu perawatan Dallas.
Hingga saat Gaines tiba, suasananya sedikit berbeda. Tapi Chezy berperilaku baik dan polos di samping Dallas. Mata wanita itu merah dan sedikit bengkak akibat menangis. Dallas dalam keadaan koma saat ini dan tidak tahu kapan akan bangun.
Gaines sudah memastikan dari dokter bahwa Dallas memang koma saat ini dan membutuhkan perawatan yang lebih lama.
Chezy menggelengkan kepala. "Tidak apa-apa. Hanya saja kejadian ini begitu tiba-tiba. Belum lagi ada orang jahat yang mengejar mobilku tadi. Orang jahat tanpa otak ingin aku dan Dallas mati."
Gaines tidak tahu apakah dia menahan diri atau pura-pura tidak mendengar, hanya menghela napas tidak berdaya.
"Saat kamu diculik, apakah ada penjahat yang mengatakan sesuatu padamu?"
"Oh?" Chezy sedikit tertegun lagi berpura-pura berpikir sejenak. "Kurasa begitu. Ini tentang Dallas yang dikatakan sebagai Tamu Malam. Tapi aku tidak percaya sama sekali dan aku juga tidak tahu tentang masalah seperti itu. Dallas selalu pergi bekerja ke perusahaan dan sibuk hingga kerja lembur. Bagaimana mungkin dia menjadi Tamu Malam?"
__ADS_1
"Bagaimana jika itu nyata?" Gaines menyipitkan mata. Karena Dallas sedang koma saat ini, dia bisa melancarkan rencananya.
"Itu tidak mungkin! Bahkan jika itu benar, aku tidak akan berhenti mencintainya." Chezy tersenyum tulus tapi tidak berdaya.
Gaines ingin menyalakan sebatang rokok tapi merokok tidak diperbolehkan di rumah sakit. Dia hanya bisa memasukkan kedua tangannya ke saku celana licinnya.
"Chezy, bagaimana jika kamu ikut denganku saja? Aku akan menjagamu lebih baik darinya. Lagi pula tidak tahu kapan adikku akan bangun," bujuknya.
Chezy terkejut lalu sedikit tidak benar pada ekspresinya. "Maaf," katanya.
"Tidak apa-apa." Gaines tahu Chezy menolak jadi tidak memaksanya lagi. Dia sudah memiliki banyak masalah akhir-akhir ini.
"Lalu bagaimana dengan kabar nona Sonya?" Chezy terlihat seperti seorang saudari yang baik.
"Dia baik-baik saja, mengurus kehamilannya." Ada nada acuh tak acuh, Gaines tidak terlalu peduli.
Orang lain tidak tahu saat ini jika hidup dan mati Sonya tidak lagi berharga di mata Gaines.
"Kalau begitu aku akan kembali dulu." Gaines tidak tinggal lama setelah bicara dengan Chezy. Dia hanya ingin memastikan jika Dallas benar-benar koma atau tidak.
"Hati-hati."
"Ya." Gaines keluar dari ruang rawat VIP Dallas.
__ADS_1
Setelah Chezy memastikan dari pengawalnya bahwa Gaines sudah meninggalkan halaman rumah sakit, dia mencolek lengan Dallas.
"Dia sudah pergi," katanya.