Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Hari Pernikahan (1)


__ADS_3

Saat Dallas dan Chezy kembali, hari sudah sore dan hampir waktunya makan malam. Untungnya si kembar tiga tidak rewel selama keduanya tidak ada.


Nyonya Alston dan Tuan Alston mengurus mereka dengan sangat baik. Lagi pula, keduanya adalah pasangan yang sudah menikah selama bertahun-tahun dan paham cara membesarkan anak. Nyonya Alston seperti kembali ke masa mudanya saat menikah dengan Tuan Alston dan mengurus anak.


“Kalian akhirnya kembali. Apakah kencannya menyenangkan?” godanya.


“Bagaimana Ibu tahu kami berkencan?” Chezy sedikit malu.


“Huh, kalian berdua jarang memiliki waktu berdua karena mengurus si kembar. Ibu bisa memahaminya.”


Nyonya Alston dulu juga begitu. Ketika nenek Dallas masih hidup, dia suka melemparkan kedua anaknya pada orang tua, lalu pergi berkencan dengan Tuan Alston. Melihat anak muda di depannya, dia akhirnya memahami perasaan neneknya Dallas waktu itu.


“Baiklah, kalian bisa membersihkan diri dulu sebelum menggendong si kembar nanti,” katanya.


Keduanya berperilaku jujur, pergi ke kamar untuk membersihkan diri sebelum akhirnya bermain dengan ketiga bayinya.


Karena keduanya berencana untuk menikah, undangan telah disebar pada Keesokan paginya. Beberapa pihak bahkan terkejut karena Dallas tiba-tiba saja akan menikah. Mereka akhirnya ingat jika Dallas dan Chezy hanya mengambil buku nikah saja tapi tidak melangsungkan acara pernikahan.


Belum lagi, Chezy sudah memiliki anak sekarang dan keberadaan si kembar tiga langsung menarik perhatian banyak orang.


Ada beberapa foto tersebar di internet tentang Chezy dan Dallas yang menggendong bayi di rumah sakit. Foto tersebut tak sengaja diambil oleh seorang perawat yang sedang istirahat makan siang. Untungnya Dallas maupun Chezy tidak mengejar masalah tersebut dan membiarkannya beredar.


Foto tersebut langsung membuat netizen semakin penasaran dengan ketiga bayi laki-laki Dallas. Mereka mulai menceritakan masa depan ketiganya yang pasti akan mirip dengan Dallas.

__ADS_1


Chezy dan Dallas tidak memikirkan gossip yang beredar di media sosial. Keduanya sibuk mengurus semua persiapan pernikahan yang akan dilakukan seminggu lagi. Agak terlalu cepat, tapi Dallas sudah tidak sabar mengumumkan pada dunia jika Chezy adalah istrinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada hari H tiba, semua tamu undangan hadir ke pernikahan keluarga Alston yang diadakan di lapangan terbuka yang asri. Semua dekorasi tampak mewah dan megah. Karpet merah pengantin membentang dengan beberapa hiasan bunga di kedua sisinya sebagai pembatas.


Keluarga Edelmar juga telah tiba dua hari sebelumnya dan menyapa keluarga Alston. Kehebohan terjadi lagi. Baik media Negara A dan Negara K langsung meledak di internet. Mereka melihat anggota keluarga kerajaan Negara K hadir di pernikahan keduanya.


Barulah diketahui jika Chezy adalah kerabat keluarga kerajaan. Lebih tepatnya, keponakan raja saat ini. Semua orang yang mengetahui itu langsung mengira jika Dallas beruntung menikahi orang kerajaan. Hall ini juga akan mengikat erat persahabatan dua negara.


Marine dan Hadwin berdiri gugup di dekat salah satu sepupu Chezy.


“Apakah aku tidak bermimpi? Aku baru saja duduk di samping Pangeran Pertama,” bisik Marine pada Hadwin.


Pria berambut sedikit kemerahan yang duduk di samping Marine segera melirik dan menyapanya.


“Kudengar dari sepupu, kalian juga akan menikah?” tanya Pangeran Pertama.


Marine sedikit terkejut dan agak takut padanya, lalu mengangguk. “Benar, benar. Kami berencana menikah tahun depan.”


Pangeran Pertama tersenyum, “Jangan lupa untuk mengundangku di masa depan.”


“Ah? Oh … yah, tidak masalah.” Marine sedikit gugup.

__ADS_1


“…” Pangeran Pertama berpikir jika Marine sangat takut saat melihatnya. Apakah aku terlihat galak? Batinnya seraya menyentuh wajah tampannya.


Ketika semua tamu dan anggota keluarga tiba, Dallas sudah berada di panggung pernikahan. Dia memakai setelan jas pernikahan dengan rambut yang disisir rapi. Dia sedang menunggu mempelai wanita datang.


Ketika ada keributan di belakang, beberapa photographer segera mengambil beberapa gambar. Bahkan para tamu yang duduk dan menunggu juga tak bisa menahan diri untuk menoleh.


“Datang. Mempelai wanita sudah datang!”


“Cepat ambil foto!”


“Sangat cantik! Gaunnya benar-benar indah. Aku tidak tahu berapa banyak berlian yang dipakai untuk menyelesaikan sebuah gaun ini,” bisik tamu yang lain.


“Yang jelas ini bukan gaya Negara A. Kudengar ini didesain oleh seorang perancang busana asal Negara K.”


“Ah … kalau begitu ini bukan gaun yang mudah disewa.” Seorang tamu wanita sedikit menyesal dan iri.


“Benar.”


Diskusi hangat terdengar sayup-sayup tamu tidak membuat suasana menjadi aneh. justru mereka seperti menghirup napas dalam-dalam saat melihat Chezy yang berada dalam balutan gaun pernikahan berjalan menuju ke arah panggung pernikahan.


Tuan Edelmar sendiri yang mengantar putrinya. Semua orang juga tahu bahwa anak perempuan selalu menjadi hati seorang ayah. Mengantarkan anak perempuan mereka untuk menikah dan menyerahkannya pada pria yang akan menggantikan tanggung jawab putrinya, sangat berat.


Saat Dallas melihat Chezy, matanya dipenuhi dengan kehangatan. Dia sedikit gugup.

__ADS_1


__ADS_2