
Setelah urusan di Negara C selesai, Dallas dan Cade kembali ke Negara A. Sedangkan Miley ditahan oleh jenderal tertinggi Negara C untuk membahas kerja sama perancangan senjata api militer. Miley yang tidak mau hanya bisa meratap diam-diam dan mengeluh.
Sejak kapan hubungan Negara A dan Negara C membaik? Kenapa dia tidak tahu?
Setibanya di Negara A, Cade tidak tinggal lama. Dia hanya mengucapkan beberapa patah kata pada keluarga Alston dan segera meninggalkan Negara A. Masih ada sesuatu yang harus dia laporkan pada raja.
Dallas tidak menahannya lagi dan mengantarnya sampai ke bandara.
“Kapan Chezy akan datang? Apakah kondisinya membaik?” tanyanya.
Sejak kecelakaan satu demi satu terjadi, dia tidak bisa menghubungi wanita itu lagi.
“Jangan khawatir, dia seharusnya sudah melapor pada organisasi dan akan datang cepat atau lambat. Kenapa kamu begitu khawatir?” cibir Cade.
Dallas tersenyum. “Kalau begitu aku percaya pada Kakak Ipar,” timpalnya tidak lagi mengajukan pertanyaan lain.
Cade hampir saja tersandung kakinya sendiri saat mendengar kalimat itu. Dia masih tidak mau menerimanya. Pura-pura tidak mendengar, Cade segera menaiki pesawat yang disiapkan oleh kerajaan Negara K.
Saat melihat pesawat lepas landas, Dallas juga segera kembali untuk menstabilkan perusahaan yang masih kacau balau saat ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa hari kemudian, semua situasi di perusahaan Alston Group telah stabil. Hanya saja perusahaan masih dalam tahap perbaikan dan semua pekerjaan utama dialihkan sementara ke kantor cabang. Jadi selama beberapa hari terakhir, Dallas berada di kantor cabang.
__ADS_1
Pria itu sama sekali tidak banyak berubah. Penampilan dan temperamennya masih sama. Asisten Jill juga bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Hanya saja selama beberapa hari terakhir ini, sekretaris Dallas bertindak sedikit aneh.
Tak lama, seorang wanita mengetuk pintu kantor Dallas.
“Masuk.” Dallas tidak mempermasalahkan siapa yang datang.
Saat pintu dibuka, seorang wanita berpakaian kantor masuk sambil membawakan secangkir kopi yang masih panas.
“Bos, ini kopi pesanan Anda,” kata sekretarisnya sedikit malu-malu. Dai mencoba untuk berjalan dengan anggun.
Dallas sama sekali tidak meliriknya. “Taruh saja di meja,” ucapnya dingin.
Sekretarisnya berusaha keras untuk membuat bosnya terpesona. Namun selama ini, Dallas sama sekali tidak meliriknya. Hari ini, dia sengaja menggunakan parfum mahal yang dipercaya bisa memikat hati seorang pria. Dia tidak tahu apakah cara ini berhasil atau tidak.
Asisten Jill sedikit ketakutan dan diam-diam mundur. Kali ini sekretaris Dallas pasti akan dipecat dari pekerjaan besar ini.
“Bos, tidak bisakah Anda beristirahat dulu dan menikmati secangkir kopi buatan saya? Anda pasti lelah selama beberapa hari terakhir ini,” kata sekretarisnya sedikit bernada lembut.
Dia sengaja mengulurkan tangan dan menyentuh pundak Dallas. Dia sama sekali tidak percaya jika pria di sampingnya masih tak tergoda oleh pesonanya.
Dallas yang sedang sibuk dengan laptopnya langsung berwajah dingin dan suhu di ruangan turun beberapa derajat. Wajahnya gelap saat melihat tindakan tak tahu sekretarisnya itu. Tahukah wanita itu bahwa dia sangat tidak suka orang lain menyentuhnya? Apa lagi lawan jenis. Kecuali oleh Chezy.
“Bos— AHH!!” Wanita itu berteriak kesakitan dan langsung terempas ke lantai dengan kuat. Wajahnya pucat dan dia menyentuh perutnya dengan erat. Sakit sekali.
__ADS_1
Dallas benar-benar tidak mengasihani wanita yang berani merayunya dan langsung memukulnya tanpa ampun. Sekretaris yang melihat Dallas kini tidak percaya dan perlahan-lahan mulai ketakutan.
“B-bos … saya … saya ...” Dia sama sekali tidak mengharapkan akhir yang begitu menyedihkan ini. Bahkan perutnya mual akibat rasa sakit.
Dallas menatapnya dengan dingin. “Apakah kamu layak?”
Wajah sekretaris semakin pucat dan buru-buru menggelengkan kepala.
Setelah itu, suara tepuk tangan santai langsung mengalihkan perhatian ketiga orang di ruangan tersebut. Mereka melihat seorang wanita berambut keriting gantung berponi berdiri di ambang pintu, memakai kacamata hitam, berpakaian modis dan memakai high heels.
Sekilas, wanita berpakaian modis itu cukup tinggi. Pakaian yang dikenakannya juga mahal dan berkelas. Mereka bertiga belum menebak siapa wanita itu. Hanya saja, Dallas merasa familiar dengan posturnya.
“Siapa Anda?” tanya Asisten Jill waspada. Kenapa ada orang lain yang berani datang ke sini? Apakah penjaga pintu tidak lagi berguna?
Wanita di ambang pintu akhirnya melepas kaca mata hitamnya dan wajah cantik yang sedikit imut itu langsung dikenali oleh mereka. Dia tersenyum terutama pada Dallas.
“Lama tidak berjumpa, Tuan Dallas. Siapa yang menduga saat aku datang, pemandangan ini yang akan kulihat,” katanya.
Mereka akhirnya mengenali suara itu dan langsung tahu siapa wanita di depannya. terutama Dallas yang sudah merindukannya selama berhari-hari.
Namun Dallas masih menjaga ketenangannya saat ini. Dia tersenyum, “Istriku akhirnya kembali.”
“…?!” Asisten Jill bahkan hampir tak mengenali sosok Chezy yang dandannya sedikit berbeda di depannya.
__ADS_1
Benar-benar Nyonya Rumah??!