Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Ajakan Makan Malam


__ADS_3

Chezy telah absen dari tempat kerjanya selama beberapa hari dan mulai kembali ke toko bunga setelah urusan selesai. Dia tidak menyangka jika Kallen sama sekali tidak mempermasalahkan bolos kerjanya.


Seperti biasa, Chezy datang mengendarai mobil merah mudanya yang selalu mencolok di mata pengunjung toko.


"Bos." Chezy menyapa Kallen yang sedang sibuk dengan buku daftar bunga potong yang baru saja tiba.


Kallen sudah beberapa hari tidak bertemu Chezy dan mengangguk padanya. Sayang sekali, wanita yang sudah menikah. Kallen tidak bisa merebutnya dari pihak lain setelah tahu siapa yang menikahi Chezy.


"Kamu tidak perlu bekerja sampai malam mulai sekarang. Pulanglah setelah pukul lima sore."


"Ah, apakah toko tidak buka tiap hari?" Chezy merasa aneh.


"Tidak. Aku akan mengurus beberapa hal di rumah, jadi toko tutup lebih awal."


"Ternyata seperti itu."


Chezy mengira jika Kallen mungkin akan mewarisi bisnis keluarga di masa depan. Keluarga Parker memang tidak kecil tapi juga tidak besar saat memasuki Negara A.


"Chezy, apakah hubunganmu dengan suamimu baik?" tanyanya tiba-tiba.


"Hah? Suami?" Chezy sedikit tertegun. Apakah menanyakan hubungannya dengan Dallas?


"Bos kenal dengan Dallas?" tanya Chezy.


"Aku tahu sejak datang ke negara ini. Dia sosok yang luar biasa dalam berbisnis. Lagi pula, siapa yang tidak tahu keluarga Alston yang merajai bisnis ibu kota." Kallen berkata seolah-olah sedang bergosip.


Chezy tersenyum masam tapi hatinya mengutuk dallas. Suami mataku! Batinnya kesal. Semua ini hanyalah pernikahan kontrak.


"Tidak apa-apa. Semuanya baik-baik saja," jawabnya.


"Syukurlah. Jika sesuatu terjadi di masa depan, jangan ragu untuk meminta bantuanku."


Chezy sepertinya merasakan sedikit perhatian dari pria ini. "Terima kasih, Bos."


Saat hari sudah menjelang siang, Kallen membawakan nasi kotak untuknya. Pelanggan hari ini lumayan banyak sehingga semua pelayan toko sibuk.


Saat Chezy istirahat di samping toko sambil berkirim pesan dengan Marine.


"Makanlah dulu," kata pria itu.


"Terima kasih." Chezy kebetulan lapar dan menerima nasi kotaknya.

__ADS_1


"Sama-sama."


Chezy melihat jika Kallen juga memiliki bagian untuk dirinya sendiri. Pria itu duduk di sampingnya.


Keduanya mulai makan sambil membicarakan pekerjaan hari ini.


Sayangnya adegan itu jatuh ke mata Dallas yang kini ada di dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan. Awalnya dia hanya ingin memastikan jika wanita itu bekerja di sini. Tapi siapa yang tahu adegan Kallen yang memberi nasi kotak pada Chezy terlihat intim di matanya.


"Bos," ujar Asisten Jill saat melihat itu. Apakah nyonya sengaja membuat tuan muda cemburu?


Dallas menyesap rokoknya yang tinggal setengah. "Apakah menurutku pria itu menyukai istriku?"


"Ah? Maksud Bos, tuan Kallen? Mungkin," jawab Asisten Jill seraya memegang setir. "Apakah Bos akan turun dan menyapa nyonya?"


"Tidak perlu. Pulang ke rumah." Dallas tidak suka Chezy diperhatikan pria lain tapi saat ini bukan waktunya untuk mengurus masalah kecil.


Asisten Jill tidak tahu kenapa Dallas ingin pulang secepat ini. Padahal hari masih siang.


Saat Dallas tiba di rumah, Asisten Jill jika memiliki keperluan lain sehingga memutuskan kembali ke perusahaan.


......................


Di rumah, Dallas disambut oleh Butler Sun.


"Apakah Tuan ingin membawa bekal ke perusahaan?" Butler Sun sedikit terkejut. Terakhir kali Chezy membuat kotak makan siang untuk Dallas.


"Bukan, untuk istriku," jawab Dallas datar laku pergi ke lantai tiga untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang tertunda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada sore hari, Chezy selesai bekerja dan berpamitan dengan Kallen sebelum akhirnya kembali ke apartemen. Setelah memarkirkan mobil merah mudanya, Chezy tanpa sengaja berpapasan dengan Gaines di dekat lobi.


Pria itu memakai setelah pakaian formal, rambutnya disisir rapi tapi tanda sayatan pisau di dekat mata kirinya membuat Gaines terlihat agak jahat.


Chezy tersenyum ramah seperti biasanya dan menyapa Gaines dengan sebutan 'Kakak Ipar'.


"Di masa depan, kamu bisa memanggil namaku saja. Bisakah aku memanggilmu Chezy?" Gaines tampak ramah di permukaan dan menatap Chezy seperti seorang saudara yang baik.


"Ya, tidak masalah. Kenapa kamu di sini? Aku baru saja pulang kerja."


"Dallas masih membiarkanmu bekerja? Apakah dia tidak memberimu yang?" Gaines menyipitkan mata. Mungkinkah pernikahan keduanya tidak harmonis seperti keliatannya?

__ADS_1


"Tidak, tidak. Bukan seperti itu. Dallas memberiku kartu khusus untuk dibelanjakan. Tapi aku bosan di rumah jadi pergilah ke luar untuk mencari pengalaman. Di Negara K sangat sulit mendapatkan pekerjaan kecil. Beruntung bisa mengalaminya di sini," jelasnya.


"Ternyata seperti itu. Apakah kamu ada waktu malam ini?"


"Kenapa memangnya?"


Chezy tentu saja senang saat ini. Gaines datang lebih cepat daripada perkiraannya. Mungkin karena kejadian waktu itu tentang Sonya yang gagal merayu Dallas di rumah, jadi Gaines memulai dengannya.


Namun di mata pria itu, Chezy terlihat seperti wanita lain yang tergila-gila oleh sesuatu.


"Aku ingin mengajakmu makan malam untuk saling mengenal." Gaines masih menatap Chezy untuk memastikan jika ekspresi pihak lain tidak mencurigakan.


"Tapi ... Apakah tidak apa-apa? Bagaimana dengan nona Sonya? Apakah dia akan datang juga?"


"Tidak, Sonya masih sibuk dengan pekerjaannya." Gaines tidak mungkin mengajak Sonya. Dia sudah memerintahkan wanita itu untuk membuat rencana.


"Malam ini sepertinya tidak bisa. Aku sangat lelah. Bagaimana jika akhir pekan? Aku libur di akhir pekan," tawar Chezy.


Gaines berpikir sejenak dan sepertinya akhir pekan lebih menguntungkan. "Tentu saja. Jangan bilang ini pada Dallas. Dia pasti tidak akan mengizinkanku mengajakmu makan malam."


"Tidak masalah. Aku yakin dia juga sibuk," timpal Chezy.


"Kalau begitu sampai jumpa akhir pekan." Gaines segera berpamitan dengan Chezy dan meninggalkan halaman apartemen dengan mengendarai mobilnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selama beberapa hari terakhir, Chezy selalu dikirimi kotak makan siang oleh Dallas. Tidak tahu apa alasannya. Tapi setiap kali Dallas datang sambil memberikan tatapan tidak mengenakan pada Kallen, sepertinya tahu dari mana asal bau cuka (**rasa cemburu**) itu berasal.


Apakah karena Kallen selalu memberinya kotak makan siang dan ketahuan oleh Dallas jadi mulai mengiriminya bekal dengan rajin?


Apapun alasannya, Chezy tidak bisa menolak. Untungnya Kallen juga tidak mempermasalahkan hal tersebut.


"Pulanglah hari ini, kamu libur di akhir pekan bukan?" Dallas duduk di samping Chezy dan menyaksikannya makan kotak makan siang buatan Butler Sun.


"Aku ada acara malam ini. Tidak bisa pulang bersamamu."


"Makan malam dengan kakakku?" Nada bicara Dallas sedikit dalam. Ada kemarahan di hatinya.


Chezy tidak bisa menyembunyikan apapun dari Dallas. Jika pria itu mampu mencari tahu, pasti akan tahu cepat atau lambat. Kekuatan Dallas mengelola orang-orangnya sungguh luar biasa.


"Hanya makan malam formal. Bukan urusan yang aneh-aneh. Aku hanya ingin tahu kenapa dia mengajakku makan malam. Mungkin membicarakan sesuatu," jelasnya.

__ADS_1


Dallas merangkul pundak wanita itu dan meremasnya sedikit. "Ingatlah, aku akan menghukummu setelah kembali. Sudah lama kamu tidak menghangatkan tempat tidur."


Chezy sedikit canggung tapi tidak menolak.


__ADS_2