
Arran menggunakan cairan alkohol murni yang biasa digunakan untuk untuk mengobati luka pada pasien. Alkohol memiliki efek yang baik selain di sisi buruknya sendiri.
Sayangnya, tinta yang ada di wajah Dallas tidak mudah dihapus dengan alkohol murni yang dimilikinya saat ini. Ada obat khusus untuk menghapusnya.
"Aku akan meminta seseorang di laboratorium untuk membuatkan pembersihnya. Atau ... Kamu bisa datang pada istrimu untuk menghapusnya. Tidak mungkin dia memiliki benda ini tapi tidak memiliki penghapusnya."
"Menurutmu, kenapa Chezy memiliki benda ini?"
"Bukankah kamu bilang dia berasal dari Negara K?"
Dallas mengangguk.
"Negara K merupakan negara maju yang memiliki segudang teknologi. Tidak kalah dengan negara ini atau negara lainnya. Mengenai perkembangan barang-barang, mereka lebih maju dan lebih efektif. Tidak heran tinta seperti ini bisa muncul di tangan istrimu," jelas Arran lebih bijak.
"Omong-omong, kita tidak memiliki benda seperti ini. Akan bagus jika kita memilikinya. Aku akan memesan beberapa untuk kebutuhan lain," imbuh Arran.
"Ya." Dallas juga setuju.
Dia hanya bisa bersabar dengan gambar kumis kucing ini selama beberapa waktu.
"Kudengar, Bos, kamu sedang mengembangkan senjata baru?" bisik Arran.
"Rancangan Miley sangat bagus kali ini dan aku memintanya tanpa bayaran," jawab Dallas.
"Bagaimana mungkin? Miley memberikannya dengan harga percuma?"
"Kali ini demi hubungan kerja sama dua kelompok."
"Bukankah dia bekerja di bawah pemerintah?"
"Pekerjaanku juga demi pemerintah. Tidak ada yang salah."
Kamu sangat pandai bermain dengan harimau gunung, batin Arran.
"Jadi bagaimana perkembangannya sekarang?" tanya Arran lagi.
"Tidak terlalu cepat." Dallas menyipitkan mata.
"Jika senjata itu berhasil dikembangkan, kamu akan mendapatkan kontribusi besar," kata Arran.
__ADS_1
"Aku tidak peduli dengan ini. Aku hanya ingin membasmi organisasi pembunuh berantai yang saat ini merajalela. Tapi mereka sangat lihai bermain. Kita butuh strategi."
"Lalu jika kamu bekerja di lantai tiga, bagaimana istrimu sekarang? Kenapa kamu tidak membiarkannya berlibur ke luar negeri lebih dulu?"
"Jangan khawatir tentang ini. Dia pindah ke apartemen selama dua bulan. Ada banyak waktu untuk merancang senjatanya."
"Tumben kamu baik hati?"
Di sinilah Asisten Jill menjelaskan apa saja yang terjadi selama seminggu terakhir. Chezy memeras uang Miley sebesar satu juta dollar lalu memenangkan semua tantangan para wanita bangsawan di jamuan makan malam keluarga bangsawan.
Chezy meminta tinggal di apartemen selama satu bulan dan Dallas menyetujuinya jika berhasil memenangkan tantangan. Belum lagi, Miley juga harus merelakan yang satu juta dollarnya jika Chezy menang.
Untung tambahan satu bulan lagi ... Asisten Jill tidak tahu. Ini mendadak.
"Bos, apakah kamu mampu bertahan hidup dua bulan tanpa menyentuh istrimu?" goda Arran langsung terkekeh. Dia menyesap kopinya lagi.
"Kamu akan tahu setelah menikah nanti!" Dallas mencemooh.
"Pufffh" Arran hampir menyemprotkan kopi yang belum masuk ke tenggorokannya.
Dallas pasti sengaja menyindirnya karena masih jomblo.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Marine dan Hadwin akhirnya bisa berkumpul lagi dengan Chezy yang telah berada di rumah Dallas akhir-akhir ini. Ketiganya langsung berdiskusi tentang rencana selanjutnya.
Marine telah mendapatkan banyak informasi dari berbagai detektif swasta tentang kelompok pembunuh bayaran yang kini berkeliaran di Negara A.
"Kita harus segera mempercepat pergerakan. Aku tidak menyangka mereka benar-benar membunuh banyak orang penting. Tujuan mereka jelas bukan hanya untuk kepentingan pribadi," jelas Marine.
"Kami telah membunuh beberapa orang dari kelompok mereka secara diam-diam. Untungnya tidak ketahuan. Aku yakin ini akan membuat mereka lebih waspada," imbuh Hadwin seraya memberikannya laporan rinci pada Chezy.
Wanita itu kini duduk sambil menikmati secangkir teh. Badannya masih sedikit pegal dan dia memakai baju yang lebih tertutup hari ini. Marine tidak perlu bertanya masalahnya. Dia tahu apa yang disembunyikan Chezy di tubuhnya.
"Di mana kalian membunuh mereka?"
"Di beberapa lokasi berbeda. Tapi jelas tidak ada CCTV atau sejenisnya. Jadi aman. Peluru yang kami gunakan juga bukan dari Negara K, jadi harusnya mereka tidak langsung curiga." Hadwin menjelaskan.
Di Negara A ada banyak kelompok atau organisasi. Entah itu sebagai seorang mafia, perampok, pemerkosa atau anti sosial. Semua jenisnya ada. Jadi sebelum mereka mencurigai orang-orang dari Negara K harusnya memeriksa beberapa kelompok di negara ini lebih dulu.
__ADS_1
"Kami menemukan cabang sarang mereka. Ini hanya sekelompok kecil. Tapi ... Ada seorang pembunuhan bayaran peringkat kesepuluh dalam daftar pembunuh bayaran di dunia. Ini agak merepotkan. Chezy, apakah kamu ingin menanganinya?" tanya Marine.
"Jika tidak menanganinya, haruskah kita menghubungi markas pusat?" Wanita bermata kecoklatan itu bertanya balik.
"Ya. Tapi ini juga akan memicu gelombang untuk para pembunuh berantai itu." Marine tidak berdaya.
"Aku bisa pergi malam ini. Aku ingin memeriksanya lebih dulu. Kalian tidak perlu ikut." Chezy menguat keputusan.
Marine membelalakkan mata. "Jangan gila!"
"Aku tidak akan membuat keributan. Jangan khawatir. Kamu tahu keahlianku selama ini."
"Tapi ..." Marine masih tidak setuju.
Hadwin menenangkan Marine lalu menatap Chezy. "Kami akan menunggu tak jauh dari sana. Jika kamu tidak kembali dalam waktu yang ditentukan, kami menyusul."
"Setuju."
Chezy mengangguk. Dia melihat kembali kertas informasi yang diberikan oleh Marine.
Chezy akhirnya membuat beberapa denah sederhana yang tidak dimengerti oleh keduanya.
Marine dan Hadwin saling menatap lalu mengangkat bahu. Genius memang berbeda, pikir keduanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada malam harinya, Chezy mengeluarkan pakaian hitam ketatnya dari koper rahasia yang selalu dia sembunyikan di apartemen. Pakaian hitam yang terbuat dari bahan karet berkualitas itu sangat ringan dan mudah bergerak di tempat-tempat kecil. Selain itu juga tidak menimbulkan banyak suara seperti pakaian biasa.
Dia juga memakai topeng kucing, rambutnya digelung setipis mungkin lalu gunakan wig rambut pirang. Memakai sarung tangan, sepatu kulit selutut hingga mengantongi belati serta pistol di sisi kanan dan kiri pinggangnya.
Hadwin sudah bermain dengan program pusat keamanan apartemen. Dia siap beroperasi kapan saja.
"Apakah kamu sudah siap?" tanya Marine.
Chezy mengangguk.
Marine berkedip pada Hadwin.
Pria itu pun tersenyum dan mengetik sesuatu di keyboard laptopnya. "Mari kita mulai ...!" Dia pun menekan tombol enter.
__ADS_1
Pada saat yang bersamaan, gedung apartemen mendadak gelap gulita.