
Marine dan Hadwin akhirnya berhenti di depan Dallas dengan perlindungan Miley. Mereka bersembunyi di balik mobil untuk berlindung sementara. Wanita itu membuka laptop yang dikiranya koper mini oleh Miley. Ternyata sebuah laptop rancangan khusus yang biasanya digunakan untuk melacak dan mengendalikan sesuatu.
"Bagaimana kamu memiliki ini? Siapa kalian sebenarnya?" Miley sangat penasaran.
"Ini bukan waktunya untuk membicarakan itu. Sekarang selamatkan Chezy dulu. Lihat ini ... Chezy ada di ruang bawah tanah dengan banyak bom di sekitarnya. Tapi ... Tunggu, tunggu!" Marine terkejut saat ini karena tanda merah yang dianggap bom yang muncul di layar kini berubah kuning.
"Wanita ini sungguh berani!" teriaknya.
"Ada apa?" Hadwin segera merefresh halaman pelacakan. "Dia sungguh kucing liar yang tidak takut mati," gumamnya.
"Ada apa? Katakanlah dengan cepat." Dallas tidak mau buang-buang waktu. Yang dia ingat adalah ... Chezy ada di ruang bawah tanah saat ini dengan banyak bom di dalamnya.
"Berapa bom sepertinya telah diturunkannya untuk level ledakannya. Jika warnanya kuning, berarti ledakannya hanya jangkauan kecil. Dia sudah memotong kabel tertentu untuk bisa menurunkan intensitas ledakan. Tapi tetap saja ini cukup berbahaya—" Melihat Dallas sudah pergi, Marine terkejut. "Hei, aku belum selesai bicara. Apakah kamu tahu di mana ruang bawah tanah itu? Hei!!"
Dallas baru saja meninggalkan tempat itu tepat saat beberapa ledakan yang memekakkan telinga terjadi. Tanah sedikit bergetar dan Miley memerintahkan orang-orangnya untuk mengubah rencana.
"Tidak! Chezy akan baik-baik saja kan?" tanya Marine panik di pelukan Hadwin. Dia sebenarnya hanya pura-pura polos agar pihak lain tidak curiga dengan identitasnya.
"Dia pasti akan baik-baik saja. Jangan khawatir. Kita adalah milik Negara K. Jika sesuatu terjadi pada warganya, bukankah Negara K akan berkonflik dengan Negara A karena memelihara penculik?" Hadwin sengaja memanas-manasi.
Miley yang terlibat dalam organisasi pasukan tentara elit berteriak marah di hatinya. Ini buruk!
Miley aku tidak mau menenangkan mereka. "Tetaplah di sini dan jangan berkeliaran. Apakah kalian tahu?"
__ADS_1
Marine dan Hadwin mengangguk. Miley segera menyusul Dallas yang kini mungkin sudah menerobos api ledakan.
"Apakah kita akan menyusul juga?" tanya Marine yang sudah menghilangkan ekspresi paniknya.
"Tidak. Kita akan dicurigai memiliki kemampuan untuk terjun ke lapangan." Hadwin menimbang sesuatu. "Chezy masih hidup. Pelacaknya masih aktif."
......................
Di ruang bawah tanah, Chezy dan Kallen sudah melepaskan tali yang mengikat tangan dan kaki. Lalu mencoba untuk meninggalkan ruangan tersebut. Sayangnya, jalan keluar satu-satunya telah meledak lebih awal.
"Hati-hati!" Kallen refleks memeluk Chezy dan memblokir sisa ledakan bom dengan punggungnya.
Lalu ledakan lain secara beruntun terjadi ruangan tersebut. Asap, debu dan api bercampur menjadi satu.
"Cepat datang ke sini!" Chezy menyeret Kallen menuju meja yang cukup kokoh. Dia juga menggunakan kursi atau benda lainnya untuk menghalangi meja.
Sayangnya tidak ada banyak waktu.
"Apa yang kamu lakukan?" Kallen terbatuk setelah menghirup asap ledakan bercampur debu.
"Jangan banyak tanya, cepat berlindung di bawah meja dan tutup kepalamu dengan jas!"
Chezy membawa Kallen berlindung di bawah meja. Dia sudah menumpuk beberapa barang di sekitar meja tepat sebelum langit-langit ruangan ambruk akibat ledakan.
__ADS_1
"Ah, sial!" Chezy berteriak kesakitan.
"Ada apa?"
"Kakiku, sakit! Tidak apa-apa, ini hanya cedera kecil," jawab Chezy yang sedikit pucat saat ini.
Kaki kirinya sedikit terjepit oleh barang-barang yang runtuh. Namun dia berhasil menarik kakinya sekuat tenaga dan rasa sakit yang biasa itu hampir membuatnya pingsan.
Dia harap tidak kegiatan kaki kirinya di masa depan.
"Apakah kamu baik-baik saja?" Kallen mengkhawatirkan kaki wanita itu yang kini penuh darah.
Napas Chezy sedikit terganggu. "Lupakan saja! Aku masih hidup!" Dia menenangkannya.
Kallen mengesampingkan hal itu terlebih dahulu. Dia sudah melepaskan jas dan menutupi kepalanya dan Chezy sehingga tidak menghitung banyak debu serta asap berbau mesiu. Pria itu memeluk Chezy, melindunginya sebisa mungkin. Siapa tahu mereka akan mati di sini setelah ini.
......................
Di saat ruang bawah tanah meledak, Dallas sudah terlambat untuk masuk. Pintu satu-satunya sudah rusak dan alas berkeramik sudah ambruk akibat ledakan ruang bawah tanah.
Mata pria itu seketika memerah menahan amarah. Dia ingin masuk dan mencari Chezy. Wanita itu tidak mungkin mati di bawah sana.
"Tenanglah! Kita akan mencarinya. Tunggu tim datang untuk menyingkirkan puing-puing. Wanita itu pasti bersembunyi dan berlindung dengan baik di bawah sana. Jangan impulsif!" Miley sudah tiba dan menenangkan Dallas dengan beberapa teriakan. Jika tidak seperti itu, dia khawatir pihak lain akan menembaknya.
__ADS_1