Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Penculikan


__ADS_3

Setelah Dallas sembuh dari sakitnya, Chezy kembali ke apartemen dan bekerja seperti biasa. Pada malam hari, dia akan pergi ke suatu tempat untuk menjalankan misinya. Dia masih ingat dengan apa yang dikatakan oleh Danius, pembunuh bayaran peringkat kesepuluh yang dibunuh olehnya.


Karena kehadiran Tamu Malam waktu itu, dia tidak terekspos.


Namun Chezy tidak mau bergerak akhir-akhir ini dan meminta Marine serta Hadwin untuk mengumpulkan banyak informasi lebih dulu.


Mereka belum menemukan markas utama pembunuh berantai itu. Tapi korban sudah hanya berjatuhan. Kematian mereka rata-rata karena kecelakaan dan penyakit. Ini tidak normal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di toko bunga, Chezy baru saja selesai bekerja dan melepaskan seragam pelayannya. Lalu berpamitan dengan Kallen. Tapi hari ini Chezy tidak mengendarai mobil merah mudanya, melainkan naik bus.


Mengingat hari sudah sore, Kallen menawarinya tumpangan.


"Ayo, aku antar sampai ke dekat apartemen mu. Ini akan menghemat waktu," kata Kallen.


Chezy ragu-ragu awalnya. Tapi kemudian menerima ajakan Kallen. Dia menumpang di mobilnya.


Saat mobil melaju di jalanan tanpa ada hambatan, Kallen sesekali akan mengambil topik pembicaraan dengan Chezy. Hingga wanita itu akhirnya menanyakan tentang kencan butanya yang berulang kali gagal.


"Apakah tidak ada wanita yang kamu suka? Wanita yang dikenalkan ibumu untuk berkencan seharusnya baik bukan?" tanya Chezy.


Kallen fokus menyetir dns menghela napas. "Yah, tapi mereka bukan orang yang kusukai. Jadi aku selalu tidak cocok dengan mereka. Tidak ada yang seperti orang yang kusukai, jadi aku menolak."


"Jadi, siapa yang kamu suka? Jika kamu menyukainya, bawa saja ke rumah dan kenalkan pada ibumu."


Kallen tersenyum pahit. "Wanita yang kusukai sudah menikah," ungkapnya. Dia melirik Chezy sebentar.


"Ini sulit." Chezy tidak menyangka Kallen akan menyukainya tanpa terus berterus terang. Maafkan aku, batinnya.


"Yah, tapi tidak apa-apa. Senang melihatnya setiap hari meski tidak mengobrol lama."


"Aku harap kamu mendapatkan orang yang cocok untukmu di masa depan."


Kallen menimpalinya dengan suara pelan. "Terima kasih.


Tiba-tiba saja ekspresi Chezy berubah. "Awass!!" teriaknya.


Kallen tersentak dan segera banting stir ke kanan. Mobilnya ditabrak dari arah samping secara tiba-tiba hingga menyebabkan mobil hampir berguling. Namun untungnya mobil hanya berdecit dan menabrak pembatas jalan cukup keras.

__ADS_1


Keduanya mengalami beberapa benturan hingga kepala pusing dan lecet di dahi mengeluarkan darah. Mesin mobil mengeluarkan asap.


Kallen yang melihat Chezy mengalami luka di dahinya pun ingin mengeluarkannya dari mobil, tapi pandangannya tiba-tiba saja gelap.


Adapun Chezy yang masih memiliki sedikit kesadaran, sayup-sayup mendengar suara beberapa pria mendatangi mobil yang ditumpanginya. Seseorang membobol pintu mobil dan membawa Chezy serta Kallen yang sama-sama jatuh pingsan.


"Beritahu Bos, kami berhasil membawanya pergi."


"Ya!"


Salah satu dari pria berpakaian hitam dan memakai kacamata hitam itu membopong Chezy ke mobil lain. Lalu membawa Kallen juga ke mobil terpisah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Berita tentang Chezy yang diculik oleh sekelompok pria berpakaian hitam sampai ke telinga Dallas yang berada di kantor saat ini. Berita itu langsung diberitahukan Asisten Jill. Pihak penculik menghubunginya tak lama ini.


Mendengar hal itu, dallas langsung berwajah dingin dan meninggalkan perusahaan. Dia meminta semua anak buahnya untuk melacak keberadaan para penculik itu.


"Apa yang diinginkan mereka dengan menculik Chezy?" tanyanya pada Asisten Jill.


"Mereka akan menghubungi bos dalam waktu tiga puluh menit lagi." Asisten Jill berkeringat dingin. Bos benar-benar marah besar saat ini.


Sesampainya di tempat sepi yang sama sekali tidak ada satu kendaraan pun yang lewat, Dallas keluar mobil. Sudah ada sekelompok orang berpakaian militer yang menunggu kedatangannya.


"Tuan Dallas!" Mereka memberi hormat padanya.


"Di mana Miley?" tanyanya.


"Tuan Miley ada di dalam dan telah menunggu Anda," jawab salah satu dari tentara khusus itu.


Dallas segera diantar ke tempat Miley berada.


Saat ini, Dallas berada di salah satu markas rahasia militer Negara A yang misterius. Karena misterius dan sangat rahasia, markasnya dibangun di bawah tanah sebuah bukit tak berpenghuni.


Miley sudah menunggu di ruangannya sambil mengamati sbsuab desain senjata api yang baru saja dia buat.


"Kenapa kamu tiba-tiba datang ke sini setelah menelpon? Ini sudah malam. Apakah ada masalah?" tanya Miley seraya menyingkirkan gambar itu dan mulai bertanya serius.


"Istriku diculik," jawab Dallas.

__ADS_1


"Diculik? Siapa yang berani melakukan itu pada orang-orang mu? Sangat berani?" Miley juga terkejut. Wanita licik yang menipu satu juta dollar darinya juga bisa diculik?


Dallas juga tenggelam dalam pikirannya. Siapa lagi yang mampu melakukan ini selain orang-orang dari kelompok pembunuh berantai itu. Dia pernah dikejar di bandara internasional oleh kelompok mereka dan kebetula bertemu Chezy saat itu juga.


Siapa yang tahu setelah beberapa waktu tenang, kelompok itu mengincarnya lagi. Kali ini tidak main-main, menculik istrinya.


"Jika itu benar, kenapa dia menculik istri kecilmu yang tidak memiliki harga jual itu?"


"Mereka mengira Chezy adalah kelemahanku." Dallas yang duduk di seberang Miley sudah merokok dan menyesapnya dengan gelisah.


Mikey mengerutkan kening dan tersenyum aneh. "Bukankah begitu?"


"Tentu saja." Dallas menjawab tanpa ragu. Dia jatuh cinta pad wanita itu dan tentu harus menyelamatkannya apapun yang terjadi. Dia tidak mungkin membiarkan Chezy dalam bahaya apapun.


"..." Senyum Miley kaku dan menyesap kopinya yang sudah dingin. Ini tidak enak, pikirnya.


"Aku ingin tim mu melacak keberadaan kelompok itu ketika menelponku nanti," kata Dallas.


"Oh? Orang-orang itu juga berniat menghubungimu?"


"Ya."


Tepat setelah tiga puluh menit berlalu, ponsel Dallas berbunyi. Pria itu segera melihat nomor asing yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dia yakin ini para penculik itu.


Ketika Dallas menerima panggilan itu, pihak lain tertawa main-main.


"Lama tidak berjumpa, Tamu Malam," sapa pihak lain di seberang telepon.


Dallas mengeraskan rahangnya. "Kamu tahu begitu detail."


"Tentu saja. Sejak kamu menghancurkan markas Danius yang terkenal sebagai pembunuh bayaran peringkat kesepuluh, ini sangat mengejutkan. Tapi aku yakin, kamu bukan orang yang membunuh Danius. Di matamu, Danius tidak penting sejak awal."


Dallas tidak mau berbasa-basi. "Katakan saja intinya. Di mana istriku?!" geramnya. Dia melirik Miley.


Pria yang duduk di seberangnya itu sudah memanggil ahli peretasan tentara dan melacak keberadaan nomor ponsel pihak lain.


Pihak lain di seberang telepon memiliki suara pria paruh baya. "Oh, wanita kecil itu baik-baik saja kecuali luka kecil di dahinya akibat kecelakaan mobil. Sisanya masih utuh. Sepertinya istri kecilmu bersama seorang pria di dalam mobil sebelum kecelakaan. Ini menarik."


Dallas benar-benar ingin meninju meja marmer di depannya. "Aku berkata, jangan basa-basi denganku. Apa yang kamu inginkan??!"

__ADS_1


__ADS_2