Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Menghabiskan Hari Pernikahan


__ADS_3

Setibanya di rumah, para pelayan menyambut tuan dan nyonya rumah. Mereka berjajar rapi dan setengah membungkuk pada keduanya. Dallas meminta Asisten Jill untuk membagikan amplop pernikahan pada semua pelayan. Dia juga mengatur untuk memberikan cuti dan kenaikan gaji pada para karyawannya.


Setelah itu, Dallas membawa Chezy ke lantai dua untuk melihat kamar tidur yang telah ditata ulang. Ada banyak taburan bunga mawar di ranjang. Chezy merasa jika ini seperti menghadapi malam pertama.


Hari memang sudah sore dan pelayan membuat makan malam seadanya jika tuan dan nyonya rumah lapar malam nanti.


Meski Chezy dan Dallas tidak seantusias pengantin baru, tapi masih ada perasaan canggung. Bagaimana pun juga keduanya resmi menikah hari ini dan menjadi suami-istri.


Chezy melepas gaunnya yang cukup berat dan meletakkannya dengan hati-hati. Gaun pernikahan itu mahal. Jangan sampai ada satu mutiara atau berlian yang terlepas.


"Gaun ini sudah aku beli. Bahkan jika itu rusak, tidak ada salahnya. Kamu bisa memesannya lagi di masa depan." Dallas yang sudah melepaskan dasi kupu-kupu dan jas licinnya. Lalu memiliki tatapan berarti pada gaun.


Dia ingin merobek gaun dan menekan wanita itu di bawahnya. Tapi ... gaun itu memang cantik dan sayang untuk dirusak. Chezy pasti tidak akan senang.


Jadi setelah Chezy melepas gaun, Dallas memeluknya dari belakang.


"Meski ini bukan pertama kalinya bagi kita untuk melakukan hubungan suami-istri, tapi aku masih ingin merasakannya," bisik pria itu.


Chezy sedikit tersipu saat tangan Dallas berkeliaran di tubuhnya.


"Kamu benar-benar tahu cara membujuk," katanya.

__ADS_1


Suasana di kamar pengantin meningkat. Keduanya jelas berciuman dan saling berinisiatif untuk melepaskan pakaian yang tersisa. Tanpa sehelai pakaian dan saling bersentuhan, menciptakan percikan api satu sama lain.


Dallas tidak tahan dan selalu mendominasi di setiap kesempatan. Dia tidak bermain kasar di tempat tidur seperti di masa lalu, tapi memperlakukannya seperti harta dan menikmatinya perlahan hingga tak terlupakan.


Meski Chezy sudah melahirkan tiga anak sekaligus, tubuhnya bagus seperti sebelumnya. Dia rajin olahraga dan makan sesuatu yang sehat.


Keduanya berkeringat setelah bermain untuk waktu yang lama dan masih ada energi yang tersisa. Chezy segera menghentikan nya ketika Dallas ingin melakukannya kembali. Dia bangkit dari tempat tidur untuk membersihkan diri.


"Kamu semakin tidak patuh," kata pria itu. Ada jejak ketidakpuasan di wajahnya. Jelas di masih ingin.


Chezy tersenyum menggoda, wajahnya sedikit merah. "Pergi ke kamar mandi dan bersihkan bersama. Ini sudah lewat makan malam dan aku mulai lapar."


Dallas segera bangkit dan menyusul wanita itu ke kamar mandi. Dia ingin menyiksanya di kamar mandi saat ini. Lihat, apakah wanita itu masih memiliki energi untuk berjalan nanti.


Tepat pukul sembilan malam, Chezy dan Dallas keluar dengan mengenakan baju tidur. Mereka juga tak lupa menanyakan keadaan si kembar, khawatir akan membuat para orang tua itu sakit kepala.


Untungnya saat melakukan panggilan video dengan Nyonya Alston, si kembar tiga tampak sedang tidur pulas. Ada Cade yang menjaganya juga.


Setelah memastikan jika anak-anak aman, Chezy mengakhiri panggilan video.


"Mari kita bulan madu besok," kata Dallas.

__ADS_1


"Begitu mendesak?" Chezy mengerutkan kening.


"Yah, aku tidak tahan. Biarkan orang tua mengurus si kembar, kita pergi jalan-jalan berdua. Ini kesempatan langka. Ketika orang tua sibuk, kita juga sibuk oleh tiga baji*gan itu," jelasnya sedikit tidak suka.


Kenapa semua anak-anak nya lahir sebagai laki-laki? Tidak bisakah anak perempuan lahir juga?


"Jangan memanggil mereka dengan sebutan baji*gan. Apa kamu mengejekku sebagai keturunan rendahan?" Chezy tidak suka dan menatapnya dengan penuh ketidakpuasan.


Dallas sedikit dingin di hatinya tapi buru-buru memeluknya saat memasuki ruang makan. "Tentu saja tidak. Aku menyebut mereka baji*gan karena aku sendiri adalah baji*gan. Bagaimana mungkin ini ada hubungannya denganmu?"


Chezy mendengkus. "Syukurlah kalau mengaku jika dirinya baji*gan di masa lalu."


Dia masih tidak akan lupa jika Dallas dulu tak tahu malu, sombong dan berpikir tinggi terhadap status orang lain. Ini adalah pertemuan yang tak akan pernah dilupakannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan paginya, Chezy dan Dallas sudah mengemasi beberapa potong pakaian yang diperlukan. Beberapa barang lain yang tak bisa dibeli sembarang juga dikemas. Sisanya bisa membelinya secara langsung.


Kepergian keduanya cukup mendesak hingga Nyonya Alston atau Nyonya Edelmar tidak memiliki pendapat. Si kembar benar-benar ditinggal bulan madu oleh orang tuanya.


"Huh, ini pasti ide putraku. Dia sangat tidak suka dengan tiga putranya saat ini, masih berpikir ingin anak perempuan," kata Nyonya Alston sedikit kesal. Dia sedang berada di ruang keluarga sambil menjaga si kembar tiga.

__ADS_1


Nyonya Edelmar juga ada di sampingnya sambil minum teh. "Tidak heran putriku bisa diculik oleh putramu. Ini benar-benar kemampuan."


"..." Nyonya Alston mengerutkan kening. Kenapa suaminya dulu tidak seperti ini? Apakah gen putranya diwariskan dari batu?


__ADS_2