
Beberapa hari kemudian, tiba waktunya libur sekolah. Dallas dan Chezy akan membawa anak-anak ke keluarga besar Alston untuk menyapa kakek dan nenek mereka. Bahkan Kakek Alston sedikit tidak enak badan akhir-akhir ini. Mungkin karena faktor usia juga.
Meski begitu, Kakek Alston masih senang berbincang dengan ketiga cicitnya. Terutama dengan Egan yang tertarik dengan seni bela diri.
"Apakah Egan ingin menjadi prajurit?" tanyanya.
"Apakah bisa mengalahkan penjahat?" Egan tampak tertarik.
"Bukan hanya mengalahkan penjahat dan menangkap mereka, tapi juga membela negara kita, menjadi pahlawan semua orang," jelas Kakek Alston sedikit batuk dan minum secangkir teh hambar.
Mungkin karena dia telah hidup sebagai prajurit di masa lalu, fisiknya sedikit lebih baik daripada kebanyakan pria tua lainnya. Tapi usia tidak bisa berbohong, dia tidak bisa lagi berdiri lama dan hanya bisa menghabiskan waktu bersantai. Sesekali akan jalan-jalan di halaman untuk menggerakkan otot-otot tubuhnya yang mulai mengendur.
Tidak tahu kapan kematian akan menjemputnya, setidaknya Kakek Alston senang melihat cicitnya tumbuh dewasa dari tahun ke tahun.
"Apakah aku bisa menjadi seperti Kakek di masa depan?"
"Tentu saja. Egan harus berusaha keras untuk latihan dan belajar giat. Ingat, jadikan prajurit yang jujur dan patuhi peraturan. Menjadi seorang prajurit, tugas utama kita adalah membela negara ..." Kakek Alston tidak banyak bicara karena khawatir cicitnya akan berpikir terlalu banyak.
Namun Egan tetap mengangguk bahwa dirinya mengerti.
Tak lama Dallas datang dan tebakannya ternyata benar. Seseorang mengajarinya dan itu bukan Chezy tapi kakeknya sendiri.
__ADS_1
"Kakek, dia masih kecil, jangan mengajarinya seni bela diri. Lihat tulang tuamu apakah tidak khawatir tulangmu patah semua?" Dallas memiliki nada tidak senang.
Kakek Alston marah. "Sembarangan! Meski aku sudah tua, aku tahu apa yang kulakukan. Aku tidak mengajarinya sendiri. Aku meminta Miley untuk mengajarinya secara pribadi," ucapnya.
"Miley ...," gumam Dallas bahkan mengeluarkan hawa dingin di tubuhnya. "Sepertinya dia menganggur akhir-akhir ini," katanya.
"..." Kakek Alston sedikit panik. Oh, ini tidak benar.
Dallas pasti akan meminta Miley untuk merancang senjata api rahasia militer terbaru lagi nanti. Lalu tidak membiarkannya untuk mengajari cicitnya seni bela diri.
"Jangan khawatir tentang cicitmu. Aku sendiri akan mengajarinya dengan benar. Bukankah dia ingin masuk tentara? Maka lihat saja kemampuannya," kata Dallas seraya menatap Egan.
"..." Egan merasa tidak akan beruntung jika dilatih ayahnya.
"Waktunya makan siang," kata Nyonya Alston seraya menggendong Diana. "Egan, ayo ikut Nenek," ajaknya.
Egan segera melarikan diri dan mengikuti Nyonya Alston ke ruang makan. Dallas menghela napas dan melihat kakeknya yang semakin tua dari hari ke hari.
"Bagaimana kondisi tubuh Kakek akhir-akhir ini? Kenapa tidak datang ke ruang sakit untuk pemeriksaan? Atau undang Arran," tanyanya lebih banyak kekhawatiran.
Kakek Alston terbatuk beberapa kali dan menggelengkan kepala. "Tidak apa-apa. Aku sudah tua, mungkin cepat atau lambat akan mati juga. Kenapa kamu begitu khawatir? Aku mungkin akan segera menyusul nenekmu di alam sana," jawabnya.
__ADS_1
Jika dulu Kakek Alston bisa berjalan dan memimpin tim untuk menangkap musuh besarnya—Rogers, maka kali ini dia hanya bisa menonton televisi atau mendengar radio. Penglihatannya sedikit kabur saat membaca koran jadi sering menggunakan kacamata.
Dallas tampak tidak senang dengan kata-katanya. "Jangan berkata seperti itu.”
“Baiklah, Baiklah. Kamu bisa pergi untuk makan siang. Pelayan akan membawakan makanan untukku nanti, tidak perlu menungguku,” kata Kakek Alston acuh tak acuh.
Dallas segera meninggalkan ruang keluarga dengan langkah sedikit ragu. Setelah melihat cucunya pergi, Kakek Alston mendesah dan mengambil foto berbingkai yang ada di meja hias di sampingnya. Dia melihat dirinya sendiri dengan Kakek Edelmar saat masih muda. Hatinya menjadi lebih lembut.
“Kenapa kamu pergi lebih dulu dan tidak menungguku? Dasar pria tua keras kepala,” gumamnya sedikit nostalgia.
Benar, Kakek Edelmar sudah meninggal dua tahun lalu karena sakit yang dideritanya. Saat itu, seluruh keluarga Edelmar berduka dan keluarga kerajaan membuat pengumuman online atas kepergian pahlawan negara yang telah banyak berjasa itu.
Dan Kakek Alston merasa kehilangan setelah itu. Tidak ada lagi yang akan meneleponnya sepanjang waktu untuk menanyakan kabar Chezy dan cicitnya. Keluarga Alston khawatir jika Kakek Alston akan bersedih sepanjang waktu dan mulai membiarkan Chezy untuk mengunjunginya setiap minggu atau saat hari libur.
Setelah Kakek Edelmar meninggal, Kakek Alston juga memiliki harapan untuk pergi menyusulnya dalam waktu dekat ….
Di ruang makan.
Makan siang disajikan cukup mewah hari ini dan semuanya terlihat sangat enak. Tuan Alston menghindari makanan yang terlalu berminyak. Sedangkan Chezy dan Dallas tidak memiliki masalah dengan makanan, kecuali tidak menggunakan bawang putih pada masakan.
Efrain, Egan dan Edrick makan dengan lahap tapi semuanya juga memiliki sikap kebangsawanan yang kental.
__ADS_1
“Ibu dengar kalian berdua akan pergi ke Negara F. Apakah ada acara penting di sana?” tanya Nyonya Alston pada Dallas dan Chezy.