Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Hari Sial Dallas


__ADS_3

Saat Dallas terbangun dari tidur nyenyaknya, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Tempat tidur di sampingnya sudah dingin. Chezy sudah tidak ada di tempatnya.


Dallas yang setengah mengantuk pun mengerutkan kening, mencoba mengumpulkan energi terlebih dahulu sebelum bangkit dari tempat tidur.


Dia keluar kamar dan turun ke lantai bawah.


"Di mana nyonya rumah?" tanyanya pada Butler Sun.


"Tuan sudah bangun. Nyonya pergi dua jam yang lalu, katanya Tuan sudah mengizinkan nyonya tinggal di apartemen selama dua bul—" Kata-katanya terhenti.


Saat Butler Sun melihat Dallas, ada sedikit keterkejutan di wajahnya. Tiba-tiba saja menjadi canggung, menahan diri untuk tidak tertawa. Akhirnya hanya terbatuk ringan.


"Apa yang kamu tertawakan?" Dallas tiba-tiba saja merasa jika pelayan melihat wajahnya lalu buru-buru menunduk.


Tanpa sadar, Dallas menyentuh wajahnya, Tapi tidak menemukan sesuatu yang salah.


"Ini ... Tuan Muda, mungkin bisa melihatnya sendiri di cermin." Butler Sun khawatir kena omel jadi lebih baik tidak mengatakannya.


Dallas tidak banyak bicara dan segera kembali ke kamar. Dia menatap dirinya di cermin hingga akhirnya berteriak marah.


"Wanita sialan ini!"


Dallas benar-benar tidak menyangka akan memiliki gambar kumis kucing. Tiga garis hitam berada di kedua pipinya sedangkan bulat hitam kecil di ujung hidung.


Dia pergi ke kamar mandi, mencuci gambar kumis itu. Tapi tidak hilang sama sekali. Bahkan sabun wajah tidak berguna.


Tiba-tiba saja Dallas terkekeh. "Heh, wanita! Kabur setelah tidur denganku. Bahkan masih berani menggambar kumis! Aku ingin sekali menggambar kura-kura di pantatmu!" gerutunya.


Bangun tidur bukannya melihat istri di samping tempat tidur, ini malah terkena sial!


Dallas segera menyegarkan diri. Ekspresinya masih dingin. Karena gambar kumis kucing di wajah tampannya tidak bisa dihapuskan, dia hanya bisa menggunakan masker.


Saat turun ke bawah untuk sarapan, Dallas sama sekali tidak berniat untuk makan. Dia hanya membawa bekal yang disiapkan oleh Butler Sun.


Pergi ke perusahaan Alston Group, semua karyawan yang melihat Dallas datang memberikan rasa hormat. Namun setelah itu mereka kebingungan. Bos mereka sudah tampan tanpa memakai aksesoris apapun di wajahnya kini memakai masker justru lebih misterius.

__ADS_1


Asisten Jill juga kebingungan namun tidak banyak bertanya.


Bahkan saat tiba di ruang kantor, Dallas masih tidak melepaskan masker.


"Hubungi Arran untukku dan biarkan dia datang ke sini sekarang!"


Asisten Jill terkejut. "Bos, apakah kamu sakit?"


"Jangan banyak tanya!" Dallas malas menjelaskannya. Dia enggan melepaskan masker.


Asisten Jill segera menghubungi orang yang dimaksud bosnya untuk segera datang ke kantor.


Untungnya, pihak lain tidak sibuk sehingga bisa datang lebih cepat daripada waktu yang diperkirakan. Seperempat jam kemudian, seorang pria berjas formal datang sambil membawa tas kedokteran. Namun sekilas, orang lain akan mengira dia hanya tamu Dallas seperti yang lainnya.


Pria itu menyisir rapi rambutnya ke belakang dan tersenyum saat melihat Dallas. Diperkirakan usianya masih tiga puluh tahunan, muda dan penuh karismatik.


"Apakah Bos sakit hingga memanggilku? Demam lagi? Batuk? Jatuh dari tangga atau ... impoten?"


Perkataan terakhir Arran berhasil membuat Dallas berwajah hitam. Tapi dia tidak berani marah di depan pria ini sekarang. Dia tidak punya banyak waktu berdebat dengannya.


Pria yang membawa tas kedokteran itu pun duduk di seberangnya.


Namanya Arran Callahan, seorang dokter pribadi keluarga Alston yang dipilih oleh Dallas selama tiga tahun terakhir. Dia memiliki alasan untuk ini dan mengenal Arran di tempat kerja rahasianya. Karena bakat kedokterannya yang luar biasa sejak masih sekolah kedokteran, Arran menjadi salah satu genius di Negara A.


"Apakah ada cara untuk menghapus tinta spidol di tubuh?" tanya Dallas.


"Bos, aku ini dokter yang mengobati orang sakit, bukan ahli alat tulis," jawab Arran seraya mengerutkan kening.


Dallas segera membuka maskernya hingga saat Arran melihat wajah pria itu, mau tak mau akhirnya tertawa lepas. Asisten Jill yang datang sambil membawa secangkir kopi hitam pun tiba-tiba saja hampir kehilangan akal. Untung saja nampan yang membawa secangkir kopi itu tidak tumpah.


"Bos, wajahmu ... Ada apa dengan wajahmu?" Asisten Jill terkejut.


Arran belum berhenti tertawa hingga air matanya hampir keluar.


Dallas memberinya tatapan peringatan hingga Arran buru-buru menahan diri untuk tidak lagi tertawa. Dia menunduk dan batuk-batuk sebelum akhirnya mengambil alih secangkir kopi dari nampan yang masih dipegang Asisten Jill.

__ADS_1


Setelah minum sedikit, Arran kembali serius. "Kenapa wajahmu seperti ini?"


"Semuanya gara-gara wanita sialan itu!" Dallas menggertakkan gigi.


"Maksudmu ..." Arran masih kurang mengerti.


Namun Asisten Jill tampaknya tahu. "Ini istri Bos, nyonya Chezy."


"Ah, Chezy Edelmar yang kamu nikahi itu?"


"Ya." Mengingat Chezy, pria itu benar-benar kesal.


"Bagaimana bisa ini terjadi? Kamu memiliki kepekaan yang tinggi terhadap sekitar, jadi bagaimana bisa jatuh ke tangan wanita seperti itu? Kapan ini terjadi?"


"Sepertinya saya aku masih tidur pagi tadi."


"Apakah kamu bercinta dengannya semalam? Ck, benar-benar bergairah!" Arran mencibir.


"Aku bertanya, apakah ada cara menghapus bekas spidol ini?!" Dallas tidak mau mengungkit kehidupan pribadinya.


"Bukankah hanya tinta biasa? Kamu harusnya bisa menghapusnya dengan air atau micellar water."


"Jika aku bisa, sudah kulakukan sejak awal!"


"Biar aku lihat dulu."


Arran memeriksa tinta yang ada di wajah Dallas, mulai dari ketebalan, permukaan hingga warna hitamnya. Dia pun menggunakan cairan khusus untuk mencoba apakah tintanya bisa terhapus atau tidak. Ternyata bisa terhapus, hanya saja tidak banyak.


Melihat hal ini, Arran jelas terkejut. "Apakah kamu yakin istrimu memiliki benda seperti ini?"


"Ada apa memangnya?" Asisten Jill lebih penasaran.


"Ini jenis tinta khusus yang biasanya dibuat untuk keperluan militer atau kerahasiaan lainnya. Tinta jenis ini tidak mudah terhapus oleh air atau micellar water lainnya," jelas Arran langsung menghela napas.


"Lalu apa ini?"

__ADS_1


__ADS_2