
Gaines baru saja tiba dan tidak tahu banyak seluk beluk masalah sebelumnya. Tapi saat melihat Sonya linglung dengan air mata membasahi wajahnya, mungkin wanita itu emosional lagi.
Saat melihat Gaines, Sonya menjadi pendiam. Takut salah mengucapkan sesuatu.
Gaines menyipitkan mata. Dia tidak tahu apa yang dikatakan Sonya pada Dallas. Dia tahu Sonya selalu menatap Dallas. Hanya saja Gaines tidak menyukai tatapannya. Dia selalu merasa lebih rendah dari adiknya.
Dallas tidak menunjukkan sedikit pun sikap persaudaraan pada Gaines. "Wanitamu sudah mengakui hubungan. Jangan melemparkan wanita bekas pakaimu padaku. Bukankah itu menghinaku?" cibirnya. Tangannya yang menyentuh pundak Chezy sedikit mengencang.
Gaines mungkin sudah menebak apa yang dikatakan Sonya pada adiknya. Dia tidak lagi memiliki alasan untuk tinggal.
"Kita bicara lagi lain waktu." Gaines segera membawa Sonya keluar dari ruang Dallas dengan paksa. Dia benar-benar memiliki kekejaman di matanya.
Setelah mereka pergi, Dallas masih memiliki suasana hati yang tidak baik. Dia memeluk Chezy dan mencium bibirnya sejenak.
"Kita lanjutkan yang tadi," bisiknya.
"Kamu masih memiliki selera untuk ini? Bukankah harusnya kamu bersedih karena kehilangan cinta pertama?"
"Tidak perlu diurusi. Aku punya istri sekarang." Dallas membopong Chezy ke lantai dua. Lalu dia menoleh pada Butler Sun sebentar. "Bersihkan lantainya."
Butler Sun sedikit membungkuk sebagai persetujuan.
"Aku istri kontrakmu." Chezy memperingati saat pria itu menaiki anak tangga sedikit tergesa-gesa.
Dallas tidak berkata apa-apa lagi dan membawa wanita itu ke kamar. Kali ini, dia menyentuhnya tanpa melakukan kekerasan di tempat tidur. Dallas sepertinya menikmati setiap inci dari gerakannya sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gaines yang telah membawa Sonya keluar dari rumah Dallas pun segera memaksanya masuk mobil dengan kasar. Sonya tidak banyak bicara dan bingung harus menjelaskannya bagaimana.
__ADS_1
Saat Gaines menyetir menuju ke salah satu vila yang dibelinya, Sonya mulai ketakutan.
Setibanya di vila, Gaines meminta Sonya untuk turun.
"Gaines, aku sama sekali tidak mengatakan apa-apa. Aku hanya ingin memancing Dallas." Sonya mencari alasan.
Gaines mencibir dan menjambak rambut wanita itu saat keluar dari mobil. "Diam! Kamu benar-benar tidak berguna!"
"Tolong jangan lakukan ini padaku," rintih Sonya.
Hanya di hadapan semua orang Sonya selalu bertingkah lembut dan dicintai. Tapi tidak ada yang tahu betapa menderitanya dia saat berada di tangan Gaines.
Awalnya saat dekat dengan Gaines, semuanya baik-baik saja. Sonya mendapatkan semua jenis perhatian dan juga yang diinginkannya. Tapi itu tidak selamanya hidup bak putri yang dimanjakan.
Gaines menjadi mengubah sikap dan sifatnya pada waktu tertentu hingga melakukan kekerasan padanya.
Gaines menjambak rambut Sonya dan membawa nya ke dalam vila, melemparkannya ke tempat tidur.
Pria itu merobek gaun mahal yang dipakai Sonya. Tidak peduli dengan rintihan dan permohonannya. Gaines benci dengan wanita yang lemah.
Jika keluarga Marweth tidak memiliki dana yang besar, dia tidak perlu repot-repot terjerat dengan Sonya hanya demi kemajuan organisasi bawah tanah.
Ditambah semalam dia mendapatkan kabar jika pabrik bekas yang menjadi markas Danius diledakkan oleh Tamu Malam. Suasana hatinya secara alami buruk hari ini.
"Jangan, Gaines. Kumohon jangan lakukan ini padaku. Aku berjanji akan lebih baik lagi di masa depan. Tolong jangan tinggalkan aku," mohon Sonya. Tubuhnya sedikit kedinginan saat gaunnya ditanggalkan.
"Kalau begitu tergantung pada usahamu untuk menyenangkan ku. Bukankah kamu selalu suka ditiduri olehku? Kamu bilang aku luar biasa bisa memuaskan dahaga mu! Kalau begitu kamu harus bertanggung jawab karena berhasil menggodaku, padahal jelas kamu adalah tunangan adikku!"
Sonya berteriak kesakitan saat Gaines menyentuhnya dengan kasar. Menggigit bibir bawahnya, dia hampir menangis.
__ADS_1
Rasanya ada sesuatu yang kasar merobek mahkotanya tanpa berperasaan. Sonya seperti boneka yang dimainkan tanpa memedulikan perasaannya.
"Sonya ... Kamu benar-benar berbeda dari wanita malam yang pernah kusentuh. Aku juga ingin tahu apakah rasa istri Dallas seperti ini juga?" Gaines terkekeh, matanya sedikit memerah karena sebelumnya masih menahan amarah.
Sonya meremas seprai kuat-kuat. Hatinya penuh kecemburuan dan dendam. Semua ini gara-gara Chezy. Dia bersumpah, pasti akan membuat wanita itu merasakan penghinaan seperti ini juga.
"Aku ... Aku tidak bisa hamil Gaines. Aku harus minum obatnya." Sonya memohon.
Tapi pikiran Gaines yang masih sedikit melayang oleh hentakan terakhir. "Tidak mau hamil anakku? Apakah kamu masih berpikir berakhir di tempat tidur Dallas dan hamil anaknya?"
"Tidak, tidak seperti itu!" Sonya menggelengkan kepala. Air matanya berderai. Kenapa hidupnya begitu memuakkan seperti ini?
"Jika kamu hamil, maka hamil dan lahirkan untukku. Jangan coba-coba untuk menggugurkannya. Jika aku tahu suatu hari nanti kamu hamil dan menggugurkannya, keluarga Marweth akan memperlakukanmu seperti binatang!" Gaines mengancamnya.
Sonya memejamkan mata dan tidak bisa berbuat apa-apa kali ini. Keluarga Marweth adalah tempat perlindungannya.
Pada akhirnya, Gaines masih kecanduan dengan Sonya selama beberapa waktu.
Setelah puas dengan Sonya, Gaines membersihkan diri dan memakai pakaiannya dengan tergesa-gesa. Dia tidak memedulikan Sonya yang tampak lemas di tempat tidur. Bahkan di beberapa bagian tubuhnya memar.
Sonya memang memiliki tubuh yang mampu membangkitkan hasrat siapapun. Sayangnya Gaines mencibir. Wanita ini lebih dulu merayunya. Jangan salahkan dia untuk menjadikannya mainan sebelum merasa bosan.
Tanpa terasa, hari sudah siang.
"Lebih baik kamu pikirkan cara untuk bisa membuat Dallas mau menikahimu. Masalah Chezy, aku akan mengurusnya. Sisanya akan aku urus. Jangan berharap untuk mendapatkan perlindungan dari Dallas!" Gaines segera meninggalkan bila setelah puas dengan nya.
Sonya yang sudah tak berdaya di tempat tidur benar-benar berteriak gila. Dia jijik dengan tubuhnya sendiri sekarang. Tapi dia tak bisa menahan diri untuk bersuara lagi. Dia masih menginginkannya.
Satu hal yang tidak diketahui oleh siapapun ... Sonya hanya seorang nymphom*nia.
__ADS_1
"Gaines, aku masih menginginkanmu," gumamnya. Tapi dia tak bisa hamil secepat ini. Dia masih ingin bersenang-senang.
Sonya akhirnya memikirkan cara agar dirinya tidak bisa hamil di masa depan.