Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Dirawat Di Rumah Sakit


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Organisasi pembuh berantai semakin menunjukkan dirinya dalam membunuh orang secara acak. Hal ini membuat kepolisian Negara A berusaha keras untuk menyelidikinya. Karena sudah masuk ke kasus kejahatan di atas rata-rata, tentara khusus anti kejahatan akhirnya dikerahkan, tapi hasilnya tetap nihil.


Tapi satu hal yang pasti, pembunuh itu sengaja menargetkan Chezy secara diam-diam. Tentu saja Chezy juga tahu itu namun tidak berniat untuk melaporkannya.


Di apartemen, Chezy, Marine dan Hadwin sedang membahas hal tersebut.


“Drake ini pasti sengaja menargetkanmu karena Dallas,” kata Marine.


Setelah gagal membunuh Chezy di ruang bawah tanah waktu itu, drake akhirnya kembali berulah.


Chezy juga berhati-hati selama ini agar tidak dicurigai. Untuk menghilangkan kecurigaan itu, dia bahkan meminta dallas menyiapkan dua penjaga khusus. Dengan begitu jika ada kecelakaan, drake akan berpikir jika semua itu karena anak buah dallas yang melindungi Chezy.


“Apakah sudah ditentukan di mana markas mereka?” tanya Chezy.


“Ini masih belum yakin. Mereka selalu berpindah-pindah. Aku curiga jika markasnya sama sekali tidak ada di negara ini.” Hadwin menggelengkan kepala.


“Lalu kenapa mereka ada di sini?”


“Mungkin untuk membingungkan organisasi kita. Kematian Danius sebelumnya sudah melibatkan Tamu Malam. Sekarang tidak mengherankan jika mereka menargetkan Dallas. Dan kamu adalah kelemahannya, pegang kelemahan Dallas, itu cara klasik penjahat,” jelas Marine.


Chezy mengerutkan kening. “Saat aku menggali informasi dari Danius, aku juga mengancam dengan keberadaan putri kecilnya. Kamu berpikir aku penjahat klasik.”


“…” Marine sedikit malu dan lupa tentang kejadian Danius yang meninggal di tangan Chezy.


Hadwin akhirnya menengahi. “Tindakanmu sama sekali bukan mencerminkan penjahat yang klasik, tapi masalah kepintaran. Kamu pintar dengan menggunakan putri danius untuk mengancamnya.”


“Kalau begitu para pembunuh berantai ini juga pintar karena melakukan cara yang sama,” kata Chezy lagi yang berhasil membungkam dua mulut rekannya.

__ADS_1


“…” Sekarang kami percaya bahwa kamu terlalu pintar, batin keduanya seperti orang bodoh saat ini.


Di saat Chezy menghela napas, ponselnya berbunyi. Ada panggilan dari Asisten Jill. Chezy segera menerima panggilan tersebut.


“Asisten Jill, apakah ada sesuatu?”


Suara panik Asisten Jill langsung terdengar. “Nyonya, tolonglah … tolong datang ke rumah sakit. Bos mengalami kecelakaan mobil dan baru saja memasuki ruang gawat darurat!”


Chezy segera berubah serius. “Rumah sakit mana?”


Asisten Jill segera melaporkan nama rumah sakitnya.


Setelah itu Chezy langsung mengakhiri percakapan dan segera bersikap untuk pergi ke rumah sakit.


“Dallas kecelakaan? Mungkinkah ini ulah Drake?” tebak Hadwin.


“Aku tidak tahu. Cari tahu apa yang terjadi dan kembali hubungi aku nanti!” Chezy segera meninggalkan apartemen dan pergi ke rumah sakit bersama dua pengawalnya.


Selama seminggu terakhir, Dallas sibuk bepergian karena urusan pekerjaannya. Dia kerap kali menemui beberapa bahaya hingga Kakek Alston sendiri menyarankan Dallas untuk bekerja jarak jauh.


Di perjalanan menuju rumah sakit, tiba-tiba saja ada dua mobil hitam yang membuntuti Chezy. Melihat dari kaca spion, dua mobil itu tampak mencoba untuk menghimpit atau mungkin menabraknya dari belakang.


"Nyonya, mereka tidak bisa dibiarkan mengikuti kita," kata salah satu pengawalnya.


Chezy mencibir. "Karena mereka cari mati, kalau begitu, penuhi saja," katanya.


Chezy tetap santai, bahkan sedikit melambatkan laju mobilnya. Dia tidak mengendarai mobil sport merah mudanya semenjak kelompok Drake berusaha untuk mencelakainya.


Untung saja kaca mobilnya hitam dan tak bisa dilihat dari luar. Jadi pihak lain tidak tahu bahwa Chezy yang menyetir.

__ADS_1


Setelah dua mobil berhasil mengejar di kedua sisi dan siap untuk menabrak mobil Chezy, tiba-tiba saja wanita itu tancap gas dengan kecepatan penuh.


Dua mobil hitam yang akan membuatnya celaka justru saling bertabrakan karena tidak sempat banting stir. Decitan mobil terdengar cukup keras.


Kedua mobil itu oleng dan berbelok ke luar jalur. Salah satunya bahkan sampai memasuki jurang.


"Amatir," komentar Chezy sangat merendahkan kedua pengendara mobil itu.


"..." Dua pengawal yang selalu ditugaskan untuk menjaga Chezy entah kenapa merasa menjadi korban asli.


Chezy menghela napas saat melihat dua pengawalnya sedikit pucat. "Kalian bisa tenang. Keduanya tidak mengikuti kita lagi."


"..." Tugas kami melindungi Nyonya, kenapa ini sebaliknya? Batin keduanya bingung.


Sesampainya di rumah sakit, Chezy segera menghampiri Asisten Jill yang kini berada di koridor ruang perawatan VIP. Tapi tidak ada tanda-tanda Dallas yang dikabarkan memasuki ruang perawatan darurat.


"Bagaimana kondisi Dallas?" tanya Chezy. "Bukankah kamu bilang masih di ruang gawat darurat?" Dia menyipitkan mata.


Asisten Jill tampak gugup. "Ini ... Bos ... Bos—" Dia tergagap.


"Istriku, masuklah." Suara Dallas dari dalam ruang rawat VIP terdengar.


Chezy seperti sedang ditipu saat ini tapi dia harus mendengarkan dulu penjelasan pihak lain. Siapa tahu ada cerita tersembunyi.


Saat Chezy masuk, Dallas duduk bersandar di kepala ranjang pasien. Dia tidak memiliki banyak luka atau perban layaknya orang yang baru saja keluar dari keadaan darurat. Dallas hanya memiliki perban di kepala dan tangan kanannya yang di gips.


"Jelaskan padaku!" Chezy tidak perlu bertanya lebih banyak.


"Pihak lain ingin aku mati, jadi biarkan rumor menyebar bahwa aku dalam bahaya hidup," jelas Dallas seraya meminta maaf padanya. "Apakah kamu khawatir aku kenapa-napa? Jika aku mati, bukankah kamu akan memiliki cinta yang baru?"

__ADS_1


Chezy mencibir, "Jika kamu mati, Kallen masih mengantre di belakang," jawabnya asal-asalan.


__ADS_2