Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Gagal Merayunya


__ADS_3

Sonya masih bersikeras dan tidak mau melepaskannya. Dia semakin menempel pada Dallas. Jelas pria itu juga mulai bereaksi oleh obat saat ini. Sonya hanya menggunakan keahliannya untuk merayu pria di titik sensitif nya.


Namun kesabaran Dallas sudah habis. "Pelac*r!! Kalau begitu jangan salahkan aku!" geramnya penuh amarah.


Sonya merasakan sakit di pergelangan tangannya saat Dallas mencengkeramnya kuat-kuat. Sonya berteriak kesakitan. Tangannya seperti akan patah.


"Sakit, Dallas!" Sonya merintih. Tidak menduga jika reaksi dalam begitu besar.


"Kenapa kamu begitu keras kepala? Kamu jelas menginginkan wanita. Aku akan melayanimu! Dallas, kamu bisa menganggap ku Chezy sekarang, tidak apa-apa. Selama aku bisa menjadi milikmu!" Sonya berteriak histeris hingga pelayan yang ada di lantai satu bisa mendengar teriakannya yang menyayat hati.


Tubuh Dallas panas dan sedikit lemas saat ini. Pikirannya sepertinya dipenuhi oleh sesuatu yang berantakan. Dia hanya memikirkan satu hal. Dia ingin wanita saat ini. Tapi tidak dengan wanita di depannya.


Di saat penglihatannya sedikit kabur dan khawatir tidak bisa menahan diri, Dallas akhirnya menemukan pintu kamar dan membukanya dengan kasar. Kemudian menghempaskan Sonya ke depan.


"Ahhh!" Sonya terjatuh dengan cara yang memalukan.


"Tidak, Dallas! Kamu jelas menginginkanku! Aku ingin menjadi wanitamu!" Sonya masih berteriak dan mencoba untuk bangkit tapi tanpa diduga, Dallas menendang dadanya.


Sonya merasakan sakit di dadanya. Untungnya Dallas tidak menendangnya hingga muntah darah. Jika itu sampai terjadi, urusannya lain.


Dallas menggelengkan kepala dan terhuyung sedikit, menahan tubuhnya tetap berdiri stabil. "Butler Sun!!" teriaknya penuh kemarahan.


Suara Dallas menggema di rumah itu hingga membuat para pelayan ketakutan dan pucat. Tuan sangat marah. Tidak pernah semarah ini sebelumnya.


Butler Sun selalu menahan diri untuk tidak mengalami tekanan mental yang berlebihan saat menghadapi tuannya yang marah.


Segera, Butler Sun naik ke lantai dua. "Tuan, ada perintah?" tanyanya. Lalu terkejut melihat siapa yang mencoba untuk bangkit dan meraih tubuh Dallas. "Ini— ini Nona Sonya? Sejak ... Sejak kapan ada di sini?"


Butler Sun adalah kepala pelayan yang menjaga rumah ini dari setiap ruangan. Memastikan tidak ada penyusup yang datang. Tapi dia masih tidak bisa menahan Sonya di luar. Bahkan tidak tahu kapan Sonya datang.


"Tuan, ini kelalaian ku. Aku bersedia menerima hukumannya."

__ADS_1


Dallas tidak memedulikan itu sekarang. Dia hanya ingin Sonya menghilang dari rumahnya. "Bawa wanita ini keluar dari rumah ku dan kirim ke rumah Marweth! Biarkan mereka menghukumnya atau aku yang akan menghukumnya! Lihat putri baik yang mereka besarkan, kini berani melac*rkan diri!"


Butler Sun sungguh sedikit pucat saat ini dan kedua kakinya lemas. Ketika Dallas marah, rasanya seperti berada di gudang es yang penuh iblis.


Meski Butler Sun masih bingung bagaimana Sonya bisa masuk ke sini, dia segera memanggil penjaga di halaman untuk menarik Sonya keluar tanpa pakaian. Semua ini permintaan Dallas.


Saat kedua penjaga halaman menyeret Sonya, teriakan wanita itu masih menggema. Sonya berteriak seolah-olah sangat tergila-gila dengan Dallas. Dia menginginkan Dallas.


Namun Dallas tidak peduli dengannya dan kembali ke kamar untuk menghilangkan sisa aroma obat yang menguar di udara. Mempertahankan kewarasannya, Dallas segera menghubungi Asisten Jill.


"Belilah beberapa anjing penjaga dan kirim ke rumahku besok!" Setelah berkata demikian, dia tidak menunggu Asisten Jill bertanya dan langsung menutup telepon.


Dallas pergi ke kamar mandi untuk mandi air dingin, meredakan rasa panas di tubuhnya yang tidak normal. Bahkan gara-gara ini, dia harus bermain sendiri dengan tangannya.


"Brengs*k!!" gumamnya.


Hanya kurang dari sepuluh menit, Chezy pulang setelah menerima sebuah foto tanpa pakaian Sonya di kamar Dallas. Orang yang mengirim foto itu kemungkinan besar adalah Sonya sendiri. Memikirkan ini, Chezy sedikit tidak nyaman.


Apalagi saat dia pulang, pelayan yang melihatnya bahkan lebih terkejut. Sepertinya sesuatu baru saja terjadi.


Dia lalu bergumam, "Aku dan Dallas hanya pernikahan kontrak tanpa cinta. Aku tidak peduli dia tidur dengan siapa, tapi kenapa rasanya tidak nyaman?"


Chezy berdiri di depan pintu kamar yang tertutup, menguping sedikit. Namun tidak ada pergerakan apapun dari dalam. Kenapa begitu sunyi? Namun suara keran air di kamar mandi masih sayup-sayup terdengar.


Apakah keduanya bercinta di kamar mandi? Batinnya.


Chezy tidak tahu apakah harus masuk atau tidak. Tapi seorang pelayan wanita paruh baya tak sengaja melihat Chezy menguping di pintu, terkejut sesaat.


"Nyonya Rumah ..." Pelayan itu agak canggung.


"Ya ..." Chezy juga malu. Ketahuan menguping, bukankah tidak pantas.

__ADS_1


Pelayan itu sepertinya tahu apa yang dipikirkan Chezy dan hanya tersenyum malu-malu.


"Nyonya, masuklah. Tidak apa-apa. Tuan tidak akan marah."


"Bukankah aku akan merusak kesenangannya?" Chezy mengerutkan kening.


Pelayan itu buru-buru menggelengkan kepala. "Tidak, tidak. Ini sama sekali tidak merusak kesenangan. Tuan mungkin akan senang."


Setelah berkata demikian, pelayan wanita paruh baya itu buru-buru meninggalkan lantai dua dengan tergesa-gesa.


Chezy terkejut. Apa maksudnya?


Namun Chezy masih memberanikan diri untuk masuk tanpa menimbulkan suara. Cahaya remang-remang di kamar tampak sunyi. Tempat tidur masih rapi tapi ada pakaian wanita bertebaran di lantai. Ini bukan miliknya.


Jantung Chezy berdetak lebih kencang. Mungkinkah pria itu dan Sonya sangat bergairah di kamar mandi? Sengaja agar tidak menimbulkan kecurigaan.


"Tapi jika pria itu melakukannya, bukankah berarti pertahanan dirinya lemah?" cibirnya.


Ketika Chezy sibuk dengan pikirannya, pintu kamar mandi terbuka. Chezy tanpa sadar menoleh dan mendapati sosok Dallas tanpa pakaian keluar dengan sebagai. Tetesan air masih terlihat di tubuhnya.


"Ahh!" Chezy terkejut melihat tubuh tanpa pakaian pria itu namun tidak memalingkan wajah. Hanya syok.


Pria ini sungguh keluar tanpa pakaian seperti ini?


"Dallas? Kenapa aku merasa sedang memergoki suami selingkuh dengan mantan tunangan?" tanyanya pada diri sendiri, tapi tidak serius.


Karena pernikahan mereka hanya kontrak tanpa cinta, secara alami beberapa perasaan tidak muncul. Namun Chezy masih memerah. Ini bukan kali pertama melihat Dallas tanpa pakaian. Haruskah dia begitu malu lagi?


Dallas sendiri tertegun cukup lama saat melihat Chezy berdiri tak jauh darinya. Karena dia telah mengguyur tubuhnya dengan air dingin selama hampir sepuluh mulut, pikiran dan penglihatannya lebih jernih.


"Kapan kamu pulang?" Dallas tidak memedulikan tubuhnya.

__ADS_1


"Baru saja. Aku mendapat kiriman foto Sonya tanpa pakaian berbaring di tempat tidur. Kupikir kamu sedang bercinta dengannya sekarang."


Wajah pria itu tiba-tiba menjadi lebih gelap. "Apakah kamu ingin aku bercinta dengan wanita lain secara langsung di depan matamu?" Suaranya agak dalam.


__ADS_2