Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Tamu Malam yang Misterius


__ADS_3

Danius menembak ke arah plafon kawat karena dia tahu ada orang lain di sana yang menembak ke arahnya. Dia berpikir jika itu berasal dari pihak Tamu Malam.


"Bos, lenganmu berdarah!" Anak buah Danius mencium bau darah dari baju bosnya.


Saat itulah Danius sadar jika dirinya tertembak saat ini. Dia terkejut.


Tidak mungkin! Dia adalah pembunuh bayaran peringkat kesepuluh. Bagaimana mungkin mudah dilukai?


Danius mulai merasakan jika lengannya sakit dan pegal saat ini. Ada rasa terbakar juga. Wajahnya sedikit pucat dan pistol yang dipegangnya terjatuh ke lantai. Lengan kanannya tertebak.


Pada saat itulah anak buah Tamu Malam ingin menyerang namun dihentikan oleh bosnya sendiri. Mereka tidak tahu kenapa bos tidak mau menyerang. Danius sedang terluka saat ini. Kemungkinan peluru yang ditembakkan pihak lain mengandung racun. Ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menghabisi anak buah Danius.


Tak lama setelah itu, sosok ramping seorang wanita melompat dari balik plafon dan berdiri di atas meja. Kemudian dia melompat ke sisi lain tanpa menimbulkan suara.


"Siapa kamu?" Danius yang berwajah pucat kini hanya bisa waspada terhadap pihak yang datang.


Hanya seorang wanita, memegang pistol hitam yang tampaknya memiliki desain bodi elegan.


Chezy yang kini dalam penyamaran terkekeh.


Danius merasa terhina dan menggertakkan gigi. Dia menatap semua anak buahnya yang ada di ruangan tersebut.


"Apa yang kalian lihat?!! Cepat bunuh wanita sialan ini untukku dan panggil yang lain!" Danius lupa jika Tamu Malam masih di sini sekarang.


Para anak buah Danius segera menghujani Chezy dengan peluru dan bunyi tembakan yang menggema di ruangan tersebut membuat suasana menjadi tegang.


Chezy menghindar dengan gesit dan merasakan semua gerakan peluru dengan mudah. Dia hanya menghindar, melompat dan kadang berjalan di dinding sambil menembaki anak buah Danius.


Wig pirangnya tambak seperti nyata dan sesekali terkena tembakan peluru. Namun Chezy sama sekali tidak takut.


Danius melihat anak buahnya satu persatu mulai tumbang pun merasakan sedikit krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

__ADS_1


"Siapa kamu? Dan apa tujuanmu datang kemari?" tanyanya dengan suara yang dalam.


"Membasmi ngengat adalah kesukaanku. Siapa yang menyuruhmu untuk bergabung dengan organisasi pembunuh berantai. Ini akibatnya." Chezy mengubah sedikit suaranya menjadi nada centil yang asing agar pihak lain tidak mampu melacaknya di masa depan.


Ekspresi Danius berubah. Wanita misterius ini tahu banyak tentang dirinya. Dia memang bekerja sama dengan organisasi pembunuh berantai demi keuntungan. Tugasnya hanya mengumpulkan orang dan senjata. Siapa tahu, setelah cukup lama beroperasi, pihak lain sudah membobol markasnya.


"Karena kamu banyak tahu, jangan berharap untuk pergi!" Danius segera mengambil senjata api lainnya dan menembak Chezy dengan menggunakan tangan Kiri.


Sebagai pembunuh bayaran peringkat sepuluh, dia tentu saja telah terlatih dan mahir menggunakan berbagai taktik.


Chezy tidak takut tapi lebih berhati-hati karena meskipun pihak lain terluka, kemampuan menembaknya lebih baik.


"Pembunuh bayaran peringkat sepuluh memang luar biasa," kata Chezy. Dia berlari ke sisi Danius dan mengganti pistolnya dengan belati.


Danius merasakan tekanan membunuh yang lebih besar dan mencoba untuk menembaknya lagi. Tapi Chezy terlalu gesit. Ini terasa mustahil bagi Danius.


Bahkan Tamu Malam yang awalnya hanya duduk diam kini berdiri. Dia bukan berniat untuk ikut campur masalah ini. Tapi anak buah Danius yang ada di luar sudah berdatangan sambil menodongkan senjata api dan mulai menembak secara acak.


Anak buah Tamu Malam mengangguk dan melawan anak buah Danius.


Ruangan pertemuan menjadi kacau balau. Mayat ada di mana-mana dan darah mulai tercium di udara.


Tamu Malam melihat aksi wanita misterius itu saat melawan Danius. Cepat, akurat dan tentu saja gerakan seni bela dirinya sangat kuat. Ini bukan gerakan seni bela diri Negara A. Siapa dia?


Sepertinya wanita misterius itu sudah terlatih sejak masih kecil. Pria itu menyipitkan mata, pikirannya sangat dalam.


Di saat hujan tembakan memekakkan telinga, Tamu Malam sangat tenang.


Di sisi lain, Chezy mengayunkan belati ke arah Danius yang kini sedikit sempoyongan. Tapi Danius tidak mau menyerah. Pihak lain mungkin wanita tapi dia tidak berbelas kasihan. Dia menendang Chezy dengan tenaga yang tersisa hingga wanita itu sempat mundur beberapa langkah akibat tendangannya.


Chezy merasakan rasa sakit di dadanya tapi bukan berarti mengalah. Kali ini dia menggunakan teknik belati lainnya untuk membunuh lawan.

__ADS_1


Dia melompat ke beberapa sisi sebelum akhirnya memberikan tendangan pada kepala Danius.


"Brengs*k!" Danius muntah darah.


Chezy berjalan perlahan ke sisi Danius dan menekannya di lantai dengan keras. Pria itu merasa terhina saat sepatu boot kulit hitam wanita misterius menginjak punggungnya.


Chezy bermain dengan belati. "Katakan, di mana sarang mereka?"


Danius menggeram, menahan rasa malu dan sakit di tubuhnya. "Aku tidak tahu apa maksudmu!"


"Oh, tentu saja sarang pembunuh berantai itu," kata Chezy tidak terburu-buru.


"Aku tidak tahu! Aku hanya dibayar untuk membuat markas di sini dan membuat kerja sama dengan Tamu Malam. Aku tidak tahu yang lain." Danius tentu saja bungkam dengan informasi penting.


Chezy terkekeh. "Jangan berbohong padaku. Aku tidak peduli bisnismu dengan orang lain. Aku hanya mencari tahu tentang sarang pembunuh berantai," ujarnya. "Tampaknya, kamu tidak peduli dengan putri kecil mu di negara itu," imbuhnya.


Ekspresi Danius berubah kejam dan menatap Chezy dengan nanar. Pemberontakannya lebih besar tapi tetap saja Chezy bisa menahannya.


"Jangan libatkan sesuatu yang bukan menjadi milik orang lain. Dia tidak bersalah!"


Dihadapkan dengan informasi putrinya, Danius lemah. Bagaimana pun juga, dia hanya memiliki satu-satunya keluarga. Seorang putri yang masih kecil dan kini ada di panti asuhan agar aman dari pihak mana pun. Dia hanya ingin putrinya aman.


Namun tidak tahu bagaimana wanita misterius ini tahu, Danius hanya bisa melindungi putrinya yang sama sekali tidak tahu pekerjaan kotor ayahnya ini.


Danius hanya ingin putrinya hidup baik di masa depan.


"Sepertinya kamu sangat peduli dengan putrimu," ujar Chezy. Benar saja, cinta dan kasih sayang seorang ayah memang tidak ada duanya.


Chezy mengetahui informasi ini. Pembunuh bayaran peringkat sepuluh, dia tahu cukup banyak. Termasuk kehidupan pribadinya. Semuanya tercatat di organisasi agen rahasia.


"Siapa kamu sebenarnya?" Danius sangat penasaran bagaimana Chezy bisa tahu semua tentang dirinya.

__ADS_1


__ADS_2