
Chezy tentu saja tahu itu. Maka dari itu dia mencobanya pada Gaines. "Aku tahu, jangan khawatir tentang itu," jawabnya.
Cade mengangguk rendah dan lega. "Kalau begitu, sisanya tidak akan jadi masalah."
"Kak, jika aku memiliki pacar, apakah kamu akan akrab dengannya?" tanya Chezy tiba-tiba.
"Apakah kamu punya pacar?" Cade mengerutkan kening lagi. Sejak kapan adiknya peduli dengan ini?
"Tidak ... Seandainya. Ini seandainya."
Cade berkata dengan acuh tak acuh. "Ini masih seandainya. Apa yang kamu repotkan?"
"Ini hanya seandainya aku punya pacar!" Chezy terdengar kesal.
"Jika pacarmu seorang baj*ngan, aku akan melubangi perutnya untuk melihat isi hatinya."
"..."
Di seberang telepon, Chezy tidak langsung menyangkal. Dia tidak lupa jika kakaknya pernah belajar anatomi. Jika seandainya Dallas bertemu dengan kakaknya yang abnormal itu, mungkin akan menjadi objek percobaan obat-obatannya.
Tidak, ini ilegal!
"Lupakan saja. Aku tidak punya pacar," kata wanita itu. Aku hanya punya suami kontrak, batinnya.
"Yah, tidak apa-apa. Fokus saja pada misimu. Jika butuh sesuatu, hubungi kakek," ujar Cade.
Setelah berbincang-bincang sebentar, Cade mengakhiri panggilan dan pulang ke rumah. Tapi dia masih penasaran, siapa yang bisa menggerakkan hati adiknya yang begitu enggan menyentuh cinta?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Negara A.
Keesokan paginya, Chezy bekerja di toko bunga seperti hari-hari biasa. Dia akan berangkat pagi atau siang sesuai dengan jadwal lalu pulang sore harinya.
Kallen akan bersikap seperti biasanya, lembut dan sopan terhadap semua pelanggan dan karyawan. Dia jarang marah atau tersinggung oleh hal kecil.
Namun semua karyawan di toko bunga tahu bahwa bos memperlakukan Chezy secara berbeda. Meski Chezy hanyalah pelayan yang belum bisa naik sebagai karyawan tetap, dia cekatan, pekerjaannya selalu rapi sehingga manager toko bunga juga berniat untuk mengajukan dirinya sebagai karyawan tetap.
Tapi Chezy menolak. Semakin tinggi jabatannya, akan sulit baginya bebas di masa depan. Chezy tidak kekurangan uang. Dia hanya berkerja untuk penyamaran saja.
__ADS_1
"Apakah kamu yakin tidak ingin kenaikan gaji?" tanya Kallen cukup terkejut.
Chezy mengangguk. "Aku yakin. Aku nyaman dengan pekerjaanku saat ini."
Kallen terdiam sebentar sebelum akhirnya bicara. "Baiklah kalau begitu, jika kamu butuh sesuatu, kamu bisa meminta bantuanku."
"Terima kasih, Bos."
"Ini seharusnya."
Walaupun Kallen telah melihat Chezy di tempatnya hampir setiap hari, dia tak bisa mengobrol lebih dekat dengannya.
Melihatnya saja sudah cukup. Tapi ibunya khawatir dia akan menjadi lajang seumur hidup, selalu mendesaknya untuk kencan buta.
......................
Hingga waktu tak terasa telah berlalu sebulan.
Efek yang ditimbulkan dari berita di internet tentang Sonya dan Gaines telah membawa banyak perubahan.
Sonya yang awalnya tunangan Dallas dicap sebagai pihak yang berselingkuh dan semua bangsawan di ibu kota membicarakannya. Tidak heran kenapa Dallas menikahi wanita lain dan membawanya ke acara makan malam keluarga bangsawan sebelumnya, ternyata sudah tahu jika tunangan dan kakaknya berselingkuh.
Karena semuanya sudah seperti itu, mau tidak mau, Sonya dan Gaines bertunangan. Bahkan diketahui jika Sonya sedang hamil saat ini. Wanita itu mencoba untuk menggugurkan nya dengan berpura-pura kecelakaan, tapi Gaines pasti akan tahu kebohongannya.
Bagi Chezy, ini tidak mengherankan. Gaines adalah anggota penting kelompok pembunuh berantai, wajar jika meminta anak buahnya mengawasi Sonya.
Belum lagi, orang yang mengambil foto Chezy dan Gaines di restoran saat makan malam waktu itu sudah lama dibereskan oleh Hadwin. Ini yang membuat Gaines bahkan lebih dongkol. Curiga jika ada pihak lain yang sedang mengintainya.
Chezy memiliki waktu satu bulan lagi untuk tinggal di apartemen. Namun akhir-akhir ini Dallas sering datang ke apartemen nya untuk mampir sebentar, kadang numpang makan siang, kadang menginap dengan alasan terlalu lelah di perjalanan.
Dallas juga sering jatuh sakit. Entah itu palsu atau sungguh-sungguh, fisiknya memang selalu menunjukkan kelelahan.
......................
"Apakah kamu sudah baikan?" tanya Chezy seraya membawa nampan berisi semangkuk bubur ayam dan susu hangat.
Dallas tidak enak badan selama dua hari terakhir. Lalu mulai terbaring lemah di hari ketiga. Butler Sun menelpon Chezy untuk memintanya datang karena Dallas tidak mau diperiksa oleh Arran—dokter pribadi keluarga Alston.
"Tidak apa-apa." Dallas masih sedikit pucat, tapi tubuhnya lebih nyaman saat ini.
__ADS_1
"Kenapa kamu begitu sering jatuh sakit? Apakah kamu begadang? Pekerjaanmu sangat banyak?" Chezy tidak mengerti bagaimana bisa Dallas kurang tidur dan kelelahan seperti ini.
Butler Sun bilang jika Dallas menghabiskan banyak waktunya bekerja dari rumah. Kadang akan seharian tinggal di lantai tiga.
Ini membuat Chezy sangat penasaran dengan isi dari lantai tiga.
"Mungkin karena kamu tidak ada di rumah, aku kesepian." Dallas menghibur diri.
"Seolah-olah kamu tidak pernah hidup tanpaku sebelumnya," cibir wanita itu. "Bangun dan makan dulu. Lalu gantung infus. Aku khawatir kamu akan mati besok."
Setelah makan bubur dan minum segelas susu, Dallas duduk bersandar lebih dulu untuk mencerna makanannya. Selama sebulan terakhir, dia bekerja siang dan malam di lantai tiga. Miley sesekali akan datang dan membantunya.
Tapi pada saat itu juga, Dallas menyadari jika Chezy sering menghilang selama dua atau tiga hari lalu muncul kembali dan bekerja di toko bunga.
Tidak tahu ke mana wanita itu pergi, Dallas semakin mencurigainya. Tentu saja, Dallas tidak tahu jika Chezy juga mencurigainya melakukan sesuatu yang aneh di lantai tiga.
"Apakah kamu senang Sonya bertunangan dengan kakakmu?" tanya Chezy tiba-tiba.
"Kamu cemburu?"
"Tidak. Aku hanya tidak ingin kamu mati konyol karena mereka. Jika kamu masih suka dengan Sonya, maka culik dan ikat dia. Kakakmu pasti akan senang karena rencananya berhasil," jelasnya.
"..."
Wanita tidak berperasaan, batin Dallas tidak mau berdebat. Membiarkan Chezy datang ke sini sungguh sulit, dia bukan harus sakit di tempat tidur lebih dulu. Wanita itu baru peduli.
Tapi ... Dallas baru menyadari sesuatu yang ganjil dari perkataannya.
"Apa maksudmu dengan kakakku akan senang jika aku dan Sonya bersama?" tanyanya curiga, sedikit menyipitkan mata.
Wanita ini tahu sesuatu tentang Gaines yang tidak diketahuinya?
Chezy terkejut dan baru sadar jika dia mengucapkan sesuatu yang salah. Meski dia tersenyum tapi agak kaku saat ini.
"Bukan apa-apa. Maksudku, kakakmu sangat peduli dengan pertunanganmu dengan Sonya sebelumnya. Kini dia harus menggantikanmu, tentu saja dia mungkin merasa bersalah."
Dallas tidak menimpali ucapannya. Tapi merenung lebih dalam. Dia kini yakin jika Chezy memiliki rahasia yang tidak diketahuinya.
Duduk berdekatan dan saling mengobrol, tapi rasanya ada jarak yang jauh memisahkan keduanya ....
__ADS_1