
Pada siang hari, Chezy datang ke rumah sakit untuk menjenguk Dallas. Dia mendapatkan info dari Asisten Jill jika Dallas memutuskan untuk siuman dan mengirim kabar pada keluarga bahwa dirinya telah bangun.
Entah apa yang dipikirkan pria itu, namun Chezy menduga jika ini untuk memancing Gaines. Apakah dia punya rencana?
Ketika tiba di sana, Kakek Alston sedang berbicara dengan Dallas. Sisanya berada di luar. Bahkan Gaines juga hadir.
Kali ini Nyonya Alston tidak banyak bicara atau menuduh Chezy seperti sebelumnya. Tapi diam di samping Tuan Alston. Mungkin dia telah diajar oleh suaminya selama beberapa waktu ini.
“Ayah, bagaimana Dallas sekarang?” tanya Chezy.
Tuan Alston sedikit berkeringat dingin saat Chezy bertanya saat ini dan tersenyum sealami mungkin.
“Jangan khawatir, dia sudah siuman, kamu sudah menjaganya selama ini. Terima kasih,” jawabnya tulus.
“Ini sudah sewajarnya.”
Semua keluarga Alston sudah menemui Dallas sebelumnya dan hanya Kakek Alston saja yang berada di dalam lebih lama. Tak lama kemudian, Kakek Alston keluar dan menatap Chezy.
“Masuklah dan temani dia. Dia ingin melihatmu sekarang,” katanya.
Chezy tersenyum cerah padanya. “Terima kasih, Kakek.”
Sudut mulut Kakek Alston berkedut sebentar. Sungguh anak Feliks Edelmar. Pesona ini sama seperti istri Feliks.
Setelah semua orang pergi, Chezy masuk dan melihat Dallas berbaring dengan canggung. Semua peralatan di tubuhnya ingin dilepas tapi tampak tidak berdaya. Dia khawatir Pihak lain akan datang tiba-tiba dan menggagalkan rencananya.
“Kenapa kamu memutuskan untuk bergerak lebih cepat?”
Dallas tersenyum. “Bukankah pernikahan kontrak kita akan berakhir dalam waktu kurang dari dua bulan lagi?”
“Ya.” Chezy juga ingat ini.
“Mari urus masalah ini sebelum pernikahan kontrak kita berakhir. Apakah kamu tidak membawa makan siang untukku?”
__ADS_1
Chezy tersenyum getir. “Kamu baru saja bangun di mata mereka, makanan apa yang harus aku bawa?”
“Lain kali ingat untuk membawanya.”
“Tidakkah kamu ingin mengawasi rumah keluarga Alston sekarang? Sekarang tidak tahu kapan Gaines dan gengnya akan menyerang. Tidakkah kamu khawatir dia menyerang kakekmu?”
“Kakek seorang veteran perang di masa lalu, dia tidak selemah itu bahkan jika Gaines menodongkan pistol atau membawa anak buahnya. Dia punya anak buahnya sendiri,” jelasnya.
Chezy mengerutkan kening. “Tidakkah kakakmu tahu ini?”
“Dia tahu kakek seorang veteran perang tapi tidak tahu bahwa kemampuannya masih ada di tempat. Tidak heran kakek bisa menjalani persahabatan dengan keluarga Edelmar dari Negara K.”
Chezy terbatuk kecil dan tidak mau mengungkitnya lagi. Tak lama, seseorang mengetuk pintu. Chezy segera menghampiri pintu dan membukanya. Seorang wanita paruh baya tersenyum sopan pada Chezy dan memberikan sebuah kotak makan siang padanya.
“Nona, ini yang Anda minta,” kata wanita paruh baya itu.
Chezy menerima kotak makan siang itu dan memberikan sebuah amplop berisi sejumlah uang untuknya.
“Terima kasih sudah mengantarnya ke sini.”
Setelah Chezy menutup pintu, dia kembali ke tempatnya. Dallas mengerutkan kening melihat Chezy sepertinya menyuruh orang untuk membawa kotak makan siang.
Chezy menyimpan kotak makan siang di meja nakas yang ada di sebelahnya dan membuka satu persatu kotak. Aroma makanan khas Negara K langsung tercium di hidung pria itu.
“Bukankah kamu berkata tidak menyiapkan makan siang untukku?” tanyanya.
Chezy tersenyum lucu. “Tentu saja tidak. Aku meminta Marine untuk menyiapkannya saat aku di perjalanan. Lalu suruh orang yang berpura-pura menjenguk sanak saudaranya yang sakit untuk datang. Ini lebih aman.”
Dallas bahkan tidak berpikir jika cara ini akan berhasil. Menjadi agen rahasia memang harus memikirkan segalanya.
“Suapi aku.”
“Tanganmu tidak sakit, makan sendiri,” kata Chezy.
__ADS_1
“Apa yang akan dipikirkan orang lain jika melihat pasien makan sendiri tanpa dibantu istrinya?” Dallas tidak menyerah.
Chezy memelototinya. Sejak kapan pria ini mengubah temperamennya menjadi lembut dan berhati baik? Bukankah Dallas lebih suka berpura-pura di depannya untuk mempermalukannya di mana-mana?
Pada akhirnya Chezy masih menyuapinya.
Saat menikmati makan siang, ponsel Dallas berbunyi. Pria itu melihat jika Arran yang meneleponnya.
“Ada apa?” tanyanya setelah menerima panggilan.
“Bos, sekelompok pembunuh berantai telah memasuki ibu kota dalam jumlah besar, tapi tidak tahu apa yang ingin mereka lakukan.”
“Kapan mereka memasuki ibu kota?”
“Baru saja. Miley yang melaporkannya.”
Dallas memiliki sedikit kebencian pada Miley saat ini. Terutama saat pria playboy itu menabur perselisihan antara dirinya dengan Chezy.
“Apakah itu akurat?” cibirnya.
“Ya, dia bilang semuanya jelas.”
“Beri tahu Miley, jika itu tidak akurat, aku akan meminta atasannya untuk mengirimnya ke Afrika!”
Setelah itu, Dallas menutup panggilan lebih dulu dan melanjutkan makan.
Pendengaran Chezy tajam dan bisa menangkap apa yang dikatakan Arran di telepon.
“Mereka sudah mulai? Kalau begitu, aku juga harus bersiap untuk ini,” katanya.
“Apa yang akan kamu lakukan?”
“Tentu saja memasuki sarangnya dan tangkap bos di belakang layar. Tugasku ke negara ini tentu saja untuk menemukan sarang mereka. Setelah itu, aku akan melaporkannya pada organisasi,” jelasnya.
__ADS_1
“Ingat, jika ada sesuatu, jangan lupakan aku. Aku juga ikut andil dalam masalah ini.” Dallas juga berkontribusi untuk masalah ini secara tidak langsung.
Tentu saja Chezy juga tidak terlalu mengabaikannya. Dia juga akan mengucapkan terima kasih setelah misi selesai.