
Melihat beberapa bunga sudah kacau dan bahkan batangnya patah, Tuan Edelmar mengerang tidak nyaman di hatinya.
Tak lama, terdengar suara Efrain yang tertawa di antara kebun bunga sambil memegang setangkai bunga tulip. Tuan Edelmar terkejut ketika melihat anak kecil yang tampaknya familiar?
"Feliks, cepat bawa Efrain ke sini. Jangan biarkan dia jatuh atau terluka," kata Nyonya Edelmar.
"Hah?" Tuan Edelmar terkejut. "Dia cucuku?"
Nyonya Edelmar memelototinya. "Jika bukan? Apakah dia anak haram mu?! Tentu saja cucumu. Putri dan menantuku telah datang, cepatlah bawa Efrain."
Tuan Edelmar segera melepaskan skop kecil dan membuka sarung tangan yang kotor. Lalu dia bergegas ke arah Efrain dan menggendongnya kembali. Efrain tampak tidak mau dan masih ingin bermain dengan beberapa bunga.
"Jangan merusak kebun bunga Kakek," kata Tuan Edelmar tidak berdaya.
Efrain tidak suka dan ingin turun dari pangkuan Tuan Edelmar. Namun untungnya segera diutus oleh Dallas. Dia mengambil alih si kecil dan menepuk pantatnya.
"Jika kamu nakal lagi, Ayah akan melemparkanmu ke mulut singa," ancamnya sedikit dingin.
Efrain tidak lagi memberontak, takut dengan ancaman ayahnya. Jadi dia patuh di pelukan Dallas. Tubuhnya sedikit kotor saat ini dan Dallas harus pergi untuk membantunya membersihkan diri.
Tuan Edelmar akhirnya menghela napas. "Kalian pasti lelah setelah menempuh perjalanan jauh. Istirahat lah hari ini dan biarkan kami bermain dengan si kembar. Nah, di mana yang satunya lagi?"
"Ada bersama Kakek," jawab Chezy.
"Oke. Ayah akan membersihkan diri dulu sebelum bermain dengan mereka." Tuan Edelmar sudah lama tidak bertemu dengan si kembar tiga. Tanpa terasa, anak akan sudah mulai tumbuh tinggi lagi.
Keesokan paginya.
__ADS_1
Chezy pergi ke tempat di mana Marine dan Hadwin berada. Pernikahan keduanya akan diadakan di sebuah hotel mewah dan menyela aula yang luas. Organisasi Agen Rahasia masih memberikan mereka biaya pernikahan sesuai janji.
Setelah menunggu satu tahun lamanya, Marine dan Hadwin akhirnya bisa melepaskan status lajang menjadi pasangan suami-istri. Belum lagi, Marine sedang hamil empat bulan saat ini.
"Sayang, akhirnya kamu datang," kata Marine sangat antusias saat melihat Chezy. Dia masih memberikan tatapan menggoda.
Chezy memutar bola matanya. "Jauhkan rayuan mautmu. Ini bukan sedang menjalankan tugas agen," katanya.
"Oh, aku mungkin kecanduan."
"Bagaimana persiapan nya? Apakah sudah matang?"
"Tentu saja. Gaun sudah dipesan dan aku sudah mencobanya kemarin. Hanya saja karena aku hamil sekarang, Hadwin sengaja memintaku memakai gaun yang agak longgar," jelas Marine sedikit tidak berdaya.
Perutnya mungkin belum terlihat besar saat ini tapi orang pasti tahu jika dia sedang hamil. Karena memasuki empat bulan, Hadwin masih selalu ingin berhubungan intim dengannya. Dari dulu, Hadwin memiliki kecanduan pada tubuhnya.
Jadi demi menyenangkan wanita itu, Hadwin memilih untuk segera menikah.
"Aku juga ingin menikah setelah anak ini lahir tapi Hadwin tidak setuju. Jadi aku hanya bisa mematuhi pengaturannya," jelas Marine.
"Oh, jika anak itu perempuan, jodohkan dengan salah satu putraku," canda Chezy.
"Bagaimana bisa? Putramu pasti baji*gan." Marine juga melayangkan candaan.
Keduanya mengobrol sambil memilih beberapa dekorasi yang akan dipakai untuk pernikahan nanti. Chezy membantunya. Uang tidak masalah, organisasi juga membantu biaya pernikahan meski sebenarnya Hadwin dan Marine tidak miskin.
Dalam hari pernikahan nanti, beberapa sepupu Chezy akan datang untuk memeriahkan acara. Ini semua berkata Nyonya Edelmar yang mengundang beberapa sepupu Chezy.
__ADS_1
Pernikahan di Negara K cukup berbeda dengan di Negara A. Meski begitu, janji pernikahannya masih sama. Beberapa sebelum pernikahan ini, Marine tidak perlu ke mana-mana. Semuanya dibebankan pada Hadwin.
Barulah setelah hari sudah sore, Chezy pulang. Dia khawatir si kembar mencarinya. Benar saja, ketika dia kembali, Dallas sudah sibuk dengan ketiganya.
“Apakah urusanmu selesai?” tanyanya.
“Ya.” Chezy tersenyum masam. “Kenapa kamu tidak menghubungiku?”
“Tidak apa-apa. Anak-anak tidak berani bermain bodoh denganku.” Dallas tersenyum.
Ketiga anak itu sibuk dengan mainannya sendiri. Dallas segera memeluk Chezy dan memberikan ciuman.
“Hey, anak-anak melihat kita,” bisik Chezy.
“Mereka belum mengerti apa yang kita lakukan,” bisik balik pria itu.
Tanpa diduga, Edrick setengah berlari dan memeluk Chezy. Keduanya menoleh ke bawah dan melihat tatapan Edrick yang polos.
“Mommy!” Edrick berteriak dan ingin digendong olehnya. “Cium, cium ….”
“…” Dallas memelototinya tapi Edrick tidak peduli.
Chezy terkekeh dan segera menggendong anak itu, memberikan ciuman di pipinya. “Apakah Edrick rindu Mommy?” godanya.
Edrick tidak menjawab tapi memeluk leher ibunya, merasa takut dengan tatapan ayahnya yang terlihat galak. Chezy tidak lagi peduli dengan Dallas dan mulai bermain dengan mereka sebelum waktu makan malam tiba.
Melihat ini, suasana hati Dallas turun lagi ke bawah dan dia merasa jika putra ketiganya ini sedang memprovokasi dirinya? Siapa yang bilang jika anak itu tidak tahu apa yang dirinya lakukan dengan Chezy, jadi minta ciuman?
__ADS_1