
Chezy mengangguk. "Ya, benar. Efrain akan mengikuti lomba melukis di sana dan bersaing dengan peserta ujian dari negara lain."
Belum lagi, Dallas memberikan banyak cat lukis pada Efrain. Dallas tidak banyak bicara saat ini dan patuh memakan makanannya. Efrain sedikit senang saat tahu dia akan lomba melukis, tapi tiba-tiba saja semangat nya kempis.
"Tapi Bu, bisakah aku memenangkan lomba?" tanyanya ragu.
Sebelum Chezy bicara, Dallas sudah menukasnya lebih dulu. "Menang atau kalah adalah hal biasa. Berjuanglah semampumu dan tidak pedulikan pihak lain saat melukis. Apakah kamu tahu?"
Efrain mengangguk lemah dan berjanji akan melakukannya dengan baik. Dallas memuji lukisannya saat itu dan membuat kepercayaannya bangkit lagi. Bahkan Efrain memiliki halaman web penjualannya tersendiri. Ada orang yang membeli lukisannya juga. Dan harganya tidak murah.
Pada usia yang begitu kuda, menghasilkan uang sendiri adalah sesuatu yang membanggakan. Namun di sisi lain, Chezy dan Dallas selalu memantau ketiganya untuk tidak dewasa sebelum waktunya. Dan biarkan mereka memiliki masa kanak-kanak yang menyenangkan.
......................
Pada hari H tiba, Efrain telah dan Chezy berkemas beberapa barang keperluan yang dibutuhkan. Mereka melakukan perjalanan ke Negara F pada sore hari.
Sayangnya saat Efrain mengikuti lomba melukis di Negara F, Dallas tidak ikut karena pada waktu itu, jadwal rapat tahunannya perusahaan begitu mendesak. Mau tidak mau, Chezy menemani Efrain ke Negara F. Tuan Alston juga ikut untuk menyemangati cucunya.
Egan yang menganggur akhirnya tinggal di rumah tua Alston. Belum lagi, Edrick pergi ke perusahaan bersama Dallas untuk melakukan pidato di hadapan semua orang yang hadir.
Hingga tak terasa, waktu berjalan begitu cepat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Di Negara F.
Efrain yang sedikit kelelahan membereskan semua alat-alat lukisnya. Dia baru saja menyelesaikan sebuah lukisan di kertas khusus yang cukup besar dan membutuhkan banyak waktu serta energi untuk melakukannya.
Belum lagi, beberapa peserta lomba menatapnya dengan keanehan, bingung bercampur kagum. Apakah hari ini mereka batu saja melihat hantu? Anak usia tujuh tahun mengikuti lomba melukis dunia yang diadakan di Negara F, sepertinya pelukis termuda berbakat tahun ini akan segera diganti?
"Bu, apakah lukisanku bagus?" tanya Efrain pada Chezy yang berdiri tak jauh darinya.
Anak itu berdiri di kursi untuk menyamai ketinggian orang dewasa dan mulai melukis satu jam yang lalu. Kini, tangannya pegal dan lukisannya telah selesai.
Chezy melihat lukisan yang tampak rumit dan terlihat elegan itu pun menganggukkan. "Bagus," jawabnya seraya tersenyum.
Efrain turun dari kursi sambil memegang wadah cat lukis yang baru saja digunakan. Panitia Lomba segera menilai langsung lukisan di tempat dan mau tak mau langsung kagum.
Efrain tidak mengerti bahasa Negara F dan Chezy yang membantunya menjawab.
"Aku ibunya. Ini memang dilukis oleh putraku," jawab Chezy dengan logat Negara F yang fasih.
Panitia Lomba sepertinya menyadari jika wanita cantik di samping anak itu terlihat berwajah Asia. "Ternyata seperti itu. Kalian bukan dari negara ini?"
"Kami dari Negara A."
Panitia Lomba mengerutkan kening. Orang-orang Negara A memiliki tubuh jangkung, hidung mancung dan sebagian dari mereka bermata biru. Tapi wanita di depannya ini ....
__ADS_1
Melihat keraguannya, Chezy tidak marah dan justru tersenyum. "Aku dari Negara K tapi suamiku berasal dari Negara A. Dan kami tinggal di sana," jelasnya meluruskan.
"Ternyata seperti itu. Kenalkan, namaku Lozkava, aku bertugas untuk menilai semua lukisan peserta lomba secara langsung." Lozkava memperkenalkan diri dengan sopan dan tidak ada tanda-tanda keberpihakan atau hal canggung lainnya.
"Namaku Chezy. Ini putra pertamaku, Efrain Alston." Chezy juga memperkenalkan diri.
"Alston?" gumam Lozkava sedikit familiar dengan nama ini namun dia tidak menanyakannya secara langsung.
Lozkava langsung menilai lukisan Efrain secara rahasia dan mengucapkan beberapa patah kata pada Chezy sebelum akhirnya menilai peserta yang lain.
Lomba melukis ini tidak mengundang banyak pihak besar atau media. Selain untuk membuat para peserta fokus pada lukisan, pihak lomba juga berharap talenta muda ditemukan untuk mewarisi generasi lama. Dari mana pun mereka, Negara F sangat menghargai bakat.
Sayangnya, pemenang lomba akan diumumkan seminggu yang akan datang karena peserta yang mengikuti lomba cukup banyak. Jadi pada hari berikutnya, Chezy dan Tuan Alston membawa Efrain kembali ke Negara A.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu di Negara K sendiri.
Seorang pria tua berpakaian formal menggebrak meja setelah melihat informasi salah satu pelukis yang mengikuti lomba. Dia masih tidak mempercayainya untuk sementara waktu dan terus memastikan dari kamera yang mengawasi peserta ujian sebelumnya.
Kali ini pria tua itu harus mempercayainya, mau atau tidak mau.
Lozkava yang sedang minum secangkir kopi pun tak bisa menahan diri untuk terkejut dan hampir tersedak.
__ADS_1
“Tuan Kutt, apa yang membuatmu begitu bersemangat?” tanyanya.