
Pada malam harinya, Chezy berdandan secantik mungkin. Marine membantunya memilih gaun yang tepat sesuai dengan selera Gaines. Malam ini, dia harus menghipnotis Gaines untuk mendapatkan informasi yang penting tentang sarang pembunuh berantai.
"Sayang, jika kamu butuh bantuan, telepon saja." Marine memperhatikan jika Chezy sudah berpenampilan sempurna, matanya penuh kepuasan.
Hadwin sudah rebahan di sofa dan sedang sibuk bermain game online. "Ramalanmu selalu tepat sasaran. Gaines sudah tidak sabar untuk memulai denganmu. Apakah dia akan memulai gerakan besar malam ini?"
"Kurasa tidak. Gaines hanya ingin mengujiku saja. Tidak apa-apa. Bersikap seperti biasanya sebagai wanita yang polos."
Marine menepuk pundak Chezy. "Baiklah, kamu berhati-hati malam ini."
"Ya."
Chezy segera meninggalkan ruang apartemen setelah mengambil tas bahunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat Chezy datang ke restoran yang telah disepakati, Gaines sudah menunggu di meja dekat jendela. Ada pemandangan indah di luar yang bisa diamati dari jendela sambil makan malam.
Malam ini Gaines terlihat memakai pakaian formal, menyapa Chezy dengan lembut.
"Mau pesan apa?" tanya pria itu.
"Apa saja. Aku tidak suka pilih-pilih makanan." Chezy menyimpan tasnya di samping.
Di saat keduanya mengobrol sambil memilih menu makanan yang ingin dipesan, seorang pria yang duduk tak jauh dari mereka diam-diam mengambil foto dengan kamera ponsel. Lalu diam-diam meninggalkan restoran seraya menuruni topinya.
Sementara itu, Chezy mendapatkan sebuah pesan rahasia dari Marine tentang seseorang yang mengambil fotonya diam-diam. Chezy tidak berkata apa-apa dan menghapus pesan tersebut tanpa meninggalkan jejak pemulihan.
"Apakah Dallas mengirim pesan padamu?" Gaines khawatir jika Chezy akan secara tidak sengaja memberi tahu Dallas tentang makan malam berdua.
"Bukan ini teman satu apartemen ku, Marine."
"Apakah dia wanita yang membelamu saat berada di jamuan makan malam keluarga bangsawan hari itu?"
__ADS_1
"Ya. Dia memiliki kenalan di negara ini."
Gaines mengangguk dan tidak mau mempermasalahkannya. Keduanya makan malam bersama sambil membahas beberapa hal kecil, kebiasaan di keluarga Alston serta tentang Sonya.
Awalnya pembicaraan itu berlangsung harmonis dan manis. Namun Gaines mulai mengambil langkah untuk membicarakan hubungannya dengan Dallas.
"Apakah kamu memiliki masalah dengan Dallas? Dia sepertinya sangat marah padamu," tanya Chezy.
Gaines memotong steak daging sapi nya. "Hanya masalah kecil. Dia dan Sonya merupakan kekasih masa kecil. Aku sudah menganggap Sonya sebagai adikku sendiri. Tapi ada kesalahan di tengah yang membuatku terjerat dengan Sonya."
"Lalu kenapa kamu tidak jujur pada Dallas. Dia pasti akan mengerti."
Tiba-tiba saja, Gaines berhenti menggerakkan tangannya memotong steak daging sapi. "Chezy, bisakah kamu melepaskan Dallas?"
"Apakah untuk Sonya?"
"Ya. Aku tidak tega melihatnya selalu bersedih dan jatuh sakit karena memikirkan hal ini." Gaines menatapnya.
Chezy menunduk. "Lalu bagaimana denganku? Aku dan Dallas memutuskan untuk menikah saat itu dan kami harmonis. Dia menjanjikan kehidupan yang layak untukmu selama aku di sisinya. Aku tidak mungkin ... berkhianat," jelasnya seraya tersenyum cukup aneh. Lalu meminum jus jeruk yang dipesannya. "Tidakkah kamu ingin bertanggung jawab pada Sonya?"
"Dia berkata bahwa selama ini dirinya dipaksa olehmu dan bukan keinginannya."
"Yah ... Masalah ini ..." Gaines diam-diam menahan amarah di hatinya. Lagi-lagi Sonya berkata omong kosong di depan Dallas. "Apakah Sonya mengatakan hal aneh sebelumnya?"
"Tidak."
Chezy menggelengkan kepala, menambah api untuk memberikan semua kesalahan pada pihak lain. Malam ini dia hanya ingin makan malam biasa. Setelah makan malam, dia memiliki cara untuk pergi lebih awal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pukul sepuluh malam, Dallas masih belum menerima pesan apapun dari Chezy. Wanita itu juga belum kembali ke apartemen. Apakah makan malam bersama Gaines begitu menyenangkan?
Dallas memiliki kecemburuan di hatinya yang tidak tahu sejak kapan mulai tumbuh. Dia baru saja pulang dari perusahaan dan sangat lelah. Ditambah perasaan kesal, suasana hatinya jelas tidak baik.
__ADS_1
"Apakah Tuan merindukan nyonya rumah?" Butler Sun datang sambil membawakan segelas air untuk tuannya.
"Tidak apa-apa. Hanya masalah perusahaan." Dallas meminum air itu dan segera naik ke lantai dua untuk berganti pakaian.
Tapi ekspresi Dallas tiba-tiba menjadi dingin saat melihat seseorang ada di kamarnya. Belum jelas siapa, tapi yang penting bukan Chezy. Dallas peka terhadap lingkungan sekitarnya. Dia tahu ada orang lain di kamar.
Saat membuka kamar, tidak ada siapapun yang terlihat. Namun ada aroma aneh di udara yang membuatnya sedikit bereaksi.
"Jangan bersembunyi! Tunjukkan dirimu!" Dallas memiliki nada yang dingin dan buruk hingga pihak lain yang bersembunyi di kamar mandi sedikit ketakutan.
Dallas masih tidak melihat adanya pergerakan. Tapi reaksi tubuhnya tidak normal sekarang. Ada aroma aneh yang membuat tubuhnya menegang saat ini. Dia dibius oleh obat lagi.
Di saat Dallas hendak keluar, seseorang muncul dari balik kamar mandi tanpa mengenakan sehelai pakaian. Untuk beberapa saat, Dallas yang pikirannya mulai tidak jernih, tertegun.
Itu seorang wanita! Namun yang jelas bukan Chezy. Perawakannya tidak seperti Chezy.
Dallas mencoba untuk menjernihkan penglihatannya. Namun wajahnya sedikit memerah saat ini setelah menghirup terlalu banyak aroma obat musim semi.
"Siapa kamu?" Dallas sedikit terhuyung, mencoba menemukan pintu keluar. Tapi wanita tanpa pakaian itu segera menghampiri dan memeluknya dari belakang dengan antusias.
"Dallas, ini aku ..."
Suara Sonya membuat Dallas sedikit linglung.
Dallas tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama dan membiarkan wanita itu memeluknya. Namun jelas urat biru di dahinya sedikit terlihat. Dia jelas marah.
"Dallas, aku sangat mencintaimu. Sangat mencintai mu. Tolong, jangan tinggalkan aku. Aku rela menjadi simpananmu. Aku sudah menunggu mu selama bertahun-tahun. Cintaku tulus padamu. Tidakkah kamu memiliki perasaan untukku?" Sonya yang bertingkah tak tahu malu sama sekali tidak memedulikan dirinya tanpa pakaian saat ini. Dia sangat menginginkan pria di depannya.
Dallas yang pikirannya sedang kacau saat ini sama sekali tidak memedulikan perkataan Sonya. Dia hanya ingin melepaskan wanita sialan ini dari tubuhnya.
"Lepas!" geramnya dengan nada dingin.
"Dallas! Lihatlah aku. Apakah aku tidak seksi? Tidak cantik? Bagian tubuh mana yang kamu suka? Sentuh saja. Aku akan melayanimu malam ini." Sonya tidak mau menyerah dan mencoba meraih tangan Dallas, memintanya menyentuh tubuhnya.
__ADS_1
Tapi wajah pria itu semakin tidak berperasaan. Hingga membuat Sonya sedikit kedinginan di punggung.
"Aku bilang lepas! Jangan sampai kamu menyesalinya." Dallas mencoba menahan diri untuk tidak membunuh wanita ini. Benar-benar berani menggunakan cara tercela ini untuk ditiduri olehnya.