Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Kunjungan Sonya


__ADS_3

Dallas melepaskan wanita itu dan mulai makan tanpa memakai baju. Dia tidak peduli. Tubuhnya masih sedikit berkeringat setelah aktivitas sebelumnya.


Sarapan pagi ini tidak terlalu banyak, relatif ringan hingga cita rasa juga sederhana. Tapi masih kategori makanan sehat. Keduanya tidak banyak makan.


Setelah sarapan, keduanya berciuman saat menuju tangga. Tidak ada pelayan yang berani mereka segera meninggalkan tempat itu dengan malu-malu.


"Apakah efek obatnya belum hilang?" tanya Chezy.


"Belum. Arran bilang obat ini cukup kuat," bisiknya disela-sela ciuman keduanya.


"Siapa Arran?"


"Dokter keluarga."


Tangan Dallas menyelinap ke punggung Chezy. Saat wanita itu memakai kemeja miliknya, ada sedikit rasa dominasi yang kuat. Kemejanya tampak kebesaran di tubuh Chezy tapi menambah keseksiannya.


Ada sedikit keributan di lantai depan. Dallas tidak mau memedulikannya dan membiarkan Butler Sun yang mengurus hal-hal kecil.


Tapi tampaknya keributan di luar sedikit mengganggu hingga Butler Sun berbicara dengan nada agak dingin.


"Tidak! Butler Sun, aku datang ke sini atas perintah bibi Letta hanya untuk mengantarkan makanan ini." Suara wanita di ambang pintu ruang utama sedikit menggema.


"Maaf, nona Sonya. Tuan sudah sarapan." Butler Sun masih tidak mau membiarkannya masuk tapi juga tak bisa berbuat banyak.


"Kalau begitu, biar aku melihat Dallas sebentar. Bibi memiliki beberapa patah kata untuknya."


Wanita yang masuk tak lain adalah Sonya, membawa kotak makanan yang khusus dibuat oleh Nyonya Alston.


Awalnya Sonya mengetahui jika Chezy pergi ke apartemennya kemarin untuk tinggal bersama dua temannya itu. Jadi Nyonya Alston memintanya untuk datang. Biarkan dia memiliki kesempatan berdua dengan Dallas.


Tapi siapa yang tahu saat masuk, Sonya melihat pemandangan yang membuat matanya sakit. Tangannya yang memegang kotak makanan sedikit mengencang. Ada kecemburuan di matanya yang segera disembunyikan.


"Dallas—" Sonya melihat pria itu menciumi seorang wanita yang tak lain adalah Chezy sendiri dengan begitu bergairah.


Belum lagi Chezy memakai kemeja pria dan celana hotpants. Dallas bertelanjang dada hingga otot-otot perutnya terlihat kencang. Keduanya sangat intim.

__ADS_1


Kenapa bisa begini?


Bukanlah wanita itu ada di apartemennya? Bagaimana bisa ada di rumah sekarang?


Mendengar suara Sonya, pasangan itu menoleh. Chezy mengerutkan kening. Sonya datang sambil membawa makanan.


Nyonya Alston masih belum menyerah.


Chezy sengaja mengaitkan tangannya di leher Dallas demi menggodanya.


"Oh, kenapa Nona Sonya datang sepagi ini? Apakah ada hal yang penting untuk disampaikan pada Dallas?" tanyanya main-main lalu menatap Dallas dengan ekspresi tidak senang. "Aku baru saja pergi kemarin tapi kamu sudah menarik banyak kupu-kupu di luar?" godanya.


Tangan Dallas di pinggang Chezy sedikit mengencang. "Tentu saja tidak. Ini pasti ulah ibu yang tidak memiliki banyak kerjaan. Aku akan membiarkan kakek membuat ibu sibuk nanti," jawabnya.


Pria itu menatap Sonya seolah-olah baru saj mengganggu kesenangannya. "Kenapa kamu datang ke sini?"


Sonya mencoba menahan diri untuk tidak menunjukkan ekspresi kekejamannya. Dia tersenyum kaku. "Bibi memintaku untuk mengantarkan makanan kesukaanmu."


"Aku sudah sarapan dengan istriku," kata Dallas. Ekspresinya menjadi lebih gelap. "Berikan saja pada Butler Sun dan pergilah. Aku tidak suka wanita lain menginjak rumahku."


"Kenapa kamu begitu membenciku. Kamu dulu tidak seperti ini. Bukankah kamu berjanji akan menikahiku? Lalu kenapa kamu berubah sekarang?" Suara Sonya sedikit serak. Akhirnya menangis juga.


Butler Sun mendengar suara benda jatuh itu segera menghampiri ketiganya dan bingung harus berkata apa.


"Ini, Tuan ..." Butler Sun melihat Dallas, menunggu instruksi.


Makanan berceceran di lantai dan Sonya tidak tahu harus berbuat apa. Dia hanya mundur selangkah dan mencoba untuk tidak terisak di sana.


Sayangnya Dallas tidak mau repot-repot mengurus wanita itu dan mendengkus.


"Kamu yang memulai ini lebih dulu di belakangku. Jangan buang-buang air mata yang tidak berguna!" Dallas tidak lembut sama sekali, sesuai dengan reputasinya.


Chezy yang dipeluk dipinggangnya oleh pria itu tidak berkata lebih banyak. Dia tidak mau repot-repot berakting dengan Sonya untuk menunjukkan kasih sayang.


Dallas meminta Chezy untuk mengambil smartphone nya yang ada di kamar.

__ADS_1


Sepertinya pria itu ingin menghubungi seseorang. Chezy akhirnya pergi mengambil ponselnya.


Tak lama, Dallas menghubungi Gaines dengan sedikit cibiran. Saat panggilan terhubung, Dallas tidak memberikannya kesempatan pada Gaines untuk bertanya masalahnya.


"Datanglah dan jemput wanitamu di rumahku. Jangan biarkan dia menyia-nyiakan kerja kerasnya menumpahkan air mata!" Setelah itu dia mengakhiri panggilan.


Sonya tak menduga jika Dallas akan menghubungi Gaines untuk menjemputnya. Wajahnya bahkan lebih pucat.


"Dallas, apakah kamu tahu sesuatu tentang hubunganku dengan Gaines?" tanyanya memastikan.


Mengingat kejadian tahun di mana Sonya dan kakaknya berada di ranjang yang sama sambil bercumbu, Dallas bahkan lebih membenci lagi.


"Senang rasanya bisa menebak. Karena kamu telah memulainya sejak lama, jangan menjual diri di depanku."


Akhirnya Sonya tak bisa menahan diri untuk terhuyung ke belakang. Sebenarnya Dallas tahu hubungannya dengan Gaines. Tidak heran sikapnya berubah semenjak dia lebih sering menghabiskan waktu bersama Gaines. Mungkin Dallas melihatnya waktu itu.


"Apakah kamu sengaja menikahi wanita itu hanya karena aku bersama Gaines? Kamu mencoba membalas dendam bukan? Kamu hanya balas dendam padaku. Kamu sebenarnya mencintai ku, Dallas. Oleh sebab itu kamu melakukan ini padaku." Sonya sedikit berteriak.


"Kamu salah!" Dallas merangkul Chezy. "Aku menikahi Chezy agar keluarga Alston tidak memaksaku untuk menikahimu."


"Tidak, ini tidak mungkin!" Sonya menggelengkan kepala, merasa pusing. Semua kata-kata Dallas terngiang di pikirannya saat ini. Sangat kacau.


"Kamu pasti berbohong padaku! Dallas, percayalah padaku. Gaines memaksaku untuk melakukan ini semua. Semua ini bukan keinginanku. Aku juga terpaksa! Keluarga Marweth memaksaku untuk melakukan ini." Sonya hanya suka Dallas lebih muda dan tampan daripada Gaines yang dewasa dan bergairah.


Dia tidak mau Dallas mengabaikannya tapi juga tidak ingin Gaines mencampakkannya. Dia bermain di dua sisi. Jika bukan karena keluarga Marweth memaksanya, bisakah dia menjadi seperti sekarang?


"Aku tidak peduli dengan semua alasanmu. Di mataku, kamu hanya wanita serakah yang berpikir semua pria akan berlutut di bawah rokmu. Tapi aku, Dallas Alston, tidak akan melakukan hal rendahan seperti itu." Dallas melirik Butler Sun yang diam seperti patung sejak awal. "Usir dia dari ruangan ini. Kakakku akan menjemputnya tak lama lagi."


Butler Sun terkesiap dan mengangguk pada Dallas. Lalu dia menghampiri Sonya dengan ekspresi minta maaf. "Nona Sonya, silakan keluar," pintanya masih sopan.


Sonya tidak mau keluar dan ingin mengucapkan beberapa patah kata lagi. Tapi semua yang ingin dia ucapkan tertahan di tenggorokannya ketika melihat keberadaan Gaines.


Setiap pria itu menatapnya, Sonya merasa tidak nyaman.


"Dallas, haruskah kamu melakukan hal ini ada Sonya demi wanita itu?"

__ADS_1


__ADS_2