
Waktu telah berlalu. Keluarga Alston akan berkumpul setiap setahun sekali di akhir tahun untuk merayakan natal dan tahun baru. Chezy dan Dallas sudah bosan dengan tahun baru dan membiarkan anak-anak menikmati masa muda.
Bahkan si kembar tiga sesekali akan membawa pacarnya ke rumah untuk diperkenalkan pada Chezy dan Dallas. Dan ketiganya memiliki prinsip tersendiri. Kecuali Diana yang saat ini berpacaran dengan Alex, anak dari Kallen Parker.
Dallas sedikit tidak senang dengan Alex hanya karena keturunan pria itu. Tapi Chezy tidak mempermasalahkannya.
Alex memperlakukan Diana dengan baik meski usianya sedikit lebih muda darinya. Lagi pula, keduanya jatuh cinta, tidak ada salahnya untuk mencoba.
Chezy dan Dallas telah menikah selama bertahun-tahun dan keduanya selalu lengket seperti lem. Pada suatu hari, keduanya meninggalkan sepucuk surat untuk anak-anaknya dan pergi tanpa pamit.
Keduanya pergi ke pemakaman umum di mana tempat peristirahatan terakhir Kakek Alston dan Gaines berada. Foto keduanya tertempel di batu nisan dan setiap hari selalu dibersihkan oleh orang yang ditugaskan.
Dallas adalah orang yang sedikit mengenang masa lalu bersama mereka. Dia berjongkok di samping makam kakaknya.
"Kakak, sudah tidak terasa, dua puluh enam tahun telah berlalu ...," katanya. "Apakah kamu melihat kami dari alam sana?" tanyanya sedikit tidak percaya dengan keberadaan dunia bawah.
Gaines merupakan sosok kakak yang baik di matanya. Jika pria itu tidak berkhianat pada keluarga dan mati di tangannya sendiri karena rencana yang sempurna, mungkin sekarang anak-anak akan tumbuh dewasa. Anak-anaknya sendiri bisa memiliki sepupu dan paman.
Bahkan jika Sonya hidup bersama kakaknya, seandainya itu terjadi, anak-anak bisa tumbuh bersama. Dia tidak akan membalas dendam masa lalu atau pengkhianatan keduanya terhadap keluarga.
Sayangnya Gaines memilih untuk meninggalkan dunia ini dan membuat keluarga Alston tetap aman tanpa perlu meninggalkan noda.
Chezy menepuk punggungnya. "Dia pasti melihat kita dari alam sana."
Dallas terkekeh. "Kuharap kakek juga sama."
Kakeknya panjang umur dan sanggup hidup sampai melihat cicitnya. Ini benar-benar berkah bagi pria tua itu sebelum kematiannya.
Tak lama, mereka juga melihat sosok Kallen yang datang dengan membawa setangkai bunga. Ketiganya saling berpapasan dan Dallas tidak terlalu membenci pria ini sekarang.
"Tuan Parker sering berkunjung ke sini," kata Dallas datar. Dia tahu dari bawahannya jika Kallen sering datang ke makam kakaknya setiap seminggu sekali untuk meletakkan setangkai bunga mawar putih.
__ADS_1
Kallen tersenyum ramah pada mereka. "Ya, bagaimana pun juga, kakakmu adalah temanku di masa lalu," timpalnya. "Dia sangat suka bunga mawar putih ...."
Ketiganya telah menjadi orang tua dan saling memahami satu sama lain. Kallen meletakkan bunga mawar putih itu di dekat foto Gaines.
"Omong-omong, putraku telah merampok putrimu, aku harap kamu tidak keberatan," ujar Kallen.
Dallas mendengkus, "Kuharap putramu menjanjikan dan menjaga putriku dengan baik. Jika dia tidak sanggup, kembalikan dengan utuh ke keluarga Alston."
"Jangan khawatir, putraku secara alami menjanjikan. Meski aku menyesal tidak bisa mendapatkan istrimu di masa lalu, setidaknya putraku bisa mendapatkan putrimu," katanya langsung terkekeh.
"..." Dallas benar-benar ingin memukulnya.
Ketiganya berjalan bersama keluar dari pemakaman umum dan berpisah setelah mengucapkan beberapa kata.
Saat perjalanan menuju bandara, Chezy sedikit khawatir dengan anak-anak di rumah. "Apakah tidak apa-apa kita pergi seperti ini?" tanyanya.
"Jangan khawatir, mereka sudah dewasa dan kita hanya menjadi pajangan di rumah. Lebih baik keliling dunia. Bukankah kamu bilang ingin melihat berbagai keindahan di setiap negara?" Dallas menatapnya sebentar dan ada banyak banyak cinta di matanya.
Keduanya kini hanya ingin menghabiskan masa tua bersama. Suasana di dalam mobil sangat harmonis hingga mantan Asisten Jill yang mengantar mereka untuk terakhir kalinya merasa masam.
Bos dan Nyonya benar-benar pasangan yang sempurna, batinnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu di rumah Alston. Diana yang baru saja kembali dari kampus sore hari, berteriak kesal dan marah. Dia membaca sepucuk surat yang ditinggalkan oleh ayah dan ibunya, hatinya penuh api.
"Aku sudah memiliki firasat buruk, kenapa ayah dan ibu memperlakukanku sangat baik selama beberapa hari terakhir ini. Ternyata keduanya melarikan diri!" pekiknya.
Diana langsung menghubungi kakak ketiganya untuk mengadu dan menceritakan semuanya. Edrick segera pulang ke rumah untuk memastikan sendiri. Sementara Egan berada di pangkalan militer dan sibuk saat ini sedangkan Efrain jauh di Negara K. Jadi satu-satunya yang bisa Diana hubungi hanyalah Edrick.
"Kakak Ketiga, apakah surat ini asli?" tanyanya penuh keluhan.
__ADS_1
Edrick membaca surat itu dan ada tanda tangan ayahnya juga. Ini tidak bisa palsu.
"Ya, ini asli ...," jawabnya.
Ayah dan ibu pergi ke luar negeri untuk menghabiskan masa tua dan Edrick tidak banyak berkomentar. Hanya saja, urusan di rumah dan perusahaan akan sepenuhnya dibebankan padanya.
Untungnya masih ada kakek—Tuan Alston dan neneknya juga—Nyonya Alston. Meski orang tuanya pergi jalan-jalan, masih ada tetua di rumah.
Dalam surat itu tertulis:
..."Ayah dan ibumu akan berkeliling dunia dan pulang setiap tahun baru atau acara penting keluarga. Kalian sudah dewasa dan bisa menjaga diri. Jaga kakek dan nenek kalian dan ingatlah untuk tidak melupakan ajaran keluarga Alston. Jika terjadi sesuatu, hubungi mantan Asisten Jill, keluarga Parker atau keluarga Edelmar di Negara K. ...
...Tertanda, Dallas dan Chezy....
Edrick mengerutkan kening dan melipat surat itu kembali. Dia melihat adik perempuannya yang terlihat kesal dan mengoceh sepanjang sore ini. Kedua saudara kembarnya sudah mandiri tapi adiknya ini masih harus dididik.
......................
Sementara itu di salah satu negara saat ini ....
Chezy dan Dallas duduk di salah satu bangku panjang sambil menikmati keindahan matahari terbenam. Wanita itu bersandar padanya dan Dallas merangkul pundaknya dengan penuh kasih sayang.
Dallas mencium keningnya. Ada senyum bahagia di wajah keduanya. Perlahan-lahan menjadi lebih hangat seiring langit jingga yang ditelan oleh gelapnya malam berbintang.
Selamanya bahagia dan tak pernah terpisahkan kecuali waktu yang terus berjalan.
...TAMAT....
...****************...
NB: Author ucapkan terima kasih untuk semua pembaca yang telah menamatkan bacaan novel ini dari awal hingga akhir. Author mempublikasikan novel ini pada tanggal 13 Februari 2022 dan telah selesai pada tanggal 07 April 2022. Author tidak pandai membuat cerita drama rumah tangga atau konflik berat untuk saat ini. Tapi Author tetap puas dengan setengah juta popularitas yang didapat selama novel berlangsung hingga hari ini. Sampai jumpa di novel berikutnya.
__ADS_1