Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Ledakan Beracun


__ADS_3

Di Negara A saat ini.


Chezy yang mendatangi bar bawah tanah sesuai dengan permintaan Drake justru disambut oleh beberapa tembakan. Tapi wanita itu bisa menghindar dengan mulus meski pun wajahnya sedikit tergores oleh peluru.


Tanpa diduga, Drake memiliki banyak anak buah saat ini yang telah mengepungnya. Namun Chezy sama sekali tidak takut.


"Di mana mereka?" tanyanya.


Drake yang baru saja selesai merokok tersenyum sinis. "Tanpa diduga, kamu sangat lihai. Aku benar-benar tertipu oleh penampilanmu sejak awal. Jangan khawatir, kamu datang tepat waktu, tentu saja mereka aman," jawabnya.


Drake meminta Chezy untuk mengikutinya jika ingin melihat Marine dan Hadwin.


Tanpa melawan sedikit pun, Chezy mengikutinya ke sebuah ruangan remang-remang di mana meja judi berada. Di sana, Marine dan Hadwin diikat bersama dengan beberapa luka di tubuhnya. Tapi hanya luka fisik ringan.


Meski begitu, Chezy sepertinya sudah menebak jika keduanya sempat bertarung dengan anak buah Drake.


"Kenapa kamu ke sini? Mereka hanya menjebakmu," kata Marine lemah.


"Bukan masalah," kata Chezy tidak terpengaruh. Sebagai agen rahasia, dia harus tetap tenang dalam situasi apapun.


Drake tidak memedulikan keduanya dan meminta anak buahnya untuk menangkap Chezy.


Namun Chezy melawan mereka dan memberikan beberapa tembakan di dada dan kepala. Termasuk pada Drake yang sedang duduk santai.


"Tidak berguna!" Drake terpaksa melepaskan tembakan ke arah Chezy tapi tanpa diduga, lengan kanannya justru tertembak.


Marine dan Hadwin ternyata sudah melepaskan diri dari ikatan sejak lama dan hanya menunggu waktu yang tepat. Saat Drake hendak menembak Chezy, Marine sudah menembak lengannya lebih dulu untuk mengulur waktu.

__ADS_1


Drake melihat mereka bebas, merasa sangat marah di hatinya. Bukankah ikatannya sangat kencang dan tidak mungkin untuk dilepas? Bagaimana bisa membebaskan diri?


"Bagaimana ini bisa terjadi? Cepat bunuh mereka!" Drake memiliki firasat buruk saat ini. Dia berencana untuk pergi lagi.


Chezy yang menendang kursi dan bersembunyi di balik meja seraya mengisi pistolnya dengan peluru beracun. Dia hanya memiliki satu kesempatan untuk membunuh mereka dalam satu kali tembakan.


"Jangan gila!" gumam Marine saat tahu apa yang ingin dilakukan Chezy.


Chezy fokus pada dirinya sendiri saat ini dan langsung menghadapi mereka dengan beberapa kemampuan seni bela diri.


"Drake, lebih baik kamu menyerah. Rogers sudah ditangkap!" Chezy masih ingin mengenali situasi sekitar.


"Tidak mungkin! Bagaimana bisa bos ditangkap begitu mudah?!"


"Tentu saja oleh musuh lamanya."


"Oh, lupa memberi tahumu juga. Orang yang membunuh Danius adakah aku, bukan Tamu Malam," kata Chezy lagi seraya tersenyum.


"Kamu—" Drake tidak menduga jika Chezy bisa membunuh Danius, pembunuh bayaran peringkat sepuluh dalam daftar. "Kalau begitu kamu tidak bisa hidup!"


Drake sedikit panik. Dia hanya ingin segera menuntaskan ketiganya sebelum melarikan diri. Tapi Marine dan Hadwin juga terlatih. Beberapa anak buahnya mulai dilumpuhkan dengan mudah.


Lalu Chezy mengeluarkan sebuah granat dan melemparkannya ke dekat pintu. Dia sengaja tidak membuka kunci granat karena memiliki rencana sendiri.


Tapi Hadwin dan Marine sudah mengerti jika Chezy ingin meledakkan tempat tersebut dan membiarkan Drake serta anak buahnya keracunan.


Chezy segera mengeluarkan tiga jarum suntik yang telah berisi cairan tertentu. Dia menyuntikkan satu pada dirinya sendiri dan melemparkan sisanya ke dua rekannya.

__ADS_1


"Cepat!" katanya.


Setelah itu, Chezy sengaja bertarung dengan Drake lagi selama beberapa waktu. Setelah Marine dan Hadwin menyuntikkan cairan itu, Chezy tersenyum aneh pada Drake.


Pupil Drake menyusut sedikit dan firasat buruk lebih kuat lagi. "Apa yang akan kamu lakukan?! Aku tidak akan membiarkanmu berhasil!"


Drake segera menembakkan peluru terakhir ke arah Chezy. Meski tidak mengenai dada karena meleset, setidaknya melukai bahu kiri wanita itu. Tapi pada saat itu juga, Chezy sudah melepaskan peluru beracun ke arah granat.


Wanita itu terhuyung dengan kesadaran lemah sebelum mencari tempat yang cukup aman saat ledakan besar terjadi.


Ledakan besar itu membuat Drake terkejut dan tidak sempat bereaksi. Dia terempas ke sisi lain dan terkena ledakan. Napasnya sesak dan sepertinya ada sesuatu yang membuatnya sulit untuk mengambil napas. Pada akhirnya, dia terkubur dalam ledakan.


Di saat yang bersamaan juga, pasukan khusus anti teror tiba ketika ledakan mereda. Mereka memasuki bar bawah tanah dengan senjata lengkap dan masker oksigen khusus.


"Cari, temukan korban selamat! Segera!" Suara tegas dan kuat itu menggema.


Chezy yang berada di belakang meja bar memuntahkan darah dan samar-samar bisa melihat mereka. Perutnya semakin tidak nyaman. Tepat saat beberapa prajurit menemukan keberadaannya, dia tidak sadarkan diri tak jauh dari keberadaan Marine dan Hadwin.


"Mereka ditemukan! Kondisi kritis! Butuh pertolongan segera!"


"Awas! Racun di udara sangat berbahaya. Amankan lokasi!"


"Lapor Kapten! Semua tersangka sudah tewas karena keracunan berat!"


Tim pasukan khusus anti teror mulai sibuk. Miley datang terlambat dan dia sudah memakai masker oksigen khusus.


"Bagaimana kondisi ketiganya?" tanyanya saat melihat Chezy, Marine dan Hadwin dibawa untuk dibawa ke rumah sakit.

__ADS_1


"Satu kritis dan kedua lainnya mengalami luka ringan."


__ADS_2