Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Berniat Pergi


__ADS_3

Dallas tidak menjawab untuk sementara waktu. Setelah menatap Chezy dari atas hingga bawah, dia membuang muka. Wanita ini sama sekali tidak memiliki nilai yang layak untuk datang ke acara tersebut. Yang ada akan mempermalukan dirinya sendiri.


"Lebih baik tidak pergi. Memalukan saja."


"Apa maksudmu dengan menatapku seperti itu?" tanya Chezy agak tersinggung.


"Kamu tidak layak. Jika kamu memiliki etiket bangsawan, itu masih bisa pergi. Acara makan malam bangsawan bukan hanya sekadar makan, tapi menunjukkan bakat." Dallas mencibir. Suaranya agak serak tapi hatinya penuh kekesalan.


"Hanya karena ini?" Chezy terkejut. Dia tidak tahu bahwa acara makan malam seperti itu akan membuat pertunjukan.


"Tentu saja. Memangnya apa lagi?" Dallas tidak menunjukkan sikap lain selain datar dan dingin seperti biasanya.


"Kupikir karena aku hanya istri kontrakmu yang tidak memiliki status, kamu berpikir aku tidak layak untuk naik panggung."


"Ini sangat benar."


Tinggal satu rumah dengan pria ini, Chezy merasa akan meledak kapan saja.


Tapi Dallas ini pasti bukan manusia. Dia yakin pasti bukan manusia, hanya alien!


"Jika aku mampu melawan balik dan menampar wajah mereka, apa yang akan kamu lakukan?" Chezy acuh tak acuh padanya.


"Kamu mau apa?" Dallas tidak memiliki pikiran lain saat ini. Dia hanya tidak suka menghadiri acara makan malam bangsawan seperti itu.


"Aku ingin tinggal di apartemenku selama sebulan!" Chezy berkata dengan percaya diri. "Sebulan penuh!" imbuhnya.


"Tidak masalah."


Dallas masih berkata dengan acuh tak acuh. Dia tidak percaya wanita di depannya ini akan membuat pergerakan besar di acara makan malam keluarga bangsawan.


"Selama kamu membuatku puas di sana, sebulan bukan masalah." Dallas berkata lagi.


"Okay! Ini kesempatan! Jangan menyesalinya!"


Chezy menggertakkan gigi. Dia segera keluar kamar dan lupa bahwa Dallas sedang demam saat ini. Pria itu juga tidak berkata lebih banyak.


Setelah Chezy keluar dan menutup pintu, Dallas mengecek beberapa pesan yang ditinggalkan oleh Miley. Wajahnya menjadi lebih dingin saat berpikir tentang pria itu semalam.

__ADS_1


Mengetahui jika Dallas sedang demam saat ini, Miley tidak berani memprovokasinya. Dia memilih untuk membiarkan Dallas tenang lebih dulu tapi tidak bisa melupakan uang yang hilang.


Satu juta dollar nya hilang!


Dallas belum tahu tentang hal ini. Secara alami dia memulihkan diri di kamar.


Hingga keesokan harinya, Chezy memeriksa suhu tubuh pria itu. Untungnya sudah kembali normal. Dia menghela napas.


Chezy pergi bekerja ke toko bunga dan Dallas sibuk dengan urusan perusahaan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di kantor perusahaan Alston Group.


Dallas memeriksa beberapa dokumen dan menandatanginya. Suasana di kantor tampak tenang hingga harum jam dinding bisa terdengar. Asisten Jill berada di luar kantor, menunggu dengan setia.


Hingga saat Miley datang dengan ekspresi kusut, Asisten Jill mengerutkan kening.


"Tuan Wiz." Asisten Jill menyapa dengan sikap sopan.


"Di mana bos mu?" tanya Miley agak cemas.


"Bisakah kamu beri tahu dia aku datang untuk bicara penting saat ini? Sekarang!"


Asisten Jill tidak berani menunda. Dia pergi mengetuk pintu kantor Dallas dan masuk setelah mendapat izin. Tapi siapa yang tahu, Miley menyerobot dan berteriak pada Dallas tanpa rasa sopan santun sama sekali.


"Dallas! Istrimu sungguh pecinta uang. Beraninya dia memeras satu juta dollar ku!" Miley melihat Dallas sedang sibuk di kursinya.


Di seberang, Dallas menghentikan goresan pulpen dan menatap Miley seraya menaikkan sebelah alisnya. Memeras satu juta dollar?


Chezy memeras uang pria itu?


Dallas tidak tahu tentang ini dan Chezy tidak berkata banyak kemarin.


"Jadi?" Dia sama sekali tidak terkejut, justru bertanya dengan datar.


"Dallas, apakah kamu normal? Istrimu gila uang. Kembalikan uangku!"

__ADS_1


"Apakah kamu tahu di mana kesalahan dirimu sendiri?" Dallas bertanya balik.


Miley tidak ingin mengingat kejadian malam itu. Tapi yang jelas Dallas sudah tahu.


"Hah?" Dallas tidak takut pada pria di depannya.


Jika bukan karena kontrak kerja sama di bidang yang saling menguntungkan, dia sudah lama memalingkan wajahnya.


"Itu ... Dia sengaja menjebakku!" Miley mencari alasan.


Dallas menatap tajam. Miley seperti jatuh ke dalam gudang es, punggungnya berkeringat dingin dan wajahnya agak panas.


"Miley, aku berkata sebelumnya, hanya menguji dia, bukan untuk menyentuhnya! Apakah kamu menempati janjimu?" Dallas tidak suka basa-basi, waktunya berharga saat ini.


Karena kedatangan Miley, pekerjaannya tertunda lagi. Waktu makan siang bahkan sudah terlewat.


Asisten Jill tahu jika Dallas belum makan apapun sejak jam istirahat tiba. Bosnya masih sibuk dengan pekerjaan.


Miley tidak menjawab. Dia duduk di sofa dan ingin minum sesuatu. Tapi tak ada secangkir kopi pun yang disajikan. Dia melihat Asisten Jill yang berdiri di dekat pintu, ekspresinya bahkan lebih kesal.


"Kamu adalah asisten. Tidak bisakah kamu menyediakan secangkir kopi untukku? Pelayan di perusahaan ini begitu buruk?"


Kata-katanya penuh dengan nada mencela. Tapi hatinya sedikit jernih, dia sama sekali tidak marah pada Asisten Jill melainkan pada Dallas.


Asisten Jill tersenyum sopan. "Maaf, tuan Wiz. Tugasku adalah mendengarkan perintah bos."


"..." Miley ingin muntah darah. Bisakah?


Asisten Dallas yang satu ini ternyata sangat cakap. Tak heran Dallas tidak pernah mau bertukar asisten dengannya. Huh! Dengan adanya Asisten Jill, semuanya siap kapan saja.


"Aku haus!" Miley memang haus. Dia menaiki lift saat datang ke sini dan belum minum dengan baik setelah makan siang.


"Kalau begitu, aku akan membuatkan secangkir kopi untuk tuan Wiz." Asisten Jill tersenyum dan pergi ke dapur kecil yang ada di kantor Dallas.


Miley merasa dirinya akan gila siang ini.


Bukankah tadi bilang hanya mematuhi perkataan Dallas saja?

__ADS_1


Lalu kenapa sekarang begitu baik hati membuatkan secangkir kopi?


__ADS_2