
Negara K.
Cade yang baru saja keluar dari laboratorium mendapatkan kabar jika pembunuh berantai di Negara A mulai ditangani. Rogers ditangkap tapi anak buahnya masih merajalela.
Bantuan organisasi agen rahasia baru saja mendapatkan izin beroperasi di Negara A dan akan melakukan pemberangkatan malam ini.
Ketika Cade pulang ke rumah, Kakek Edelmar sudah menunggu di sana. Ada juga ayah dan ibunya yang mengkhawatirkan kondisi Chezy.
"Kakek, apakah terjadi sesuatu pada adikku?" tanyanya.
"Duduklah dulu." Kakek Edelmar memiliki beberapa informasi yang harus diberitahukan pada mereka semua.
Cade duduk tak jauh dari ayah dan ibunya.
Kakek Edelmar membasahi tenggorokannya dengan secangkir teh lebih dulu tapi hatinya masih khawatir.
"Adikmu masih baik-baik saja untuk saat ini. Tapi tidak tahu ke depannya. Kakek baru saja mendapatkan kabar dari Jack di Negara A jika kondisi tubuh Chezy sedikit salah, tapi tidak dalam masalah. Hanya saja kedua rekannya disandera dan dia pergi untuk memenuhi janji," jelasnya. "Tapi ada poin lain yang belum kuberitahukan pada kalian ... Chezy sudah menikah," imbuhnya.
"Apa??!" Ayah, Ibu dan anak sama-sama terkejut saat mendengar perkataan Kakek Edelmar.
Cade adalah orang pertama ayang bereaksi. "Apakah ini nyata?" tanyanya memastikan.
Namun Nyonya Edelmar tampaknya kurang puas. "Ayah, jangan bercanda dengan masalah ini. Bagaimana mungkin putriku menikah di saat dia tidak mau menikah? Mungkinkah dia dipaksa?"
Tuan Edelmar menenangkan istrinya. "Hei, tenanglah."
__ADS_1
"Bagaimana bisa aku tenang? Aku tahu, aku bukan ibu yang baik karena tidak merawat kedua anakku sejak lahir setiap hari. Tapi aku ibu Chezy juga. Aku ingin yang terbaik untuknya!" Nyonya Edelmar tidak bisa dibujuk.
"Ini bukan paksaan, semacam pernikahan kontrak. Dan kalian bisa tenang. Pria yang menikahi cucuku adalah cucu Jack Alston."
"Yang mana?" Tuan Alston mengerutkan kening. "Mungkinkah Dallas, cucu bungsunya yang Ayah maksud?"
"Ya, pria itu."
"..." Ayah, Ibu dan anak terdiam. Sebenarnya Chezy masih bersama pria yang dijodohkan waktu itu.
Chezy sebelumnya menolak karena tidak mau menikahi pria yang tidak dikenali. Siapa yang tahu, saat datang ke sana malah sudah menikah lebih dulu. Tapi masih pernikahan kontrak.
"Kenapa keduanya menikah kontrak? Apakah masih berhubungan dengan tunangan Dallas itu?" Nyonya Edelmar tidak sekesal tadi tapi dia tidak mau putrinya menjadi umpan meriam (batu loncatan).
Tapi Kakek Edelmar dan Kakek Alston tidak mau hubungan keduanya berakhir. Ini sangat disayangkan. Dallas jatuh cinta pada cucunya saat ini tapi cucu perempuannya ini mungkin sangat mementingkan pekerjaan rahasianya dan tidak memiliki waktu untuk jatuh cinta.
Nyonya Edelmar ingin berkata sesuatu tapi dihentikan oleh suaminya.
"Kalau begitu ... mari bicarakan ini setelah misi Chezy berakhir," katanya membuat keputusan.
Kakek Edelmar juga berpikir begitu. "Ya, ini benar. Minta pendapat putrimu dulu. Jika dia tidak mau, jangan memaksanya."
Kemudian Kakek Edelmar menatap Cade yang berekspresi tidak suka saat ini. Dia memelototinya sebentar. "Jangan macam-macam saat ini. Jaga tangan dan pikiranmu!"
Cade mendengkus. "Apa salahnya jika aku membuat eskperimen pada tubuh baji*gan itu?" gumamnya. Dia tidak percaya jika Dallas Alston yang kakeknya maksud adalah jenis pria terhormat.
__ADS_1
"Aku memanggilmu ke sini untuk segera pergi ke Negara K dan jemput adikmu setelah misinya selesai. Baik itu mayat atau hidup, bawa pulang!" Kakek Edelmar sedikit sesak saat memikirkan kemungkinan lain jika cucunya gagal dalam misi.
"Ayah, aku juga ingin pergi! Biarkan aku pergi juga!" Nyonya Edelmar juga ingin tahu seperti apa itu Dallas Alston.
"Baiklah, terserah. Kalian berdua bisa pergi dan ingat, jangan sombong atau berkata apa-apa. Urusan pernikahan bisa dibahas setelah situasi nya kembali normal." Kakek Edelmar tidak peduli. Sebagia ibunya Chezy, biarkan menantunya itu pergi juga.
Kakek Edelmar hanya menahan putranya saat ini untuk mengurus hal-hal penting lainnya.
Cade dan Nyonya Edelmar segera berkemas dan pergi ke bandara diam-diam. Karena keduanya adalah tokoh penting, pengawalan masih diperlukan.
......................
Setibanya di bandara, Nyonya Edelmar mengeluarkan cermin lipat dan melihat wajah cantiknya yang terawat.
"Katakan pada Ibu, apakah ada yang kurang dari riasan di wajah Ibu?" tanyanya pada Cade.
Sudut mulut Cade berkedut dan memutar bola matanya diam-diam. "Tidak, Ibu sudah cantik. Hanya lipstik yang ketebalan."
"Kamu tahu apa?!" Nyonya Edelmar memelototinya. "Ini disebut gaya seorang nyonya bangsawan."
"Bu, jangan lupa. Ibu ini dokter kemiliteran bukan Miss Negara K." Cade mulai sakit kepala saat mengetahui ibunya mulai menyalahkannya lagi.
"Tahu, tahu ..." Nyonya Edelmar tidak peduli lagi dengan putranya. "Kenapa kamu terlahir sebagai seorang putra?" gumamnya.
"..." Kalau begitu tidak perlu bertanya sejak awal. Sia-sia bertanya pada putramu tentang berdandan, batin Cade.
__ADS_1