
Selama sebulan terakhir, Chezy melakukan perawatan rutin ke rumah sakit untuk memeriksa cedera di kakinya. Kallen hanya mengalami luka kecil dan sudah kembali bekerja seminggu setelah dirawat. Sesekali akan mengunjungi Chezy.
Tapi setiap kali mengunjungi Chezy, Dallas akan menatapnya tidak senang. Kecemburuannya juga jelas. Tapi Kallen tidak memedulikannya.
Akhirnya setelah kakinya sembuh, wanita itu bisa melompat dan menendang. Membuat Dallas tidak ingin membiarkannya bekerja di toko bunga lagi.
Tapi semuanya lagi-lagi berdasarkan misi rahasia yang harus dijalankan. Dallas yang bisanya mendominasi kini longgar padanya.
"Kamu tidak pernah memakai uangku untuk belanja keperluan?" tanya Dallas saat melihat jika kartu hitam yang diberikannya pada Chezy tidak ada yang kurang satu dolar pun.
Chezy yang sedang berlatih tinju di ruang lantai tiga pun mengerutkan kening. Dia masih mengenakan sarung tinju.
"Tidak. Aku punya uang. Kenapa aku harus menggunakan uangmu?"
"Aku suamimu. Tentu saja menafkahi istrinya."
"Aku jarang belanja. Semua belanjaan menggunakan uang organisasi."
"Hidupmu sangat nyaman. Pergi dan bersihkan dirimu. Kita akan pergi nonton film hari ini," kata pria itu.
"Kamu mengajakku kencan?" Chezy menatapnya curiga.
Dallas tidak mau mengakuinya tapi pada akhirnya masih berkata, "Benar. Untuk menjalin hubungan yang serius dari awal, bukankah langkah pertama adalah mengajak wanita berkencan?"
Namun Chezy masih patuh untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Dia harus berperilaku seperti wanita biasa pada umumnya, berjalan-jalan dengan suami agar tidak dikirim hubungannya terlalu palsu.
__ADS_1
Sebenarnya, hari masih pagi. Tapi Dallas ingin mengajaknya ke beberapa tempat hari ini, termasuk menonton film. Dia tidak pernah memanjakan seorang wanita sebelumnya, tentu saja tidak tahu bagaimana harus bersikap.
Tapi menurut yang diajarkan oleh pengguna internet, cara untuk mengungkapkan rasa keberadaan seorang suami pada istrinya adalah mengajaknya makan malam romantis, menonton film atau minum anggur berdua lalu berakhir dengan malam yang panas.
Dallas percaya jika semua orang di internet tidak memiliki pikiran yang sehat. Chezy tidak tertarik dengan hal-hal seperti itu. Sebagai seorang agen, tujuan utamanya hanyalah menyelesaikan misi.
Dallas tidak berdaya. Jadi dia mencari waktu luang untuk mengajaknya keluar.
Di saat keduanya hendak meninggalkan rumah, Nyonya Alston datang dengan langkah panik.
"Dallas! Kamu tunggu Ibu!" teriak Nyonya Alston.
Suara sepatu high heels yang tergesa-gesa akhirnya membuat Chezy mengerutkan kening. Di pagi hari seperti ini, kenapa Nyonya Alston datang dengan raut wajah khawatir?
"Bu, kenapa kamu ke sini?" tanyanya datar dan terasing.
Nyonya Alston akhirnya bisa mengatur napasnya dengan benar dan tidak menjawab Dallas tapi memelototi Chezy.
"Gara-gara kamu, hubungan persaudaraan kedua putraku hancur! Apakah kamu senang sekarang?" Nyonya Alston penuh api saat datang dan menyemburkannya saat melihat Chezy. Hatinya meledak-ledak.
Tidak tahu permasalahan apa yang membuat Gaines dan Dallas langsung menunjuk sikap dingin, sebagai seorang ibu, Nyonya Alston hanya ingin keduanya berdamai.
Awalnya dia pikir hanya perkara Sonya, tapi rasanya ada sesuatu yang disembunyikan kedua putranya diam-diam. Barulah dia tahu fakta bahwa Sonya yang merayu anak pertamanya atas permintaan Tuan Marweth.
Sungguh tidak bisa dibayangkan. Nyonya Alston tidak bisa mempercayainya. Sonya yang sangat berperilaku baik di keluarga Alston selama ini akan melakukan hal seperti itu. Lalu dia bertanya pada Gaines, semuanya benar.
__ADS_1
Tidak heran Dallas menentang pernikahannya dengan Sonya. Dallas tahu sejak awal. Tapi meskipun begitu, Nyonya Alston tidak suka dengan Chezy. Dia selalu menduga jika permasalahan Gaines dan Alston disebabkan wanita di depannya ini.
"Kenapa ini ada hubungan denganku?" Chezy merasa bingung.
Nyonya Alston datang dan marah-marah, menyalahkannya. Kedua putranya memiliki kebencian yang berbeda. Dallas dikhianati oleh tunangannya sedangkan Gaines menginginkan sesuatu yang belum diketahui selama ini. Jadi Chezy tidak ikut campur dalam permusuhan keduanya sejak awal.
"Kamu masih bertanya kenapa? Jika bukan karena kamu yang diculik waktu itu, Dallas tidak akan diancam untuk menikahi Sonya dan membuat perselisihan dengan kakaknya. Kenapa kamu tidak mati saja sejak awal agar tidak menimbulkan banyak masalah di masa depan?!"
"Cukup!" Dallas tidak tahan lagi dengan perkataan ibunya. Awalnya dia diam karena wanita paruh baya di depannya adalah ibunya sendiri.
Tapi Chezy adakah istrinya saat ini. Bahkan jika keduanya masih berstatus pernikahan kontrak, Dallas tidak akan membiarkan Chezy dianiaya. Istrinya mungkin tidak akan terpengaruh oleh kata-kata Nyonya Alston, tapi bukan berarti Dallas acuh tak acuh.
Dia menatap Nyonya Alston dengan dingin. "Bu, jika kamu hanya datang untuk ini, maka kembalilah! Ini masalah aku dan kakak, tidak ada hubungannya dengan Chezy. Di masa depan, Ibu akan tahu yang sebenarnya," jelasnya.
Nyonya Alston memandang Dallas dengan napas terengah-engah. Putranya telah disihir oleh wanita ini.
"Dallas, kamu ..." Nyonya Alston tidak tahu harus berkata apa. Pada akhirnya dia mendapatkan telepon dari salon kecantikan jika ada masalah dengan buku akunnya.
Mau tidak mau, Nyonya Alston hanya bisa pergi untuk mengurus pekerjaannya lebih dulu.
Setelah wanita paruh baya itu pergi, Chezy mengerut kening. "Kamu benar-benar membuat ibumu sibuk?" tanyanya.
"Ya. Alih-alih membiarkan dia depresi di rumah, lebih baik membenamkan diri pada pekerjaannya. Perkataan ibuku, jangan dimasukkan ke hati." Dallas tidak mau Chezy memiliki dendam pada ibunya hanya karena masalah ini.
Chezy cemberut. Dia tidak peduli sama sekali, hanya tidak suka orang lain menuduhnya.
__ADS_1