Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Kembali Menjalankan Misi


__ADS_3

Chezy mencibir, "Bagaimana jika itu laki-laki lagi?"


"..." Dallas terdiam.


Dia tak bisa memikirkan kemungkinan ini. Apakah benar-benar akan terlahir sebagai anak laki-laki lagi? Tapi dia sudah memiliki tiga anak laki-laki. Dia ingin anak perempuan yang bisa diurus di rumah.


Namun dia percaya jika anak perempuan pasti akan lahir di masa depan.


"Mari kita coba," katanya.


Chezy menghela napas lelah. "Sekarang si kembar belum berusia dua tahun. Tunggu mereka sedikit lebih dewasa untuk mengerti, kita bisa mencobanya."


Karena Dallas ingin anak perempuan, mari coba saja. Jika itu masih laki-laki, mereka harus menyerah. Lagi pula, membesarkan anak terlalu banyak tidak mudah.


Ada cahaya di mata pria itu yang segera disembunyikan. Dia bisa menunggu si kembar berusia lima atau tujuh tahun lebih dulu sebelum memutuskan untuk memiliki anak lagi.


Keduanya pergi ke ruang belajar dan membahas tentang sisa pernikahan kontrak yang dulu pernah dijalani. Meski pernikahan kontrak mereka sudah berakhir, Dallas masih menyimpan beberapa kenangan selama masih memiliki hubungan pernikahan kontrak.


Beberapa foto, catatan telepon serta beberapa pertengkaran kecil juga direkam. Pria itu benar-benar memiliki obsesi yang dalam pada Chezy.


"Kenapa kamu masih menyimpan ini?" Chezy marah. Jika bukan karena anak-anak ada di kamar sebelah dan tertidur pulas, dia ingin berteriak padanya.


Dallas tersenyum licik. "Kenapa tidak? Ini sangat berarti bagiku. Dengan ini, kamu tidak akan bisa melarikan diri dariku seumur hidupmu."


"Kamu mengancamku?" Chezy memelototinya.

__ADS_1


"Tidak, ini fakta."


"Kamu—!" Chezy kesal dan mencubit lengan pria itu sekuat tenaga.


Ada beberapa suara menyenangkan di ruang belajar dan perlahan-lahan menjadi erangan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa bulan kemudian, Chezy sibuk lagi dengan urusan Organisasi Agen Rahasia. Dallas berpikir jika wanita itu akan kembali ke organisasi untuk mengambil tugas. Jadi dia khawatir sepanjang waktu.


Dallas ingin Chezy berhenti dari pekerjaan berbahaya itu. Namun Chezy berkata jika ada batasan usia tersendiri jika ingin berhenti menjadi anggota.


Saat ini Chezy masih tergolong muda dan masih memenuhi persyaratan untuk mengambil misi. Dia merapikan semua barang yang harus dibawanya ke organisasi.


"Ingat apa yang kamu janjikan padaku di masa lalu?"


Dallas terdiam sebentar dan dia masih enggan. Tentu saja dia masih ingat. Pekerjaan Chezy berbahaya, dia harus menanggung apapun risikonya.


Usia wanita itu kini 27 tahun. Untuk bisa pensiun dari pekerjaannya, Chezy setidaknya harus berusia 28 tahun.


Masih ada satu tahun lagi untuk pensiun namun dia masih mendapatkan tugas terakhirnya. Dallas tidak bisa ikut campur dalam pekerjaannya dan hanya bisa diam-diam mengikuti dengan identitas Tamu Malam nya.


Si kembar diserahkan ke rumah orang tua Alston dan keduanya sesekali akan mengunjungi mereka diam-diam. Terutama si kembar tiga yang belum terbiasa tanpa kehadiran ayah dan ibunya.


Pada suatu malam, Chezy diam-diam kembali untuk melihat ketiga putranya. Tanpa diduga, ada pihak tak dikenal di ruangan yang sama dan memeluknya dari belakang secara tiba-tiba.

__ADS_1


Hal ini membuat Chezy waspada hingga langsung membekuknya tanpa perasaan. Ada erangan yang sayup-sayup terdengar.


"Istriku benar-benar ingin membunuh suaminya," bisik Dallas.


Ekspresi Chezy akhirnya pulih. "Kenapa kamu diam-diam memelukku di kegelapan?" bisiknya menyalahkan. "Apakah kamu baik-baik saja?"


"Sakit," jawab Dallas pura-pura lemah.


Chezy segera melepaskannya dan berniat membantu pria itu bangun. Tapi dia bahkan segera ditarik ke bawah dan ditekan olehnya.


"Kamu hanya pura-pura." Chezy kesal.


Dallas tersenyum. Dia melihat istrinya memakai pakaiannya serba hitam yang cukup ketat dengan tubuhnya. Rambutnya diikat ekor kuda dan riasan wajahnya tidak berlebihan.


"Kapan kamu akan pulang?" tanyanya. "Anak-anak selalu menanyakan dirimu sepanjang waktu. Aku merasa kasihan dengan mereka," bisiknya agar tidak mengganggu tidur ketiga anak itu.


Chezy menghitung waktu. Tapi tidak tahu secara pasti. "Tunggu saja aku kembali. Jangan coba-coba untuk selingkuh. Jika tidak ..." Dia sengaja meletakkan lututnya di tubuh bawah pria itu. "Lumpuhkan saja," ancamnya.


"Jika istriku ingin melumpuhkannya, bagaimana kita bisa memiliki anak perempuan di masa depan?" goda Dallas. "Jangan khawatir, aku selalu menjadi milikmu. Tidakkah kamu ingin melayaniku malam ini? Aku sangat menginginkanmu,” bisiknya.


Chezy memelototinya, sedikit gelisah. " Waktunya tidak banyak. Kali ini aku ditugaskan untuk pergi ke laut barat dan memberantas kelompok bajak laut. Dini hari nanti harus pergi."


"Ini masih pukul sembilan malam," kata pria itu. "Masih ada waktu. Jangan mencari alasan."


Chezy tidak berdaya dan diam-diam dibawa pria itu ke kamar tidur lain. Dia tidak pulang selama tiga bulan terakhir. Tidak heran jika pria itu tidak bisa menahan dirinya lagi untuk mencari kehangatan di tempat tidur.

__ADS_1


__ADS_2