
Rogers begitu bodoh saat ini. Kenapa dia tidak mencari tahu tentang wanita Dallas sejak awal. Keluarga Edelmar mungkin tidak ada di Negara A dan nama itu tampak jarang dipakai. Namun dia tidak menyadari jika sejak lama, agen rahasia sudah berada di keluarga Alston dan memata-matai Gaines.
Edelmar adalah kerabat keluarga kerajaan. Mantan raja sebelumnya memiliki adik laki-laki yang tak lain adalah Hendrick Edelmar, kakek Chezy saat ini. Meski tidak mengambil marga keluarga kerajaan, posisinya jelas di negara itu dan sangat dilindungi oleh raja saat ini yang tak lain adalah sepupu dari Feliks Edelmar, atau ayahnya Chezy.
Keluarga kerajaan cukup rumit. Rogers tidak pernah mau berurusan dengan mereka karena pasti akan menjadi musuh yang dikejar hingga ke ujung dunia sekalipun.
Sekarang situasinya mendesak. Rogers khawatir jika keberadaan Chezy akan mengganggu semua rencananya.
"Awasi dia dan orang-orang di sekitarnya," titah Rogers.
"Ya, Bos!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kabar tentang Alston Group yang kini dalam kekacauan segera menyebar ke masyarakat luas. Bahkan media asing juga meliput masalah ini. Dikabarkan jika pewaris keluarga Alston, Dallas Alston kini terluka parah karena kecelakaan mobil dan kini kakaknya sedang mengurus masalah perusahaan.
Tapi meski begitu, tidak ada penjelasan pasti dari keluarga Alston.
Sekarang, Gaines ada di perusahaan dan duduk di posisi CEO—di mana Dallas biasanya duduk dan mengawasi semuanya.
Di sekitarnya, ada beberapa anak buah pembunuh berantai yang dia bawa untuk berjaga-jaga.
"Tidak ada kabar?" tanyanya memastikan.
__ADS_1
Anak buahnya menggelengkan kepala. "Bos, mungkinkah Dallas tidak peduli?" tanyanya.
"Tidak, dia selalu peduli," jawabnya tidak jelas. "Masalah urusan keluarga, dia pasti lebih peduli," katanya.
Tak lama setelah itu, Gaines menerima telepon dari Rogers tentang identitas Chezy sebelumnya. Barulah setelah itu dia terkejut hingga hampir menghancurkan telepon.
Sangat bagus! Dallas dan Chezy ini sama-sama bekerja sama untuk menghancurkannya.
"Benar-benar tidak terduga. Wanita yang tampak tidak memiliki kekuatan itu ternyata ...," gumamnya seraya meremas telepon.
Sebagai agen rahasia, kemampuan ini benar-benar layak. Selama ini, dia menjadi lelucon di mata wanita itu.
Lalu Gaines segera memerintahkan beberapa orangnya untuk pergi ke rumah sakit dan membuat gerakan. Kali ini, dia tidak bisa duduk diam.
Gaines sendiri meninggalkan ruangan dan melihat beberapa karyawan yang diikat dan berada disudut, dijaga oleh orang-orang. Dia memegang pistol di tangannya dan mungkin bisa menembak siapa saja jika mau.
Para direktur dan orang-orang kepercayaan Dallas tidak berdaya.
"Tunggu sampai adikku datang untuk membebaskan kalian. Jika dia memiliki sedikit rasa kemanusiaan, harusnya menukar kalian dengan perusahaan adalah pilihan yang tepat," katanya.
Semua karyawan panik dan tidak bisa bicara bahkan jika ingin mengatakan sesuatu.
Gaines tidak bisa mengambil alih perusahaan begitu saja. Semua hak dan wewenang perusahaan ada di tangan Dallas dan membutuhkan persetujuan serta tanda tangan penyerahan darinya. Belum lagi juga harus membubuhi segel keluarga Alston sebagai seraya terima yang sah. Jika tidak, dia akan dianggap sebagai orang yang meminjam perusahaan, bukan miliknya sama sekali.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di rumah Alston, Kakek Alston yang telah dirawat oleh Arran pun mendapatkan semua kabar terbaru tersebut. Beberapa anggota militer Negara A datang ke rumahnya untuk berjaga-jaga seandainya pembunuh berantai itu datang untuk membuat kekacauan.
Tapi Gaines sama sekali tidak memerintahkan orang untuk mengawasi rumah tua Alston dari dekat. Dia masih tahu kekuatan kakeknya.
Di ruang keluarga, Nyonya Alston masih belum percaya jika putra tertuanya menjadi seorang pembunuh berantai. Sejak semalam, dia menangis diam-diam hingga matanya bengkak saat ini.
"Bagaimana kabarnya di sana?" tanya tuan Alston.
Kakek Alston menghela napas. "Dia menyandera semua karyawan dan perusahaan utama dikepung oleh mereka. Kita hanya berharap Dallas mampu memikirkan cara," jelasnya.
"Tidakkah hal ini mudah untuk diserahkan pada polisi dan orang-orang militer?"
Kakek Alston menggelengkan kepala. "Masih ada Rogers di luar sana yang kini sudah memasuki ibu kota. Tidak tahu kapan dia akan datang untuk membuat kekacauan yang lebih besar."
Gaines ini berlindung pada Rogers dan pasti tahu tentang Chezy. Mungkin ....
Dia khawatir Chezy dan Dallas kewalahan saat mengatasi masalah ini sehingga berulang kali menelpon Kakek Edelmar yang jauh di Negara K.
Setelah panggilan terhubung, suara malas pria tua di seberang telepon hampir membuat Kakek Alston muntah darah.
"Alston Tua, bagaimana kabarmu di sana? Apakah keluargamu masih utuh dan sehat?"
__ADS_1
"Hendrix, aku ragu apakah kamu ini kloningan atau bukan?! Selama aku masih bisa meneleponmu, tentu saja masih hidup!" teriak Tuan Alston kesal.
"..." Tuan Alston, Nyonya Alston dan Arran yang masih ada di sana jelas mendengar apa yang dikatakan Kakek Edelmar.