Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Melahirkan Kembar Tiga


__ADS_3

Menginjak usia kandungan sembilan bulan, Chezy benar-benar tak bisa berjalan lama. Kedua kakinya seperti bengkak dan sesekali Dallas akan memijat untuknya. Chezy juga merasa jika napasnya sedikit sesak.


Pada bulan ini, keluarga Edelmar datang untuk menghadiri persalinan putri mereka di masa depan. Urusan di Negara K telah diselesaikan lebih awal sebelum akhirnya pergi ke Negara A.


Ketika Nyonya Edelmar tiba, Nyonya Alston juga ada di sana dan menyapanya.


"Apakah Chezy belum dibawa ke rumah sakit?" tanya Nyonya Edelmar.


Nyonya Alston menggelengkan kepala, sedikit khawatir. "Dia bersikeras untuk tidak mau ke rumah sakit lebih dulu. Dallas juga sedang melakukan perjalanan bisnis dan akan kembali dalam beberapa hari. Tapi aku masih khawatir. Belum lagi dia mengandung tiga anak sekaligus, lihatlah perutnya yang besar," jawabnya.


Chezy yang berada di tempat tidur sambil membaca majalah ibu muda merasa tidak berdaya. "Aku baik-baik saja."


Nyonya Edelmar memelototinya. "Kamu merasa baik tapi kami berdua cemas seperti akan melahirkan beberapa anak lagi."


"Jangan khawatir, Dallas sudah mengakomodasi rumah sakit untuk Chezy melahirkan nanti." Nyonya Alston menenangkan.


Saat malam harinya ketika makan malam, Chezy tiba-tiba saja mengeluh jika perutnya sakit. Wajahnya menjadi sedikit pucat hingga kedua keluarga panik.


Mereka segera menyiapkan mobil dan membawa Chezy ke rumah sakit untuk persiapan persalinan. Bahkan air ketubannya sudah pecah.


Ketika Chezy didorong ke ruang yang telah diakomodasi, waktu kelahiran belum tiba sebenarnya dan Chezy hanya bisa menunggu dan berbaring di ranjang.


Dallas yang telah dihubungi jika Chezy kemungkinan besar akan melahirkan dalam waktu dekat, segera melakukan penerbangan kembali ke Negara A. Dia ingin ada di sana saat wanitanya melahirkan. Ketika Dallas tiba pada tengah malam, Chezy masih belum melahirkan.

__ADS_1


Ekspresi Dallas sedikit tidak bagus. “Kenapa belum melahirkan sampai sekarang? Sudah berapa lama? Apakah ada masalah?”


Dokter wanita yang menanganinya menggelengkan kepala. “Tidak ada yang salah, hanya saja ini belum waktu kelahiran. Istri Anda hanya sedang bersiap untuk melahirkan dan waktunya sudah dekat.”


Mendengar hal ini, Dallas sedikit bersantai tapi tubuhnya sudah berkeringat dingin. Dia tidak mengantuk sama sekali dan terus melirik waktu. Pada akhirnya dia bisa melihat wanita itu lebih dulu dan menemaninya.


Pada pagi harinya, semua orang sibuk. Chezy telah mengalami beberapa kontraksi dan dipastikan akan segera melahirkan. Wanita itu langsung didorong ke ruang bersalin. Dallas ada di rumah sakit sepanjang malam. Keluarga Alston dan keluarga Edelmar pulang semalam dan membiarkan Dallas menjaganya bersama dengan Asisten Jill.


Ketika Chezy dibawa ke ruang bersalin, kedua belah pihak keluarga datang dengan tergesa-gesa.


Di luar ruang bersalin, Dallas bisa mendengar teriakan Chezy yang kesakitan di dalam sana. Wajahnya sedikit pucat. Sepertinya untuk membiarkan wanita itu hamil lagi bukanlah hal yang tepat. Mendengar teriakannya saat berjuang, dia akhirnya tahu bahwa itu menyakitkan.


Ibunya berkata bahwa saat melahirkan, wanita seperti berada di gerbang kematian.


Saat ruang bersalin dibuka dan seorang perawat keluar, mereka akhirnya mendapatkan kondisi ibu dan anak di dalam.


“Selamat, tiga bayi laki-laki lahir dengan kondisi sehat.”


Di mana Dallas peduli dengan tiga bayi laki-laki itu, dia masih mengkhawatirkan kondisi Chezy. “Bagaimana dengan kondisi istriku?”


“Kondisi ibu juga baik-baik saja.”


Sayangnya mereka tak bisa masuk dan hanya menunggu Chezy dan tiga bayinya dibawa ke ruang perawatan lebih lanjut untuk memulihkan tubuhnya.

__ADS_1


Saat berada di ruang perawatan, Chezy sudah bangun dan mendapati Dallas berada di sampingnya. Wajahnya sedikit pucat.


“Dallas,” ujarnya pelan.


“Ya, aku di sini. Apakah kamu ingin minum?” tanya pria itu lembut.


Chezy mengangguk. Dia memang haus saat ini. “Aku juga ingin makan,” katanya. “Di mana ketiganya?”


Pria itu mendengkus tidak senang tapi masih menunjuk ke ranjang bayi yang ada tak jauh dari ranjang Chezy. Chezy ingin melihatnya dan Dallas dengan enggan mengambil salah satu dari si kembar tiga dengan hati-hati.


Bayi yang baru lahir itu sangat kecil. Nutrisi dalam perut ibu dibagi dan tentu saja ketiganya tampak kecil dan kulitnya juga masih merah. Saat Dallas menggendongnya, rasanya seperti sedang menggendong anak kucing, khawatir terlalu kasar.


Setelah Chezy minum segelas air, dia akhirnya bisa menggendong salah satu anaknya yang kini sedang tertidur. Dia memiliki ASI yang cukup dan bisa memberi makan ketiganya secara bergantian di masa depan.


Dallas mencium kening wanita itu. “Terima kasih sudah melahirkan mereka untukku,” ucapnya.


“Ya.” Chezy sedikit tersipu dan ini tidak seperti dirinya yang biasa.


Nyonya Edelmar dan Nyonya Alston juga datang. Cade bahkan tidak sabar untuk melihat keponakannya yang baru lahir.


Nyonya Alston membawa sup ayam untuk Chezy. “Kamu pasti lapar. Ibu membuatkanmu sup ayam untuk mengisi kembali tenagamu. Jangan khawatir dengan ketiganya, kami akan menjaga mereka selama masa pemulihanmu,” jelasnya.


“Terima kasih, Bu.”

__ADS_1


__ADS_2