Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Miley Frustasi Karena Uang Satu Juta Dollar


__ADS_3

Miley menatap Dallas yang kembali fokus pada pekerjaannya. Pria bermata biru ini sungguh mengabaikan tamu yang hadir. Sungguh tuan muda kedua keluarga Alston.


"Asistenmu sangat cakap. Jika aku memilih asisten seperti itu, keseharianku nyaman pasti," katanya.


"Tentu saja. Jika diberikan padamu, itu akan terlalu murah." Dallas tidak murah hati saat mengatakan ini, menyentuh titik sensitif Miley sebagai playboy.


Bisakah kamu menghormatiku sebagai perancang senjata api? Batin Miley.


Tak lama, Asisten Jill datang dengan secangkir kopi yang dominan dengan susu karamel. Omong-omong, Miley tidak suka kopi manis yang selalu menjadi menu andalan di kafe-kafe. Menurutnya itu bukan kopi sama sekali tapi susu!


"Tuan Wiz, kopi susu karamelmu." Asisten Jill tersenyum seraya meletakkan secangkir kopi di atas meja di depan Miley.


"Kamu harusnya tahu bahwa aku tidak suka kopi yang manis seperti ini. Aku mau kopi hitam." Miley protes.


"Maaf, tuan Wiz, hanya ada ini di dapur bos. Lagi pula, hari ini cerah. Cocok untuk minum kopi susu karamel yang manis." Asisten Jill tidak takut Dallas akan marah atau tidak puas padanya.


Sejak awal, Dallas tidak suka dengan kehadiran Miley yang mengganggu waktu tenangnya. Gara-gara Miley juga, Dallas terkait dengan wanita untuk pertama kalinya.


Di sisi lain, Asisten Jill berterima kasih pada Miley karena telah berhasil membuat tuannya melepaskan masa lajang. Tapi di sisi lainnya, maaf, dia hanya patuh terhadap apa yang dikatakan Dallas.


Miley mendengkus. "Sungguh asisten yang berani," gumamnya.


Tak lama setelah itu, Miley mengerutkan kening. Lebih aneh lagi. Dia menyesap kopinya lagi beberapa kali seolah-olah sedang meyakinkan rasanya.


"Kenapa aku merasa sedikit asin di kopi ini?"


"Benarkah? Mungkin hanya perasaan tuan saja. Rasanya memang seperti ini," kata Asisten Jill masih menunjukkan senyum. Tapi hatinya menyimpan rahasia kecil.


"Oh? Begitu? Ini cukup unik. Mungkin karena aku terlalu sibuk sehingga lupa rasanya kopi susu karamel."


Di sisi lain, Dallas yang sedang fokus tanpa sadar menatap Asisten Jill yang tersenyum aneh pada Miley. Rasa asin pada kopi susu karamel?


Tanpa sadar, dia juga tersenyum dalam. Asistennya ini semakin pintar untuk mengerjai orang. Dia tahu, Asisten Jill telah memberikan garam pada kopi itu. Bodohnya lagi, Miley sangat menikmatinya.

__ADS_1


Setelah menyajikan kopi, Asisten Jill keluar ruangan dengan patuh. Dia tahu jika Dallas akan bicara sesuatu dengan Miley.


"Masalah malam kemarin, aku benar-benar minta maaf. Tapi aku bersumpah, aku tidak memiliki niat memaksanya." Miley menunjukkan kata-kata pertobatan. Demi satu juta dollarnya yang hilang.


Miley mulai menceritakan awal mula masuk kamar hingga dibius dengan obat perangsang. Semuanya detail dan jelas. Dallas memiliki beberapa kejutan di hatinya tapi tidak menunjukkannya pada Miley. Dia masih memiliki ekspresi datar dan dingin.


"Jadi, setelah sekian lama kamu berbicara, apa yang kamu inginkan pada akhirnya?" tanya Dallas mulai bosan.


"Aku ingin uangku kembali!" Miley menggertakkan gigi.


"Oh? Hanya demi satu juta dollar?"


"Satu juta dollar juga uang, bukan daun!"


Dallas menyipitkan mata, memutar pulpen di tangannya seolah-olah sedang berpikir. "Apakah kamu akan datang ke acara makan malam keluarga bangsawan?"


"Bukankah itu diadakan di rumah keluargamu seperti tahun-tahun sebelumnya?"


"Ya."


"Aku akan datang," kata Dallas datar.


"Oh," timpal Miley tidak bereaksi.


Dia menyesap kopi susu karamel nya. Namun tiba-tiba saja dia hampir menyemburkan kopi yang baru saja memasuki mulut. Dia menatap Dallas dengan ekspresi tidak percaya.


"Kamu akan datang?! Apakah kamu kerasukan setan?" tanyanya sedikit berteriak.


Wajah Dallas menjadi lebih dingin hingga membuat Miley tersedak kopinya.


"Aku ... Aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya terkejut. Kamu benar-benar akan datang? Apakah karena istrimu itu?"


"Datang saja."

__ADS_1


"Lalu, apa hubungannya dengan uangku?"


"Aku akan membawa Chezy ke sana. Jika dia berhasil memenangkan tantangan pihak lain, kamu lupakan uang itu, jika dia kalah, aku akan membayar kembali uangmu."


Miley tampak berpikir berulang kali. Sekarang Dallas mengatakan ini, apakah karena khawatir kehilangan uang atau memang mencoba menguji istrinya?


"Baik, aku akan mendengar apa katamu."


Pada akhirnya dia menyetujui hal ini. Dia juga ingin tahu apakah Chezy memiliki kemampuan atau tidak. Jika tidak, maka uangnya akan kembali dan wanita itu tidak layak menghabiskan uang satu juta dollarnya.


Pintu ruangan diketuk dan Asisten Jill masuk sambil membawa dua kotak makan siang. Perhatian Miley tertuju pada dua kotak makan siang itu. Ada aroma harum yang sangat menggugah selera. Dia yakin itu pasti makanan enak.


"Bos, nyonya mengirim makan siang." Asisten Jill menunjukkan dua kotak makan siang ukuran sedang itu pada Dallas.


"Bagaimana dia tahu aku belum makan siang?" Dallas menatapnya.


Asisten Jill sedikit terbatuk untuk mengurangi rasa bersalahnya. "Nyonya menelepon ku dan bertanya apakah bos sudah makan atau belum. Jadi aku jawab jujur."


"Kenapa dia tidak menelepon ke nomor ku?"


"Nyonya bilang nomor telepon bos tidak aktif."


Dallas memeriksa smartphone dan lupa jika dia mematikannya sejak bekerja. Dia selalu melakukan kebiasaan ini untuk membuat suasana menjadi lebih tenang. Ini tidak bisa disalahkan pada Chezy.


"Kamu bisa letakan dulu. Aku akan memakannya."


"Ya, bos." Asisten Jill meletakkan dua kotak bekal makan siang di atas meja tak jauh di depan Miley, lalu keluar lagi.


Miley penasaran dan ingin mengecek makanan apa yang membuatnya begitu tergoda. Sayangnya Dallas sudah menampar tangannya sebelum membuka kotak bekal makan siang.


"Aishhh, kamu pelit!" Miley mengeluh.


"Barang-barang ku, jangan kamu sentuh." Dallas sombong dan menguasai dua kotak makan siang sendiri.

__ADS_1


Pelit! Batin Miley.


__ADS_2