
Dallas ingat apa yang dikatakan Marine sebelumnya. Beberapa bom di ruang bawah tanah tempat Chezy berada sudah diturunkan intensitas ledakannya. Sehingga kemungkinan besar tidak terlalu berbahaya.
Menunggu kurang dari seperempat jam, tim khusus datang untuk menyingkirkan semua puing-puing ruang bawah tanah yang ambruk.
Dallas juga ikut membantu seraya mencari keberadaan Chezy. Dia berharap bisa melihat wanita itu masih hidup dan bernapas. Setidaknya memanggil namanya sekali saja.
Tapi tidak ada suara apapun. Dallas semakin panik di hatinya. Ini kali pertama baginya memiliki perasaan seperti ini.
"Jangan mati! Kamu tidak diizinkan untuk mati," gumamnya.
Akhirnya, salah satu tim yang menyingkirkan puing-puing berteriak, "Ada dua orang di sini! Kondisinya kurang baik. Cepat hubungi pihak rumah sakit!"
Dallas buru-buru menghampirinya dan melihat sebuah meja yang kakinya hampir patah. Beberapa barang di sekitar meja disingkirkan dan Dallas melihat dua orang di bawah sana.
Sebuah jas melindungi keduanya dari debu dan asap ledakan. Sungguh tidak terduga.
Yang membuat Dallas tidak suka saat ini, pria yang memeluk dan melindungi Chezy adalah Kallen Parker. Pria itu segera membawa Chezy dengan hati-hati dan Kallen diurus oleh Miley.
"Hati-hati, kaki wanita ini terluka. Harus segera dilakukan perawatan. Jika tidak, aku khawatir itu akan—" Salah seorang tim penyelamat tidak mengatakan lebih jauh lagi saat melihat tatapan Dallas yang begitu menusuk.
"Ini istriku! Jangan mengutuknya," kata Dallas dingin.
"Aku ... Aku tidak bermaksud begitu. Ini darurat ... Ucapan darurat." Pihak lain berkeringat dingin.
Dallas tidak mengatakan apa-apa lagi dan membopong Chezy secepat mungkin menuju mobil militer yang dibawanya saat datang ke tempat tersebut.
"Chezy, bertahanlah!" gumamnya.
__ADS_1
Marine dan Hadwin akhirnya melihat Chezy dibopong oleh Dallas.
"Bagaimana dengannya?" tanya Marine pada Dallas.
"Pingsan." Dallas bernapas berat.
"Syukurlah hanya pingsan." Marine menghela napas lega. "Namun ... Kenapa dengan kakinya?" Dia terkejut saat melihat kaki kiri Chezy yang penuh darah.
"Kita akan tahu setelah pemeriksaan di rumah sakit." Hadwin menenangkannya.
Chezy segera dibawa ke rumah sakit bersamaan dengan Kallen. Namun kejadian ini segera dirahasiakan dan pasukan tentara elit hanya memberi tah pihak lain jika sekelompok pemberontakan baru saja menyerang perbatasan ibu kota.
......................
Setelah dibawa ke rumah sakit, Chezy dan Kallen dirawat di ruangan yang berbeda. Dallas menempatkan Chezy di ruang rawat VIP sedangkan Kallen sudah diurus oleh keluarga Parker. Agar tidak ada kecurigaan, pihak tentara khusus memberikan alasan kenapa Kallen dan Chezy disandera.
Pada hari kelima, wanita itu siuman.
Hal pertama yang dilihatnya Chezy adalah Dallas yang duduk di dekat ranjang rumah sakit dengan wajah sedikit lesu.
Dokter segera dipanggil untuk memeriksa kondisinya. Untung saja tidak ada yang serius.
"Luka dahinya akan meninggalkan bekas. Tapi setelah dioles krim khusus, bekasnya akan hilang seiring berjalannya waktu," jelas dokter yang menangani kondisi Chezy.
"Lalu bagaimana dengan kaki kirinya?"
"Kaki kirinya mengalami sedikit retakan tulang tapi tidak terlalu bermasalah. Periksa secara berkala setiap seminggu sekali selama sebulan nanti. Pasien tidak boleh melakukan aktivitas berat yang membutuhkan banyak gerakan kaki selama masa penyembuhan."
__ADS_1
"Terima kasih." Dallas akhirnya sedikit lega.
Dokter itu mengangguk dan meninggalkan ruangan bersama perawat yang menemaninya.
Chezy masih bingung saat ini. "Apakah ini rumah sakit?" tanyanya pada Dallas.
"Jika bukan? Apakah kamu berpikir ini rumah jagal?" cibir pria itu.
Dallas khawatir sejak hari Chezy diculik. Tapi ekspresinya saat ini masih menunjukkan ketidakpedulian.
Chezy menyentuh kain kasa di dahinya. Ini masih sakit. Dokter berkata jika luka di dahinya akan meninggalkan bekas. Lalu dia melihat kaki kirinya yang juga diperban tebal, sedikit mati rasa.
"Kakiku ... Apakah baik-baik saja?" tanyanya cukup terkejut. Dia ingat kaki kirinya tertindih benda berat saat ledakan di rumah bawah tanah.
Dallas juga mengkhawatirkan kakinya. "Jangan khawatir, itu akan sembuh di masa depan."
Wanita itu akhirnya menghela napas lega. "Bagaimana keadaan Kallen sekarang? Apakah dia baik-baik saja?"
Dallas yang mengambil air minum untuknya mendadak tidak senang. "Baru bangun kamu sudah mengkhawatirkan bos toko bungamu itu. Apakah kamu ingat masih punya suami?"
Chezy merasa heran saat Dallas tampak meledak-ledak dengan nada ketus. Dia akhirnya minum segelas air.
"Apakah kamu khawatir padaku?"
"Aku berdoa agar kamu tidak mati! Tahukah kamu betapa bahayanya ledakan itu? Apakah kamu benar-benar kucing bernyawa sembilan? Jika tim penyelamat telat satu langkah, kamu dan pria itu akan dikubur di bawah sana!" Dallas mulai menceramahinya seolah-olah semua ini adalah salahnya.
Chezy akhirnya mencibir. "Siapa yang memintamu tidak melakukan apa yang disuruh orang itu?"
__ADS_1
"Apakah kamu tahu siapa yang menelponku untuk mengancam menikahi Sonya?"