
Di halaman hotel bintang lima, Cade dan Nyonya Edelmar menyeret koper menuju mobil. Ekspresi Cade sedikit lebih gelisah daripada ibunya yang tenang dan bermartabat dari awal hingga akhir. Pelayan hotel juga kagum dengan Nyonya Edelmar yang jelas tinggi seperti model dan identik dengan kecantikan Negara K.
“Bu, Tidakkah kamu khawatir pada anak perempuanmu? Dia dirawat di rumah sakit saat ini dan belum bangun,” kata Cade.
Dia dan ibunya tiba di Negara A siang kemarin dan menginap dulu alih-alih langsung pergi ke rumah sakit. Ibunya tidak sepanik dirinya.
Nyonya Edelmar jelas sudah menghadapi banyak hujan dan badai sejak masih menjadi gadis muda, hanya bisa mencibir setelah mendengar perkataan putranya.
“Kamu tahu apa, putriku masih hidup. Dia belum sekarat,” timpalnya.
“Tapi Chezy sempat koma dan kritis sebelumnya.” Cade tidak mau kalah.
“Aku merasa kamu lebih bodoh dari adikmu. Dia jelas tidak akan menyia-nyiakan hidupnya begitu saja. Ibu selalu memberinya obat-obatan terbaik untuk bekal perjalanan misi berbahaya. Ibu juga tidak berdarah dingin,” jelas Nyonya Edelmar juga mengerti kecemasan putranya. “Cepat pergi ke rumah sakit.”
Cade mau tidak mau menyetir menuju ke rumah sakit pusat terbaik di ibu kota Negara A.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ketika bantuan organisasi agen rahasia tiba, semua pembunuh berantai yang tersisa sudah diamankan dan ditangani. Mereka juga mengunjungi Hadwin dan Marine yang kini dirawat di rumah sakit pusat. Tubuh keduanya kelelahan dan kehilangan banyak cairan sehingga harus menjalani perawatan selama beberapa hari lagi.
Adapun pihak Negara C yang kemungkinan besar menjadi dalang lainnya, tentu saja organisasi agen rahasia juga melakukan komunikasi pribadi dengan petinggi di sana untuk memudahkan pencarian.
“Untungnya aku tidak mati. Hadwin, kamu harus menikahiku setelah ini,” kata Marine yang kini masih diinfus.
Hadwin yang dirawat di sebelahnya pun menghela napas. “Tentu saja aku akan menikahimu sesuai janji. Biarkan organisasi yang membiayai pernikahan kita.”
__ADS_1
“Apakah kamu sangat miskin?” Marine tidak menduga jika Hadwin cukup miskin saat ini.
“Organisasi belum membayar kita saat ini dan kemungkinan besar bayaran kita juga tidak besar.”
“Benar, kita selalu menjadi bawang pelengkap cabai dan garam di mana-mana,” kata Marine bercanda.
“…” Ketua Organisasi yang melihat interaksi keduanya, merasa tidak berdaya. Biaya pernikahan tidak kecil. Kalian sengaja memerasku bukan? Batinnya.
......................
Di ruang perawatan VVIP.
Chezy yang telah dirawat selama beberapa waktu akhirnya siuman tak lama setelah Dallas bangun lebih awal. Dai sedikit bingung saat ini dan sangat lelah secara fisik dan mental. Belum lagi, luka tembak di bahunya masih terasa sakit.
Di luar ruangan, Nyonya Edelmar dan Cade sudah menunggu selama dua jam lamanya. Ketika keduanya datang pertama kali, hanya ada Kakek Alston saja yang juga baru tiba untuk mengecek keadaan Chezy dan Dallas.
Menghadapi wanita paruh baya yang tampak awet muda di depannya, Kakek Alston sedikit sakit kepala. Wanita yang berdiri saat ini tak lain adalah ibunya Chezy. Bagaimana dia menjelaskan semuanya saat ini.
Setelah dokter memeriksa, kondisi Chezy membaik dan hanya perlu menjalani perawatan lebih lanjut sampai kondisinya stabil.
“Apakah Anda keluarga pasien?” tanya dokter pria paruh baya pada ketiga orang di luar ruang perawatan VVIP.
Nyonya Edelmar mengangguk sopan. “Saya ibunya. Bagaimana kondisi putri saya?”
“Saya kakaknya,” kata Cade juga memperkenalkan diri.
__ADS_1
Kakek Alston sedikit gugup dan memberanikan diri bicara. “Saya … saya kakeknya!”
“…” Nyonya Edelmar dan Cade menatap Kakek Alston dengan heran. Tidak ada yang menanyaimu, Batinnya.
Dokter tidak terpengaruh oleh suasana aneh dari ketiganya dan secara jelas melaporkan apa yang terjadi pada Chezy saat ini. Termasuk sebuah berita yang membuat ketiga orang itu tercengang dan merasa tidak percaya.
Nyonya Edelmar sedikit pucat, lebih bingung harus bereaksi apa. “Dokter, apakah semua ini benar? Putri saya, dia benar-benar …”
“Ya. Jadi, di masa depan, mohon untuk menjaga tubuhnya.” Dokter itu hanya tersenyum dan bisa mengerti perasaan seorang ibu.
Bahkan Cade mengetuk dalam hatinya. Semua ini gara-gara pria brengs*k itu, jika tidak, adiknya tidak akan ….
Hanya Kakek Alston yang tidak berani bersuara saat ini, dia khawatir menyinggung harimau betina depannya. Kakek Alston tahu jika Nyonya Edelmar ini bukan vegetarian, galak dan tidak takut menyinggung orang yang lebih tua.
Para pria dan wanita tua yang tak beruntung disuntik kesehatan oleh Nyonya Edelmar di masa lalu, selalu pingsan sebelum jarum menyentuh kulit.
Nyonya Edelmar tak bisa menahan diri lagi saat ini. “Kami ingin memindahkannya ke Negara K malam ini, apakah bisa?” tanyanya.
“Tentu, selama fasilitas di perjalanan tetap aman dan dalam pengawasan,” jawab dokter. “Untuk masalah perizinan, Nyonya bisa menemui kepala rumah sakit.”
“Tidak masalah.” Nyonya Edelmar punya wewenang untuk itu dan kepala rumah sakit harusnya mengenalinya setelah bertemu nanti.
Nyonya Edelmar akhirnya memelototi Kakek Alston. “Semuanya gara-gara cucumu yang bajin*an!” tuduhnya.
“…” Kakek Alston pura-pura tidak tahu.
__ADS_1